Deja Vu

Deja Vu
79. Cemburu Melanda



Opa sedang menyiapkan sebuah pertemuan yang sudah lama di rencanakan nya dengan dibantu Harry.


Opa meminta Harry untuk menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan Altrialman yang bergerak dibidang pertambangan.


Pertemuan dilakukan di sebuah restauran di daerah puncak, dalam pertemuan itu akan melibatkan dua perusahaan sekaligus dua keluarga karena opa Yang melalui Harry meminta pada pihak Altrialman untuk membawa istri dan anak - anak nya dengan berdalih agar kerjasama yang akan dijalin ini lebih kekeluargaan. Opa juga akan mengajak Wanda dan Neyna ikut dalam pertemuan tersebut.


Wanda memasuki ruangan Neyna, tok..Tok..


“Masuk..” Ucap Neyna


“Lagi sibuk?” Tanya Wanda, sejak kejadian keributan Neyna dengan Nadia waktu itu, Wanda sudah bebas keluar masuk ruangan Neyna tanpa perlu menutupi dari seluruh karyawan yang ada dikantornya, begitu juga dengan staff dan karyawan dikantornya, tak satupun lagi yang berani membicarakan ataupun membahas yang ada kaitannya dengan Neyna.


“Sedikit lagi,,kenapa?” Jawab Neyna


“Tadi opa telpon, besok kan weekend jadi opa ada rencana mau ajak kita ke restauran yang ada dipuncak, dia lagi pengen ngumpul - ngumpul keluarga katanya, kamu mau kan?” Tanya Wanda


“Gimana bisa aku menolak permintaan opa,,disuruh nikah sama cucunya yang menyebalkan saja aku tak kuasa menolaknya, apalagi cuma diajak ke restauran” ucap Neyna dingin


Mendengar ucapan Neyna Wanda tersenyum geli,


“Kamu masih membahas masalah itu? Masih gak terima sampai sekarang? Apa yang harus dilakukan oleh cucu menyebalkan ini agar kamu bisa menerimanya dengan lapang dada sebagai suami?” Goda Wanda


“Masih berasa mimipi aja dan berharap suatu hari nanti aku terbangun dari mimpi ini” ucap Neyna


Wanda terhenyak mendengar ucapan Neyna, yang menganggap pernikahannya ini hanyalah sebuah mimpi, mungkin mimpi buruk baginya.


“Aku akan merubah mimipi Buruk kamu ini menjadi mimpi yang indah dan tak ingin terbangun dari mimpi itu Ney,,” batin Wanda


“Kita makan yuk?” Ajak Wanda


“Aku lagi sibuk, aku makan dikantor aja” ucap Neyna yang tak mengalihkan pandangan nya dari laptop nya.


“Masa kamu tega biarin aku makan sendirian, apa kata orang - orang sekantor nanti liat aku makan sendiri, padahal istrinya juga sekantor, masa iya sih makannya sendiri - sendiri” ucap Wanda


“Ok..baiklah,,kamu emang bos nya,,sebentar aku beresin meja dulu” jawab Neyna, Wanda tersenyum girang mendengarnya.


Sesaat kemudian mereka sudah berjalan keluar ruangan Neyna sambil Wanda tetap menggenggam tangan Neyna, Neyna yang merasa risih menjadi perhatian para karyawan mencoba melepaskan genggaman tangan Wanda


“Ishh...lepasin,,aku malu mereka pada liatin kita!” Ucap Neyna


“Biarin aja lah mereka liatin, namanya mereka punya mata,,tapi kalau mereka berani membicarakan dibelakang, siap - siap aja aku pecat!” Ucap Wanda


“Dasar bos bar - bar!! Maen pecat sembarangan!” Ucap Neyna menaikkan bibirnya.


Kali ini Wanda mengajak Neyna makan siang di caffe yang tidak jauh dari kantor mereka. Didalam caffe, saat Wanda dan Neyna memilih menu makanan yang akan mereka pesan, tiba - tiba ada seorang gadis cantik berkulit putih dengan tinggi badan sekitar 179 cm dengan postur tubuh langsing seperti model.


“Hai Nda,,apa kabar kamu?” Ucap gadis tersebut, dia adalah Lisa mantan pacar Wanda saat masih SMU dulu.


Wanda kaget dan masih mengingat - ingat nya, karena Lisa sudah sangat jauh berbeda, sekarang dia terlihat semakin cantik, modis dengan polesan make up di wajahnya.


“Oh..hai...Lisa ya? Baik..kabar aku baik,,kamu sendiri?” Tanya nya balik


“Iya kemarin memang dikalimantan tugas, sekarang udah selesai dan aku menetap disini, kamu sendiri gimana, pastinya udah sukses dong jadi model international?” Tanya Wanda


“Ah...biasa aja kok,,ohya,,,denger - denger sekarang kamu lagi sibuk ya,,jadi pengusaha?” Selidik Lisa


“Cuma bantuin Opa aja kok, ngurusin perusahaan nya, karena dia lagi sakit” jawab Wanda


“Waaw,,,berarti kamu ninggali karir dokter kamu, terus sekarang jadi pengusaha?” Tanya Lisa antusias


“Dokter gak aku tinggali, karena itu adalah cita - cita aku dari kecil, cuma untuk saat ini aku lagi break dari dunia medis” ucap Wanda


“Kamu hebat ya Nda, walaupun gak punya basic bisnis tapi kamu bisa nge jalaninya, aku salut deh sama kamu, ehh..ini siapa?” Tanya Lisa


Neyna sedari tadi hanya diam mendengar kan mereka ngobrol, langsung melirik kearah Wanda,


“Ohh..ya ampun sampai lupa,,kenali Lisa ini istri aku Neyna, Neyna ini lisa temen SMU aku” ucap Wanda memperkenal kan mereka berdua.


Lisa terkejut mendengar Wanda mengucapkan kata istri pada Neyna, mereka pun saling jabat tangan dan saling menyebutkan nama mereka.


“Lohh..kamu udah nikah Nda? Kok gak ngundang sih?” Ucap Lisa terkejut, karena baru saja dia hendak melancarkan aksi pendekatan kembali pada Wanda karena mendengar Wanda yang sudah memilih jadi pengusaha.


Ditatapnya Neyna dari ujung rambut sampai ujung kaki Neyna, tatapan nya itu mengartikan bahwa dia jauh lebih dalam segala hal dibanding Neyna, yang hanya berdandan simple, dengan postur tubuh yang lebih pendek dari dirinya dengan tinggi badan hanya sekitar 160 an.


“Ok..kapan - kapan kita ketemu lagi ya, kita ngobrol lebih lama lagi, aku masih kangen,,Ok see you Nda” ucap Lisa sambil melambaikan tangannya ke Wanda yang dibalas anggukan oleh Wanda.


Wanda melirik wajah Neyna yang sudah terlihat kesal,


“Duhh..kok wajahnya cemberut sih,, jelek ah,,senyum dong” ucap Wanda menggoda Neyna


“Maksudnya apa itu dia tadi,,pake bilang - bilang masih kangen sama kamu! Emang dia kira aku ini apa, patung arca?! Sampe aku gak dianggap ada disini juga,,” omel Neyna menumpahkan kekesalan nya yang sudah ditahannya sejak tadi.


Wanda mencium aroma - aroma cemburu pada kata - kata Neyna barusan, Wanda pun tersenyum,


“Dianggap kok,,kan tadi udah di kenalin ke Lisa, ihh...istri aku ngambek,,,bikin tambah cantik aja” goda Wanda sambil senyum


“Apanya yang dianggap!! Buktinya tadi kalau gak si Lisa yang nanya aku siapa, mungkin kamu pura - pura lupa dan anggap aku vas bunga ini kali ya!” Ucap Neyna sambil menunjuk vas bunga yang ada di meja.


Wanda tersenyum bahagia, karena ternyata Neyna sedang cemburu pada Lisa.


Masih memasang wajah jutek, Neyna memilih diam tak berbicara, sedang Wanda asik memandangi wajah Neyna yang cemberut karena cemburu.


“Duuhh..senangnya aku dicemburui istri sendiri” goda Wanda


Neyna menatap Wanda kemudian mengalihkan pandangannya,


“Duhh...dasar bodoh! Bisa - bisanya aku marah gak jelas, persis orang cemburu!! Jadi besar kepala kan dia!! Ck...” Gerutu Neyna dalam hati.


Dan makanan yang mereka pesan pun datang, mereka langsung menyantap makanannya, Wanda yang makan sambil tersenyum terus menatap wajah Neyna yang masih terlihat kesal dan cemburu.


Sampai mereka selesai makan, Neyna tidak mengeluarkan kata - kata, dia merasa udah melakukan kesalahan besar karena cemburu sedang Wanda senyum bahagia terpancar diwajahnya karena merasa ternyata Neyna mencintainya.