Deja Vu

Deja Vu
63. Mejeput Opa di Bandara



Didalam kamar, Wanda sedang mandi, kemudian Neyna membuka lemari pakaian dan menyiapkan pakaian untuk dikenakan Wanda.


Tak lama Wanda keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk dipinggang. Melihatnya Neyna sedikit salah tingkah, sedang Wanda terlihat santai saja


“Aku udah siapin baju kamu diatas tempat tidur” Ucap Neyna ke Wanda sambil berlalu masuk kekamar mandi.


Melihat perlakuan Neyna Yang sudah menyiapkan bajunya, Wanda tersenyum bahagia, dilihatnya pakaiannya sudah tersedia, dia pun langsung mengenakan pakaian Yang disiapkan Neyna


“Duhh!! Singa betinaku, kenapa kamu PHP in aku sih, aku kan jadi baper, jadi berasa beneran suami kamu ini” batin Wanda sambil senyum - senyum didepan cermin.


Sepuluh menit kemudian Neyna sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dan dia sudah berganti baju dikamar mandi, kemudian dia melaksanakan shalat ashar.


Wanda memperhatikan Neyna sedang shalat, entah mengapa dia merasa sangat teduh dan nyaman melihatnya, dia sangat jarang sekali shalat, hanya sesekali saja.


Selesai Neyna shalat dia pun memoles tipis wajahnya dan menyisir rambut panjangnya, membiarkannya terurai


“Kita jalan sekarang?” Ajak Neyna pada Wanda yang sedang asyik memainkan handphonenya, Wanda pun mengangguk dan mereka bergegas turun kelantai satu dan menuju parkiran mobil.


Wanda memerintahkan pak Rahmat supir opa untuk membawa satu mobil lagi, karena nanti barang - barang opa pasti banyak, sehingga mereka berangkat kebandara dengan dua mobil, Wanda dengan Neyna mengendarai mobil Wanda, sedang kan pak Rahmat membawa satu mobil lagi yang nantinya untuk membawa opa, oma dan ibu Rahayu.


Sampai dibandara tepat pukul 17.30 wib, Wanda dan Neyna menunggu di salah Satu caffe yang ada dibandara.


Mereka duduk berdua di salah satu sudut caffe tersebut dan memesan minuman.


Tiba - tiba seorang wanita cantik, berpenampilan modis dengan pakaian sedikit terbuka mendekati meja mereka


“Hai Wanda,,apa kabar kamu ? Udah lama gak ketemu kamu kemana aja? Gak pernah muncul di bengkel?” Ucap wanita tersebut sambil mencium pipi Wanda.


Wanda kaget mendapat perlakuan seperti itu, dia pun berusaha mengingat - ingat wanita tersebut.


Neyna memandang dingin pada wanita itu, kemudian Wanda yang masih belum ingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita itu, dia langsung memperkenalkan Neyna pada wanita tersebut


“Ohyaa..kenalin,,ini istri aku” ucapnya santai


“Ohyaa..? Jadi selama ini kamu gak pernah keliatan, ternyata kamu udah menikah ya? Kok kamu gak kasi tau aku sih?” Ucap wanita tersebut yang mengacuhkan Neyna.


“Iya..setelah menikah aku sibuk kerja, jadi udah gak sempat main ke base camp” ucapnya sambil melirik Neyna yang terlihat mulai tidak nyaman atas kehadiran wanita tersebut yang sudah mengambil posisi duduk disebelah Wanda.


Neyna mengacuhkan wanita tersebut yang asyik ngobrol dengan Wanda, dia sibuk memainkan ponselnya.


Lama - lama Neyna mulai gerah melihat tingkah wanita itu, yang tidak menghargai Neyna sebagai istri Wanda yang duduk didepannya, Wanda juga sudah tidak nyaman karena wanita tersebut menempel terus padanya.


Neyna menggosok hidungnya dengan tissue dan tiba - tiba Neyna bersin sekuatnya, membuat permen karet yang ada didalam mulutnya terlempar mengenai wajah wanita tersebut lalu menempel pada rambutnya.


Hatciiiuuuu....


“Upsss,,,sorry gak sengaja,,aku lagi flu,,maaf ya?” Ucap Neyna sambil berpura - pura membersihkan baju wanita tersebut dengan tissue, tapi Neyna bukannya membersihkan malah menghapus baju wanita tersebut dengan tissue yang terkena saos


“Duuhhh!! Punya mata gak sih!! Liat nih bajuku,,bukannya tambah bersih malah tambah kotor,,dasar perempuan....” ucap wanita tersebut


“Dasar perempuan apa? Hah??perempuan apa??! Kamu tuh yang gak ada etika ya, udah jelas - jelas orang udah beristri, kamu tuh nempel terus udah kaya lem setan!” Kesal Neyna


“Iihhhh!! Awas ya,,urusan kita belum selesai,,ingat itu!” Ancam si wanita pada Neyna


“Uhh...syerem!! Ya iyyalah serem,,namanya juga setan! Iya...ntar aku ingatkan! Hus..hus...hus...pergilah setan..setan..” sambil Neyna mengibaskan tangannya kearah wanita tersebut.


Wanda melihat tingkah Neyna tersenyum geli sekaligus merasa senang, karena Neyna terlihat sedang cemburu.


“Ternyata kamu serem banget ya,,tapi aku suka,,berarti itu tandanya kamu cemburu” ucap Wanda tersenyum


Neyna langsung salah tingkah dan melotot mendengar ucapan Wanda barusan


Wanda masih tersenyum - senyum mengingat kejadian barusan dan tingkah Neyna yang cemburu.


“Ehh..itu tuh pesawat opa udah landing,,kita samperin kesana aja biar keliatan” ucap Neyna menutupi salah tingkahnya.


“Assalamu’alaikum oma,,opa gimana keadaan opa?” Sapa Neyna pada kedua orang tua yang baru tiba, lalu meraih tangan dan mencium tangan keduanya, oma pun langsung memeluk Neyna


“Sayang,,apa kabar kalian,,baik - baik aja kan?” Tanya oma sambil masih memeluk Neyna


“Alhamdulillah baik oma, gimana keadaan opa?” Tanya Neyna


“Opa sudah banyak kemajuan, seperti yang kamu liat, cuma opa belum boleh berdiri terlalu lama, kakinya belum terlalu kuat” ucap opa


Wanda langsung memeluk opa, meluapkan rasa rindunya selama ini


“Opa,,gimana keadaan opa? Wanda kangen opa..” ucap nya dengan mata yang berkaca - kaca.


“Alhamdulillah opa sudah banyak kemajuan nak, kamu jangan khawatir, Insyaallah opa baik - baik saja, jantung opa juga sudah normal kok” ucap opa menguatkan Wanda


Wanda hanya tersenyum sambil mendorong kursi roda opa menuju parkiran.


Opa, oma dan ibu Rahayu naik ke mobil yang dikendarai pak Rahmat, sedang Wanda dan Neyna naik kemobil yang dikendarai Wanda.


Mereka jalan menuju rumah dan sesampainya dirumah, opa dan oma disambut oleh beberapa asisten yang sudah berbaris untuk menyambut opa dan oma.


“Assalamu’alaikum semua,,apa kabarnya kalian, seperti yang kalian lihat, opa sudah banyak kemajuan berkat do’a kalian semua”


Mata oma tertuju pada salah satu asisten baru yang belum dikenal opa sebelumnya


“Kamu anak baru ya? Kamu menggantikan siapa?” Tanya oma


“Oh...dia itu Vita oma, dia aku tugaskan buat membantu Neyna menyiapkan semua keperluan Neyna saat Neyna sakit” terang Wanda


“Memangnya Neyna sakit apa nak, kamu sakit apa sayang? Apa oma dan opa akan mendengar kabar bahagia?” Tanya oma tersenyum


“Udah,,,nanti aja dijelaskan ya oma, yang penting kita masuk dulu, opa udah capek mau istirahat, Wanda janji nanti akan Wanda ceritain ke oma ya, ayo kita masuk” ucap Wanda dan mereka pun masuk kedalam menuju ruang keluarga.


Oma menatap sekeliling rumah, yang tertata rapi, kemudian oma menuju dapur dan melihat meja makan


“Banyak banget masakannya Dian, ini kamu yang masak semua?” Tanya oma pada Dian asisten pengganti Rahayu selama dia tidak ada


“Oh..ini tadi mba Neyna yang masak oma, dibantu saya dan Vita” ucapnya


“Sayang kamu bisa masak sebanyak ini? Wahh....oma gak nyangka ternyata selain cantik, kamu juga pinter masak, wah..bisa tambah gendut dong cucu oma nih” canda oma, Neyna hanya tersenyum menanggapi ucapan oma.


“Kita langsung makan aja ya oma,,udah gak sabar plus lapar juga” ajak Wanda


“Heh..! Kebiasaan ya!!shalat maghrib dulu gih, baru kita makan sama - sama” ucap oma


Wanda pun setuju, mereka pun langsung masuk menuju kamar masing - masing untuk melaksanakan shalat maghrib.


Wanda pun berwudhu untuk melaksanakan shalat maghrib, entah ada angin apa dia tiba - tiba mau melaksanakan shalat.


Selesai shalat, mereka semua sudah berkumpul di meja makan, oma pun mengambilkan nasi opa kedalam piringnya dan memilih lauk pauknya, Neyna pun melakukan hal yang sama pada Wanda, dia meraih piring Wanda mengambilkan nasi beserta lauk pauknya, mata Wanda berbinar - binar menatap Neyna


“Jangan gitu dong Ney,,seharian ini kamu udah buat aku baper akut,,please...udah dong,,lama - lama aku gak bisa move on dari kamu ini” batin Wanda.


Oma tersenyum melihat pemandangan didepannya, melihat Neyna yang begitu perhatian pada cucunya.


Kemudian mereka pun mulai menikmati menu santapan makan malam mereka.