Deja Vu

Deja Vu
71. Pernikahan Rosi



Hari itu Neyna sudah bersiap - siap untuk menghadiri acara akan nikah dan sekaligus resepsi pernikahan Rosi dan Rendy.


Pagi - pagi sekali Neyna sudah menyiapkan sarapan untuk Wanda, Neyna memasak nasi goreng sederhana dengan telur ceplok, dan sudah menyiapkan salad buah segar didalam kulkas.


Suara pintu dibuka, Wanda baru saja terbangun karena kebetulan hari sabtu, bisa sedikit memanjakan matanya.


“Kamu mau kemana pagi - pagi begini?” Tanya Wanda sambil menuju dapur mengambil air minum


“Aku mau kenikahan Rosi, udah janjian bareng Mimi, aku jalan dulu ya,,sarapan udah aku siapin” sambil neyna berlalu menuju pintu apartemen.


“Kamu kondangan gak bawa pasangan, misalnya suami boongan gitu?” Ucap Wanda berharap Neyna mengajaknya


“Paan sih! Aku udah terbiasa sendiri, jadi kamu tenang aja, aku udah kebal kok dibully” Ucap Neyna Yang tangannya sudah menyentuh handle pintu


“Tapi aku mau kok nemenin kamu kondangan, ntar kamu bingung lagi nyari - nyari pasangan groomsman kamu seperti waktu nikahan Caca” Ucap wanda mengingatkan sambil menaik turunkan alis nya.


Langkah Neyna terhenti didepan pintu dan dia terdiam sambil melirik Wanda


“Santai aja,,,aku pede kok jalan sendiri tanpa pasangan, hidup Gak perlu dibikin ribet lah!” Ucap Neyna sambil keluar pintu.


Wanda hanya menatap kepergian Neyna, dia terdiam, padahal dia sangat berharap Neyna mengajaknya ke pernikahan Rosi dan mengenalkan pada teman - temannya sebagai suami.


Kemudian Wanda mulai menyantap nasi goreng favoritnya buatan Neyna.


dia makan dengan lahapnya,


“Istri akuh emang juara memanjakan lidah suamiknya,,berasa makan masakan mamah” Ucap Wanda sambil senyum - senyum mengenang masa kecilnya yang sering minta dimasakin nasi goreng dengan telur ceplok.


Selesai menghabiskan sarapannya, Wanda menuju ruang Tv dan menyalakan tv, bolak - balik memencet remote memilih chanel, tapi memang fikirannya masih pada Neyna.


Tiba - tiba dia teringat saat distasiun kereta menjemput mertuanya, Neyna Yang bertambrakan dengan Bram


“Astaga..!!kenapa aku gak kepikiran ya?! Pasti Bram ada diacara itu! Tapi kalo aku datang, Neyna pasti marah, karena aku sudah ingin tau urusannya,,tapi Boddo ammat lah!!aku ini kan suaminya, aku gak akan membiarkan Bram merebut Neyna dari ku, persetan dengan perjanjian pernikahan itu!!” Ucap nya sambil berlalu menuju kamarnya untuk bersiap - siap menyusul Neyna.


Sementara itu Neyna Yang sudah bersama Mimi, mereka menuju salon langganan mereka, sedang Caca Yang sudah menikah, tidak bisa bebas bergabung dengan mereka, karena Rehan suaminya yang sangat overprotected padanya.


“Sepi ya Ney,,kita tinggal bedua aja,,ini juga karna lo nikahnya Sama Wanda, coba Sama yang lain, gua bakal sebatang kara deh,,gua jadi pen nangis Ney,,hiks..hiks..” Ucap Mimi mewek


“Loh!! Kenapa lo nangis sih?! Kan masih ada gue Yang akan setia nemenin elo, sampe lo nemu pangeran Charles lo” goda Neyna sambil tersenyum, karena Mimi yang masih terobsesi dengan pria bule.


“Lo paan sih Ney!! Gua beneran sedih nih,,beneran pen nangis gua,,,gimana kalo lo udah berdamai dengan Wanda, terus lo udah menerima dia sebagai laki lo yang sebenarnya, terus lo ninggali gua, gue Sama siapa Ney?? Anak gua juga gak ada di gua,,sedih banget nasib gua Ney!!” Curhat Mimi


“Ya ampun Mimi ku sayang,, do’a lo gak enak banget sih, pake nge do'ain gua menerima si Brutus jadi laki benerannya gua,,gak boleh ngomong gitu ah,,pamalih!! Soalnya do’a orang - orang teraniaya kaya elo gini diijabah” Ucap Neyna asal


“Yeee...teraniaya ya!! Udah kaya sinetron idup gua teraniaya,,jahat deh lo Ney!!” Ucap Mimi kesel


“Gak lah!! Gua becanda Mimi Sayang, lo nyantai aja deh,,gua bakal memenin elo sampe ketemu pangeran Charles” goda Neyna


“Ishh...si Charles lagi si Charles lagi!!” Kesal Mimi


“Hahahhaaa...iya deh gua ganti anaknya si william atau Harry,, lo mau yang mana?” Goda Neyna


“Neynaaaaa...udah deh!!! aku lagi sad mode on ini!!” Ucap Mimi


“Baiklah Mimi,,jangan lama - lama sad mode on nya yah,,ntar kita mau seneng - seneng ini,,” Ucap Neyna menghibur.


Setelah selesai dari salon mereka pun langsung menuju gedung pernikahan Rosi.


Disana sudah hadir Caca dan Rehan suaminya, ada Reza dan banyak lagi teman - teman mereka waktu SMU.


Mereka berdua memasuki kamar Rosi, Yang sudah selesai di rias oleh MUAH alias Make Up Artis Hightclass kata Mimi.


“Masyaallah lo cantik banget Ci,,sampe pangling gua,,gua kirain artis tadi” goda Neyna


“Aaa...Nenot paan sih!! Gua lagi nervous banget ini,,gimana,,kak Rendy udah datang?” Tanya Rosi


“Ehh...gua gak liat sih,,kayanya dia gak datang deh,,lagi ada sidang dia” goda Neyna


“Aaa.....Nenot gua sumpahin bucin lo Sama si Brutus!!” Ucap Rosi kesal


“Ishh...sumpahnya kok gak elit gitu sih Ci!!” Ucap Neyna sambil cemberut


“Gua aminin deh,,soalnya tadi kata dia do’a orang teraniaya itu diijabah, nahh,,gua kan sekarang sedang teraniaya ya,,karena lo pada semua udah punya laki, gua ditinggal sendiri jadilah gua merasa teraniaya” Mimi menimpali


“Isshhh...amit..amit..!” Ucap Neyna sambil getok - getok meja, lalu mereka pun tertawa.


Proses akad nikahpun dimulai, Rendy sudah duduk berhadapan dengan papa Rosi, ada pak penghulu dan saksi, sementara Rosi masih disembunyikan didalam ruangan yang ditemani Mimi dan Rosi.


Sah..sah..


Sah....


Alhamdulillah...


Kemudian bapak penghulu membacakan do’a. Setelah selesai membaca do’a kemudian Rosi dibawa menuju tempat duduk berdampingan dengan Rendy untuk menanda tangani buku nikah mereka.


Dengan anggun dan cantiknya Rosi yang mengenakan kebaya berwarna putih dipadukan dengan bawahan sutra, Neyna dan Mimi mengantarkan Rosi duduk disamping Rendy.


Dikursi para tamu yang hadir, terlihat sosok yang sangat merindukan senyuman dan lesung pipi itu, Bram menatap lekat wajah dan senyuman Neyna dengan mata yang sedikit berkaca - kaca karena telah lama memendam rindu.


“Ya Tuhan,,,senyuman itu,,senyuman Yang sudah lama aku rindukan,,senyuman yang sudah berhasil mengalihkan duniaku,,aku sangat merindukan pemilik senyuman itu”


Setelah Neyna dan Mimi mengantarkan Rosi, mereka berdua bergabung di meja Reza, juga ada Bram, Caca dan Rehan.


Mata Neyna tertuju pada sosok Bram, kemudian Reza yang tadinya duduk bersebelahan dengan Bram, dia pun menggeser posisinya dan menyuruh Neyna untuk duduk disebelah Bram.


Sesaat mereka hanya terdiam, kemudian Bram bicara,


“Neyna apa ka..?” Ucap Bram terputus karena Secara bersamaan Neyna juga bicara pada Bram


Kemudian Bram mempersilahkan Neyna duluan bicara,


“Kak Bram apa kabar?” Ucapnya sambil tersenyum


“Baik,,kamu sendiri gimana ?” Tanya Bram balik


“Alhamdulillah baik kak,,kakak kapan nyampe kesini? Kemarin pas kita ketemu diatasiun kakak mau balik kan,,ada apa,,kangen Sama mama papa kakak ya?” Tanya Neyna


“Ehh...iya..kangen keluarga, sekalian kamarin papa lagi kurang sehat” terang Bram


“Oo,,,jadi gimana sekarang keadaan papa kakak?” Tanya Neyna


Bram sedikit kaget, karena dia merasa ingatan Neyna sudah pulih, hanya saja dia sungkan untuk bertanya langsung.


“Ahamdulillah sudah baik kok Ney” jawab Bram


“Syukurlah kalau begitu” Ucap Neyna. Sementara Mimi, Caca dan Reza membiarkan dua mahluk itu melepas rindu, mereka hanya berkomentar dengan saling senggol kaki dari bawah meja.


Setelah selesai acara akad nikah, maka akan langsung di lanjutkan dengan acara resepsi.


Saat akan mengantarkan Rosi dan Rendy memasuki gedung dan menuju singgasana pelaminannya, mereka menyusun barisan.


Pada barisan terdepan ada Rosi dan Rendy, kemudian kedua orang tua Rosi lalu kedua orang tua Rendy. Pada barisan berikutnya adalah barisan groomsman dan bridesmaid, ada Caca dan Rehan, Mimi dan Reza, kemudian pada barisan terakhir ada Neyna yang masih belum memiliki pasangan, dari posisi depan terlihat Caca dan Mimi menoleh kebelakang, menunggu momen Bram dan Neyna berjalan berdampingan.


Bram melihat Neyna sudah ada diposisi barisan paling belakang dan masih belum memiliki pasangan, ada keraguan dihati Bram, dia merasa tidak enak, karena biar bagaimanapun status pernikahan Neyna saat ini, dia tetap masih menjadi istri sah Wanda, namun Bram merasa kasihan melihat Neyna Yang berjalan sendiri tanpa pasangan, sampai akhirnya Bram memberanikan diri berdiri berdampingan dengan Neyna.


Neyna menoleh ke sisi kanannya, dia sedikit terkejut melihat Bram tiba - tiba sudah ada disampingnya, kemudian dia tersenyum pada Bram Yang dibalas senyuman oleh Bram.


Setelah Rosi dan Rendy duduk dipelaminan, para pengiring pun kembali duduk pada meja yang sudah disediakan.


Para bridesmaid dan groomsman duduk pada meja yang sudah disediakan. Bram duduk kemudian Reza mengosongkan kursi tepat disebelah Bram,


“Lo duduknya disitu Ney, gua mau godain jend** satu ini dulu” menunjuk Mimi dan Mimi pun paham maksud Reza.


Neyna dan Bram pun kembali duduk berdampingan. Mereka asyik dengan obrolannya, hingga tidak menganggap keberadaan Mimi, Reza, Caca dan Rehan.


“Apes banget gua,,,!!ini Yang kedua kalinya gua pasangan sama elo ya Za,,gak ada pilihan lain apa ya?!” Ucap Mimi


“Yeee...masih mending lo punya pasangan, kalo tadi lo gak punya pasangan,,,hayoo..lo..!” Ucap Reza dan Mimi hanya memanyunkan bibirnya. sedang Caca semenjak menikah dengan Rehan lebih banyak diam, kemudian Mimi berbisik ditelinga Reza


“Za,,,si Caca semenjak nikah sama Rehan jadi irit bicara ya,,ketularan kali dari lakinya,,hihihi...”


“Hu’uh,,,gua rasa juga gitu,,Yang jadi pertanyaan gua sekarang,,gimana cara si Rehan meminta jatahnya ke si Caca ya?” Bisik Reza ketelinga Mimi


“Ahh...Elu mah,,,mikirnya langsung ke situ - situ sih,,hihihi...tapi bener juga lu kata Za,,gimana ya?” Jawab Mimi


“Pake sandi kali ya,,atau pake kode tatapan mata?” Tebak Reza


“Atau bisa jadi SMS an atau kirim pesan WA? Hihihi...” jawab Mimi


“Filling gua nih ya Mi kalau liat si Rehan modelnya kaya gini,,ini tuh biasanya orangnya diam - diam menghanyutkan, gak pake kata pengantar, muqoddimah atau sejenisnya,,” Ucap Reza masih berbisik


“Terus pake apa dong?” Tanya Mimi kepo


“Kagak pake apa - apa,,si Caca tuh langsung ditarik lalu di santap gak pake basa - basi,,yakin deh gua?!” Ucap Reza, lalu serentak mereka berdua yang saling berbisik pun tertawa girang, sambil jitak - jitakan kepala, sementara Caca dan Rehan yang sedang digosipin hanya menatap heran pada keduanya.


Sementara itu Wanda yang sudah bersiap mau menyusul Neyna kenikahan Rosi bingung, karena dia tidak tau dimana acara resepsinya digelar


“Duhh,,,jadi gua harus cari tau kemana ini ya? Kalau nelpon Neyna ntar dia tau lagi gua mau nyusulin dia,,haduhh...gimana ya?!” Wanda berbicara sendiri sambil mondar- mandir gak jelas.


Hai..hai..para readers..


untuk pengantar tidur kalian malam ini, author mau kasi bonus ya,biar kalian semua pada mimpi indah😍


Jangan lupa kasi like, komen, vote dan hadiahnya ya smuwah,,,biar author yang masih pemula ini makin semangat up nya dan berkarya lebih baik lagi.


Akhir kata salam sehat buat kita semua. Terima kasih🙏🏻


Salam,


La Shakila 🌷