Deja Vu

Deja Vu
91. Kumpul keluarga



Pagi itu sebelum Neyna dan Wanda berangkat kerumah opa, Neyna sedang sibuk didapur untuk memasak kue yang akan dibawa kerumah opa.


Rencana Neyna ia akan memasak pudding nanas dengan fla coklat.


Sedang sibuk menyiapkan pudding didapur, tiba - tiba wanda yang baru keluar dari kamar langsung memeluk Neyna dari belakang


“Sayang lagi apa sih? Pagi - pagi udah sibuk banget, aku masih mau males- malesan dikamar bareng kamu, tapi pas aku liat kamu udah gak ada, mau masak apa sih?” Tanya Wanda yang masih memeluk Neyna dari belakang


“Cuma masak pudding nanas untuk dibawa kerumah opa, sama sarapan buat kita pagi ini” terang Neyna


“Waww..pasti enak nih puddingnya, opa tuh paling suka makan pudding Sayang, apalagi pudding buah, dia pasti suka banget, kamu bakal tambah disayang deh,,jadi cucu menantu kesayangan deh,,cucunya terabaikan,,,” Ucap Wanda manyun


“Apaan sih,,,jangan aneh deh,,,udah gih sana mandi, biar bajunya aku siapin” Ucap Neyna


“Kamu udah Mandi Sayang?” Tanya Wanda


“Belum, nanggung nih,,dikit lagi mateng flanya” Ucap Neyna sambil mengaduk saus fla coklat


Wanda pun bergegas masuk kekamarnya dan menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.


Tak lama Neyna sudah selesai, Neyna pun masuk kekamar untuk menyiapkan baju yang akan dikenakan Wanda.


Setelah selesai, Wanda keluar kamar mandi dan sudah mendapati pakaian Yang akan dikenakannya diatas tempat tidur, ia pun tersenyum dan meraih pakaian tersebut, setelah selesai bersiap - siap, Wanda pun langsung keluar kamar dan mencari keberadaan Neyna.


Neyna yang juga sedang bersiap dikamarnya dan juga sudah selesai langsung keluar kamar dan menuju meja makan.


“Sarapan yuk, biar kita bisa langsung jalan” ajak Neyna, Wanda pun langsung menuju dapur untuk menikmati sarapan pagi.


Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung beranjak menuju rumah opa. Di perjalanan fikiran Wanda mulai dihantui akan kehadiran Bram, biar bagaimanapun Bram adalah orang yang memiliki tempat dihati Neyna, walaupun saat ini Neyna sudah bisa menerima pernikahan mereka, namun tidak menutup kemungkinan saat nanti Neyna bertemu dengan Bram hatinya akan kembali pada Bram.


Diperjalanan mereka berdua tak banyak bicara, mereka asyik dengan fikiran mereka, Wanda dengan ketakutannya akan kehadiran Bram, Neyna juga mempersiapkan dirinya jika nanti Bram ada disana.


Mobil Wanda memasuki pintu gerbang rumah opa, Wanda pun memarkirkan mobilnya. Dilihatnya masih sepi, sepertinya bude Rania dan keluarga belum tiba, Wanda bersyukur karena mereka lebih dulu tiba.


Wanda keluar dari mobilnya yang diikuti Neyna,kemudian Wanda membuka bagasi mobilnya untuk membawa buah tangan yang dibuat Neyna tadi.


Mereka langsung menuju dapur,karena pastinya oma sedang sibuk memasak untuk hidangan makan siang.


“Assalamu’alaikum oma, lagi sibuk banget nih kayanya?” Ucap Wanda menyapa oma yang sedang sibuk memasak lalu meraih tangan oma dan menciumnya, Yang diikuti Neyna yang juga mencium tangan oma lalu memeluknya.


“Oma apa kabar, oma dan opa sehat kan?” Tanya Neyna yang masih merangkul oma


Walaykumsalam,,,kalian sudah datang, alhamdulillah opa dan oma sehat nak,,kalian sehat kan? Gimana kandungan kamu, sudah berapa minggu nak?” Tanya oma.


“Alhamdulillah kami sehat oma, Yang didalam sini juga sehat, udah jalan 33 minggu oma, do’ain kami sehat terus ya oma, sampai kita ketemu nanti” Ucap Neyna sambil mengelus perutnya


Melihat keakraban Neyna dengan oma, dia merasa bahagia, ada kehangatan keluarga yang sudah lama dirindukannya.


“Ini oma,,Neyna masakin opa pudding nanas, pasti opa suka” Ucap Wanda sambil meletakkan bungkusan yang dibawanya diatas meja dapur.


“Kamu masak nak? Harusnya kamu gak perlu repot - repot nak, kamu kan lagi hamil, mana perutnya udah segede ini, pasti kamu gampang lelah, tapi makasi ya nak, opa pasti suka banget dibawain pudding, apalagi buatan cucu menantunya, udah pasti enak” puji oma sambil tersenyum bahagia


“Siapa dulu suaminya oma,,” Ucap Wanda sambil merapihkan kerah bajunya, oma tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya itu.


“Udah nak,,kamu duduk aja ya, nanti kamu capek,disini udah banyak yang bantuin oma, ohya..kalau mau temui opa, opa ada diteras belakang ya” ucap oma lalu melanjutkan masakannya.


Lalu Wanda menarik tangan Neyna untuk menemui opa diteras belakang.


“Assalamu’alaikum opa,,opa apa kabar?” Ucap Neyna sambil meraih tangan opa lalu mencium nya, Wanda pun mencium tangan opa dan memeluknya.


“Walaykumsalam, kalian sudah datang,,kabar opa baik,,kalian berdua sehat kan? Kandungan kamu gimana nak,,udah berapa bulan?” Tanya opa


“Alhamdulillah baik opa, kandungan Ney juga baik, udah 8 bulan” Jawab Neyna


“Syukurlah kalau begitu, jadi!perkiraan kapan akan lahirannya nak?” Tanya opa lagi


“Yeee..si opa gak sabaran banget ya,,sabar opa, nanti juga kita confrensi pers kok,,upss” Ucap Wanda sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


“Kamu ada - ada aja nak” Ucap opa sambil tersenyum.


Kemudian Neyna pamit pada opa untuk membantu oma didapur, sedang Wanda duduk menemani opa mengobrol.


“Opa, Ney ke dapur dulu bantuin oma ya” ucap Neyna


“Ya sudah,,pergilah nak, jangan kerja yang berat - berat, nanti kamu terlalu capek” opa mengingatkan Neyna


“siap opa,,Neyna Cuma bantu sedikit doang kok” jawab Neyna


“Iya sayang,,jangan terlalu capek ya, kamu jadi Tim icip- icip aja deh!” Ucap Wanda, Neyna hanya tersenyum mendengar ucapan Wanda.


Semua yang didapur sedang sibuk menyiapkan menu makan siang. Tak lama terdengar suara klakson mobil masuk dihalaman rumah opa, Rania dan keluarganya sudah tiba.


“Itu bude mu sudah datang, ayo kita keruang tengah” ajak opa, Wanda pun membantu opa berdiri, lalu opa mulai berjalan dengan tongkatnya, semenjak pulang dari singapur opa memang sudah bisa berjalan tapi tidak begitu kuat, jadi harus dibantu dengan tongkat kecil untuk tumpuan ia berjalan.


Sesampainya di ruang tengah atau ruang keluarga, opa dan Wanda menyambut kedatangan Bude Rania dan keluarganya,


“Assalamu’alaikum papa, apa kabar papa hari ini?” Sapa bude Nia sambil mencium tangan dan pipi opa


“Walaykumsalam nak, papa baik kok, kalian semua apa kabar? Anak - anak ikut semua kan, kemana mereka?” Tanya opa mencari - cari keberadaan para cucunya yang belum terlihat oleh nya.


“ada kok pa, lagi pada turuni barang - barang mereka, Wanda apa kabar nak, sehatkan?” Sapa bude Nia dan Wanda pun meraih tangan Nia lalu menciumnya


“Alhamdulillah baik bude, yang lain kemana?” Tanya Wanda


“Pak de lagi turunin barang sama anak- anak, istri kamu mana nak?” Tanya Nia


“Ada,,lagi didapur Sama oma” Ucap Wanda, tak lama oma dan Neyna muncul dari dapur.


“Assalamu’alaikum mama,,mama sehat kan? Eh...ini istri Wanda kan, siapa namanya bude lupa nak?” Sapa Rania


“Walaykumsalam,,mama sehat kok,,kalian semua sehat kan? Iya ini istri Wanda Neyna” ucap oma yang dibalas anggukan dan senyuman Neyna, lalu dia mencium tangan bude Nia


“Iya bude, Neyna istri Wanda” Ucap Neyna yang sedikit gugup, sedang Wanda melirik kearah luar mencari - cari apakah Bram datang juga.


Setelah seluruh keluarga bude Rania masuk dan mereka saling bersalaman, oma pun mengajak mereka untuk duduk berkumpul diruang keluarga sambil menunggu hidangan yang sedang dipersiapkan para ART.


“Bu,,hidangan sudah siap dimeja” Ucap ibu Rahayu


“Oh..iya..makasi yu,,ayo semua kita ke ruang makan, oma sudah masak banyak buat menyambut kalian semua, ayo mari...” ajak oma pada semua yang ada diruang keluarga tersebut.


Opa duduk disebelah utara meja makan yang terbuat dari marmer, oma duduk disisi kanan opa, Wanda duduk disisi selatannya, Neyna duduk persisi disebelah kanan Wanda, Altrialman duduk disisi sebelah kiri opa, kemudian disebelah Altrialman istrinya yaitu bude Rania, Rheina duduk disebelah bude Nia, sedangkan Bima Duduk disebelah Oma.


Wanda bernafas lega karena Bram tidak datang, begitu juga Neyna yang tadinya merasa tegang akhirnya merasa tenang.


Mereka memulai santap siang mereka hari itu, dengan sesekali ngobrol ringan di meja makan. Setelah mereka selesai makan, Oma meminta pada ART menghidangkan desert yang dibawa Neyna dan beberapa buah potong.


“Mama, dulu mama gak pernah buat pudding nanas dengan fla coklat seperti ini, ini resep baru ya ma?” Tanya bude Nia ke oma


“Memang ini bukan masakan mama, ini tuh Neyna Yang masak nak, dia tuh pinter masak, walaupun perutnya udah besar begitu tapi dia masih rajin aja” Ucap oma


“Ohyaa..Neyna yang masak? Wah Neyna pinter banget ya, aku pingin dapat menantu Yang pinter masak kaya Neyna ini deh ma” Ucap bude Nia


Uhuukk...uhukk..


Tiba - tiba Neyna terbatuk mendengar ucapan Bude Nia, dengan sigap Wanda memberikan segelas air putih ke Neyna


“Minum dulu sayang,,,” Ucap wanda Yang paham akan keterkejutan Neyna atas ucapan Bude Nia, begitu juga Rheina yang menatap kearah Neyna, dia sangat mengenal Neyna dari kakaknya, karena Bram selalu curhat soal Neyna pada adik perempuan semata- wayangnya itu.


“Pelan - pelan nak,,” Ucap oma ke Neyna, lalu bude Nia melanjutkan obrolannya,


“itu tuh si Bram paling susah banget disuruh pulang, betah banget di Papua sana, aku tuh takutnya dia kecantol Sama cewek papua ma, kalau sampai beneran kecantol, bisa - bisa gak pulang - pulang, aku sama papanya udah mau kenalin dia Sama anak temen kita, tapi dianya gak pernah pulang, gimana mereka mau ketemuan coba, duuhh..! Nia jadi setres mikirin Bram” Ucap Nia


“Mungkin dia udah punya Pacar atau calon yang akan dikenalkan, mungkin juga pekerjaannya belum bisa ditinggal, nanti kalau sudah bisa ditinggal dia bakalan pulang kok, sekalian mengenalkan calon pilihan dia” Ucap oma menenangkan Nia


“Bener kata mama mu, dulu Wanda juga begitu, tugas dikalimantan, gak pulang - pulang, sampai papa sakit dan dirawat di ICU, baru dia mau pulang” Ucap opa.


Wanda melirik Neyna yang terdiam, sedangkan Rheina menatap ke arah Neyna dan Wanda. Rania dan Altrialman pernah sekali dikenalkan Bram pada saat Bram akan berangkat kuliah ke Bandung, tapi karena hanya sekali perjumpaan, mereka tidak begitu mengingatnya.


“Masa Iya sih, harus dapat kabar begitu baru dia mau pulang, kemarin juga pernah dikabari begitu pa, memang dia langsung pulang, tapi setelah itu dia pergi lagi, janjinya hanya beberapa bulan, tapi sampai saat ini gak pernah pulang, aku khawatir Sama dia pa, keasyikan kerja jadi lupa mikirin masa depannya” khawatir Nia


“Coba telpon dia sekarang, minta dia pulang, mana tau saat melihat kita berkumpul begini, ada keinginannya untuk pulang” Ucap opa


“Oh Iya..papa bener juga, coba aku vc ya” ucap bude Nia


Neyna langsung bangkit dari duduknya, wanda menarik tangannya dan menatap Neyna dengan tatapan bertanya,


“Aku mau ke toilet sebentar” Ucap Neyna, lalu Wanda pun melepaskan tangan Neyna.


Didalam toilet, Neyna tidak bisa lagi membendung air matanya yang sejak tadi ditahannya, ada rasa sakit didadanya, mendengar nama Bram disebut, ada rasa bersalah yang berseliweran dikepalanya.


Sementara itu masih di meja makan, bude Nia mulai menghubungi Bram dengan panggilan vidio. Panggilan pun tersambung


“Assalamu’alaikum mama, apa kabar papa dan mama sehat?” Ucap Bram diseberang yang terdengar jelas oleh semua Yang ada di meja makan


“Walaykumsalam nak,,kami baik disini, kamu gimana kabarnya sehat kan? Ohyaa..mama, papa Sama adik - adik lagi dirumah opa ini, masakan oma enak banget nak, apalagi istrinya Wanda,,pinter masak juga nak, pokoknya kamu harus sharing ke sepupu kamu ini deh gimana tips - tips mencari istri yang pinter masak kaya Neyna ini, kamu harus buruan pulang deh, kenalin ke mama papa calonnya kamu, mama Sama papa itu udah gak sabar liat kamu nikah nak” Ucap Nia panjang lebar pada putra sulungnya itu, Wanda terdiam mendengar nama a Neyna disebut,


“Iya mama, nanti kalau Bram pulang, Bram kenalin ya,,tapi sekarang kerjaan Bram belum bisa ditinggal ma, ntar kalau udah selesai Bram pulang kok, udah dulu ya ma?” Ucap Bram


“Kamu tuh kebiasaan, kalau udah disinggung masalah nikah, langsung deh buru - buru mau dimatiin, pokoknya mama gak mau ya kamu nikah sama orang Papua, bisa makin gak pernah pulang kamu,,!” Ucap Nia


“Iya,,mama baik - baik ya, sehat terus papa Sama mama disana, ohya,, sehat - sehat juga opa dan oma ya, love you all bayy,,Assalamu’alaikum” ucap Bram. Tutup Bram.