Deja Vu

Deja Vu
77. pencarian Opa



Dirumah opa, Harry sedang berbincang serius dengan opa diruang keluarga. Semenjak Harry ditugaskan membantu opa untuk misi penting dan rahasia opa, Harry hanya berkantor Dirumah opa saja, sesekali dia keluar jika ada perintah dari opa.


“Jadi gimana, udah kamu temukan dimana alamatnya?” Tanya opa


“Sudah pak, ternyata mereka juga memiliki rumah tinggal dikota ini, tapi memang mereka jarang kesini, namun salah satu anaknya atau lebih tepat putrinya tinggal dirumah mereka yang disini karena sedang melanjutkan sekolah nya pak” terang Harry


“Begitu ya,,dimana anak -anaknya,,sudah kamu cari tau?” Tanya opa


“Sudah pak, yang paling besar laki - laki sudah selesai kuliah dan sedang bekerja di Papua, yang kedua perempuan yang menempati rumah mereka yang disini sedang kuliah di universitas Pelita Harapan pak, lalu yang ketiga anak laki - laki yang masih sekolah SMU dan bersekolah dikota XX tinggal bersama kedua orang tuanya pak” terang Harry.


“Sekarang mereka sedang berada dimana, disini apa dikota XX?” Tanya opa


“Saat ini mereka sedang disini pak, karena kemarin suami nya melakukan check up dirumah sakit” Jawab Harry


“Memangnya sakit apa suaminya itu?” Tanya opa


“Sepertinya penyakit jantung pak, dan anak sulungnya juga sedang berada disini” ucap Harry


“Baiklah Har,,terima kasih ya” ucap opa


“Sama - sama pak, permisi” pamit Harry pada opa.


Opa duduk terdiam sejenak, memikirkan semua keterangan yang didapatkan Harry.


“Sepertinya memang sudah saatnya...” ucap opa pelan sambil menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya.


Keesokan harinya, Wanda berada dikantor, ponselnya berbunyi


“Hallo bro,,,iya gimana?” Jawab Wanda


“Bro..lo lagi sibuk gak? Siang ini bisa kerumah sakit gak, hasil cek darah lo udah keluar nih” ucap Rian


Siang Ok ntar gua kesana ya, thanks” Wanda menutup.


Menjelang makan siang, Wanda bergegas menuju rumah sakit menemui Rian yang akan mengambil hasil cek darahnya, sebelum pergi, Wanda mengetuk ruangan Neyna,


Tok..tok..


Ya..masuk..


“Kamu udah makan? “Tanya Wanda


“Belum,,nanggung nih,,dikit lagi,,emang kenapa?” Tanya Neyna


“Gak apa,,cuma mau ingatin makannya jangan sampai telat, ntar kamu sakit lagi” ucap Wanda


“Hemm...jangan khawatir, kalau lapar kan aku makan gak perlu disuruh juga” ucap Neyna sambil masih menatap layar laptopnya.


“Aku keluar sebentar ada perlu, kamu gak pingin sesuatu?” Tanya Wanda.


Neyna hanya menggelengkan kepalanya dan masih serius menatap laptopnya.


Wanda pun keluar dari ruangan Neyna menuju lift, Nadia memperhatikan dari kejauhan dengan tatapan penuh selidik


“Apa - apaan ini!! Sejak kapan bos nyamperin ruangan bawahannya, yang ada bawahan yang dipanggil keruangan bosnya,,ini pasti ada apa - apanya ini!! Dasar perempuan jalan*!!” Gumam Nadia.


Sesampainya Wanda Dirumah sakit, dia pun langsung masuk menuju ruangan Rian,


Tok..


Tok..


Ya..masuk..


“Hei bro,,silahkan duduk,,dari kantor lo?” Tanya Rian


“Iya...lagi gak terlalu sibuk jadi gua langsung kesini aja, Jadi gimana hasilnya?” Tanya Wanda


Sejenak Rian menarik nafas dan menghembuskannya, sedikit berat untuk mengucapkannya, Rian hanya menyerahkan hasil pemeriksaan darah Wanda.


Wanda meraih amplop putih tersebut, wajahnya sedikit tegang, perlahan dibukanya amplop tersebut lalu membacanya.


“Jadi menurut lo gua harus apa bro?” Tanya Wanda


“Udah berapa lama lo merasakan keluhan - keluhan itu?” Tanya Rian


“Kurang lebih sebulan apa dua bulan gitu” jawab Wanda


“Sebenarnya gua berat buat nyampein ini ke elu, tapi mau gak mau lu wajib tau,,,stadium akhir..” ucap Rian pelan


“Udah separah itu ya? Selain kemo apa gak ada jalan lain bro?” Tanya Wanda, yang diketahuinya untuk penyakit leukemia stadium akhir, hanya dengan melakukan kemotherapy, radioterapi dan pencangkokan sumsum tulang belakang.


“Yah cuma salah satu dari ketiga cara itu lah jalan untuk penyembuhannya” ucap Rian


“Kalau pencangkokan sumsum tulang belakang berarti kita harus mencari pendonor dan juga harus cocok kan?” Tanya Wanda


“Benar,,kalau kamu punya saudara kandung misalnya atau orang tua,,biar kita cek kesesuaiannya” terang Rian


“Gua gak punya saudara bro,,gua anak tunggal,,kedua orang tua gua juga udah meninggal, mungkin gua mewarisi penyakit ini dari ibu gua yang meninggal karena leukemia” ucap Wanda dengan suara berat.


Rian menepuk pundak Wanda mencoba menguatkan,


“Sabar bro,,,coba kita pikirkan jalan pengobatannya” ucap Rian menenangkan Wanda, kemudian Wanda berpamitan pada Rian.


“Gua balik dulu,,thanks bro” ucap Wanda pada Rian sambil menepuk pundak Wanda memberikan semangat.


Diperjalanan balik menuju kantornya, pikirannya melayang, ingin rasanya dia berteriak, merasa Tuhan tidak adil padanya.


“Ya Tuhan,,kenapa disaat aku mulai ingin meraih kebahagiaan, disaat kebahagiaan itu udah ada digenggaman kau akan mengambilnya kembali, izinkan aku mencicipi kebahagiaan ini, hanya kali ini Tuhan, aku tak minta yang lain, aku hanya ingin melihat anakku lahir ke dunia ini, memeluknya, menciumnya dan mendengar tangis dan derai tawanya”


Mata Wanda terlihat tergenang, sambil menatap jalanan, terlihat dia menghapus butiran bening yang jatuh dari sudut matanya.


Mobil Wanda memasuki gerbang utama kantornya, diserahkannya kunci mobil pada security untuk diparkirkan, dia pun berjalan masuk melalui pintu utama menuju lift khusus.


Didalam lift dia menatap amplop putih hasil pemeriksaan dari rumah sakit tersebut, pintu lift terbuka, dia pun keluar dari lift menuju ruangannya.


Sebelum menuju ruangannya, Wanda mendengar ada suara ribut dari arah menuju ruangan Neyna, Wanda pun mendekat.


Terlihat Nadia sedang terlibat adu mulut dengan Neyna Didepan pintu ruangan Neyna.


“Emang dasar wanita jala** lo ya!! Lo anak baru udah berani - beraninya merayu pak Wanda, sampe lo dapat posisi jadi sekretarisnya, pake jampi - jampi lo ya,,?! Gua aja yang udah bertahun - tahun kerja disini gak senekat elo!! ohh..iya gua lupa,,lo kan memang wanita jala** gak tau malu dan gak punya harga diri” ucap Nadia sambil menunjuk kearah wajah Neyna.


“Sorry gua gak punya waktu ribut - ribut sama lo ya!! Lagian,,kenapa sih lo kaya nya gak senang banget gua jadi sekretarisnya pak Wanda, kenapa,,apa lo mau jadi sekretaris juga, tapi gak diangkat gitu?!! Kesian banget lo ya!! Udah tampil maksimalis dengan pakaian yang minimalis tapi lo gak dilirik juga,,gua kasian liat idup lo!! mending otak lo aja diisi yang berfaedah, dari pada lo sibuk ngurusin idup orang lain, yang ada lo setres,,” ucap Neyna sambil berlalu meninggalkan Nadia, namun Nadia yang terlalu jengkel dengan segala ucapan Neyna, dia langsung menarik kasar tangan Neyna,


“Heh...wanita jala**!! Lo belagu banget ya!! Emang dasar perempuan murahan lo!! Gua rasa lo ngelamar kerja bukan pake surat lamaran kali ya, tapi pake tubuh lo,,sampe - sampe lo hamil !!” Teriak Nadia hingga karyawan lain mendengarnya dan itu memang rencana Nadia untuk mempermalukan Neyna.


Wanda yang sedari tadi mendengarkan pertengkaran mereka, langsung berjalan mendekat dengan sorot mata yang penuh amarah,


“Nadia....!! Jaga ucapan kamu!!” Teriak Wanda dengan geram


Sontak Nadia dan karyawan yang lain terkejut,


“Ada masalah apa kamu dengan Neyna, saya perhatikan kamu selalu saja mengganggu Neyna, ada apa sebenarnya?!” Tanya Wanda pada Nadia dengan tatapan tajam


“Mmm..gggaak ada apa - apa pak, saya minta maaf!” Ucap Nadia tertunduk


“Kenapa, apa karena dia jadi sekretaris saya? Iya? Sampai kamu memfitnah dia melamar pekerjaan dengan tubuhnya! Keterlaluan sekali kamu,,asal kamu tau dan kalian semua yang ada disini, saya kasi tau, Neyna ini adalah istri saya,,jadi berhenti kalian membicarakan apalagi menjelekkan nya, kalian dengar semua?!! Kalau masih ada lagi saya dengar yang membicarakan tentang dia, akan berhadapan dengan saya, paham kalian?!!” Ucap Wanda tegas.


Wanda beranjak sambil menggenggam tangan Neyna, semua mata tertuju pada mereka tapi tidak ada yang berani berbicara.


Hai...hai...semua..


Masih mau tau kelanjutan kisahnya?? Jangan lupa kasi like, vote, hadiah dan komen nya ya gaes...author senang banget kalau di komen, di like apalagi dikasi hadiah,,(ngarep...hihihi..).


makasi semua Happy reading gaes.🙏🏻😊


Salam,


La Shakila 🌷