
"Kita menuju ke mana?" tanya Siyeon ketika Taeyong membawanya ke sebuah bukit di dekat hutan yang berwarna hitam tadi, penampilan Taeyong berubah menjadi hijau sejak membawa Siyeon dari jangkauan sang iblis tadi.
"Kita akan susah untuk keluar dari sini, karena iblis sudah menemukanmu. Maka, ia tidak akan membiarkan kita bebas keluar dari kawasan kekuasaannya," jelas Taeyong membuatnya menahan nafas, jadi mereka akan terjebak di dalam sini dengan waktu yang tak di ketahui. Sungguh, Siyeon seharusnya berhati-hati sehingga iblis tak menemukannya.
"Apakah kita akan terjebak di sini?" tanya Siyeon yang memperhatikan pria yang bersamanya sedang mengawasi keadaan sekitar mereka dengan mata hijau menyalanya.
"Kita bisa keluar dari sini, tetapi kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Semua jalan keluar sudah di tutupi oleh iblis. Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari sini," ujar Taeyong yang masih fokus dengan pandangannya. Mungkin, pria itu sedang mencari keberadaan iblis yang sewaktu-waktu akan menemukan mereka.
Siyeon hanya terdiam dan memejamkan kedua matanya, rasa sakit di tubuhnya masih belum pulih. Kekuatannya seperti terserap habis oleh cahaya hitam itu. Rintihan kecil keluar dari bibirnya membuat Taeyong yang sedang mengawasi pergerakan iblis langsung mengalihkan pandangannya ke arah Siyeon yang terlihat kesakitan dengan memegang kepalanya. Taeyong mendekat ke arahnya dan memegang pundaknya dengan lembut.
"Beristirahatlah dan aku akan menjagamu, kekuatanmu akan kembali pulih setelah kau beristirahat. Cahaya hitam itu sangat berbahaya dan bisa membunuhmu, ia akan menguras darahmu sampai habis kalau kau masih terjaga," ujar Taeyong menatap khawatir ke arah Siyeon yang sangat pucat, bibirnya sangat putih seperti salju.
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Siyeon id sela-sela kesadarannya.
"Kau tak perlu banyak bicara, sekarang tidurlah!" titah Taeyong membuat Siyeon tidak bisa membantahnya, tubuhnya semakin lemah dan ia tidak kuat untuk membuka kedua matanya yang mulai memberat. Taeyong menaruh kepala Siyeon di bahunya, pria itu menaruh tangannya di atas kening Siyeon, sebuah cahaya hitam keluar dari tangannya dan mulai merambat ke kepala Siyeon. Perlahan bibir Siyeon kembali berwarna merah.
"Syukurlah aku tidak terlambat untuk menyelamatkanmu, kalau saja aku terlambat. Mungkin kau bisa tiada di tangan iblis atau oleh cahaya sialan itu," Taeyong mengembuskan nafasnya, pria itu menatap lekat wajah lelah Siyeon yang berada di dekapannya.
"Kita akan selalu bersama, aku akan melindungimu," wajah Taeyong mendekat ke arah Siyeon. Pria itu mencium kening Siyeon sangat lama, untuk menyalurkan perasaannya.
"Aku mencintaimu, Siyeon Lambency," lirih Taeyong sebelum membuat sebuah lingkaran hitam yang menutupi tubuh mereka berdua. Lingkaran yang tidak akan terlihat oleh siapa pun termasuk iblis, sehingga mereka dapat beristirahat dengan tenang. Tanpa takut nyawa mereka akan lenyap ketika membuka kedua matanya nanti.
"Dengan lingkaran ini, ia tidak akan menemukan keberadaan kita. Kekutanku juga mulai melemah dan aku juga butuh istirahat," Taeyong mulia menutup kedua matanya yang terasa berat, pria itu memeluk erat tubuh Siyeon agar wanita itu merasakan kehagatan.
Iblis yang kehilangan jejak Siyeon menggeram marah, ia tahu kalau mereka mash berada di kawasannya. Karena, semua akses untuk keluar sudah di tutup dengan kekuatannya. Ia tidak menyerah untuk mendapatkan Siyeon, wanita yang sangat membahayakan dirinya.
"Panglima crystal hijau akan ku lenyapkan kau bersama ratu sialan itu!" seru iblis dengan suara menggelegarnya. Petir mulai bergemuruh di langit, wajah sang iblis sekilas terlihat ketika petir datang. Sedangkan Siyeon dan Taeyong tidak mendengar apa-apa, karena lingkaran hitam yang di buat itu sangat kuat sampai menguras kekuatan Taeyong.
"Putraku yang sangat nakal itu, akhirnya kebali juga. Aku sangat merindukannya," iblis menyeringai lebar memperlihatkan dua taring di gigi atasnya.
"Aku akan mencari keberadaan putraku," iblis itu mulai terbang mengelilingi hutan yang sangat menyeramkan bagi orang lain. Tapi. Baginya hutan yang di lewatinya adalah hutan yang sangat indah dengan sekelebat bayangan yang sering berkeliaran dan juga bau-bau anyir seperti darah membuatnya senang, aroma yang sangat wangi.
"Siyeon masih tertidur dan aku merasakan kalau iblis itu mulai mendekati ke arah kita," Taeyong membuka kedua matanya setelah terlelap sejenak. Ia merasakan kehadiran iblis yang mulai mendekat ke arahnya. Dengan cepat pria itu menggendong Siyeon dan menghilang pergi menjauh tempat tersebut, bola hitam yang di buat olehnya sudah musnah dan kembali masuk ke dalam tubuhnya. Dengan kilatan hijau, Taeyong sudah menghilang.
Tak selang beberapa lama, iblis sampai di tempat Siyeon dan Taeyong berada tadi. iblis itu menatap sekitarnya dengan tatapan merah menyala. Ia tidak merasakan sebuah kekuatan lain, di tempatnya berdiri. Kepala bergerak dengan perlahan, ia menghirup aroma yang ada di sekitarnya dan lagi-lagi ia tidak merasakan apa-apa.
"Bocah sialan mempermainkan Ayahnya," kesal iblis, karena ia sudah tidak merasakan kehadiran sang putra di sekitar kawasannya.
"Aku akan menyurh prajurit untuk mencarinya dan membawanya pulang. Sebentar lagi, aku akan membunuh ratu dari crystal putih dan aku sangat memerlukan kekuatan putraku. Aku tidak akan membiarkannya kembali berkeliaran sampai dirinya di angkat menjadi raja kegelapan penggantiku," jelas iblis itu dan menghilang begitu saja ketika cahaya hitam menutupi tubuhnya.
Taeyong membawa Siyeon ke sebuah danau yang cukup jauh dari hutan, danau yang di tutupi oleh gunung-gunung hitam. Tidak akan ada yang bisa menemukan mereka di danau tersebut. Karena, memang tidak ada yang tahu kalau di belakang gunung yang menutupi wilayah crystal hitam terdapat sebuah danau empat warna yang sangat indah.
"Kita di mana?" tanya Siyeon yang sudah membuka kedua matanya. Taeyong yang ssedang menatap ke arah danau langsung berbalik dan menatap Siyeon yang sedang mengusap kedua matanya. Taeyong melangkah mendekati wanita itu.
"Kita berada di sebuah danau yang tersembunyi dari kawasan crystal hitam," jawab Taeyong membuat Siyeon langsung menatap ke arah depan, matanya berbinar ketika melihat danau empat warna yang begitu indah. Taeyong yang melihatnya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya, ketika Siyeon memainkan air di danau itu.
"Kenapa kita bisa sampai di sini?" tanya Siyeon yang masih belum mengalihkan pandangannya dari danau, senyum bahagian tidak pernah luntur dari bibir Siyeon membuat Taeyong juga ikut tersenyum senang melihatnya.
"Tadi, iblis menemukan keberadaan kita. Tapi, sekarang kita sudah aman dan kau tidak perlu takut lagi," jelas Taeyong.
"Aku tidak akan pernah takut, kalau kau di sisi dan selalu bersama."
TBC...