
Seusai menikmati nasi goreng masakan Wanda, Neyna berkomentar
“Kamu lagi ngirit ya?” Ucap Neyna dengan wajah tak berdosa
“Ngirit? Maksud kamu apa sayang? Tanya Wanda gak ngerti atas ucapan Neyna
“Ya ngirit duit,,,kok pake masak segala, mending juga kita makan di restauran yang didepan situ jadi kamu gak perlu repot - repot buat masak” Ucap Neyna santai
“Ya elaa...sayang,,katanya kamu suka Yang romantis, ini tuh romantis sayang,,aku udah susah payah lo masak buat kamu,,kok kamu malah bilang aku ngirit sih? Apa masih kurang belanja yang aku kasi selama ini? Mau aku tambah kartu unlimited lagi?” Ucap Wanda
Neyna tersenyum geli, sambil mencubit dagu Wanda,
”yeee,,,gitu aja marrraahh ah,,aku kan Cuma becanda, lagian belanja yang kamu kasi aja masih utuh, gimana gak utuh, orang aku gak boleh kemana - mana, dirumaaahh mulu udah kaya anak pingit!! aku kan sekali - kali pengen jalan bareng temen - temen aku, nongkrong di mall gitu, ini boro - boro nongkrong di mall, nongkrong dihalaman rumah sendiri bareng teman - teman aja gak boleh,,masa aku harus terus bareng kamu, bosan tau!!” Keluh Neyna panjang lebar.
Wanda tersenyum sambil menaikkan alisnya
“Emang kamu mau nongkrong Sama siapa?” Tanya Wanda
“Aku pengen nongkrong bareng sahabat - sahabat aku, ada Rosi, Caca dan Mimi,,aku kan pengen tau kabar mereka juga” Ucap Neyna
“Ok lah kalau begitu,,kamu boleh kok undang mereka kerumah, eittsss!! Tapi ingat,,cuma yang cewek aja ya,,yang cowok No..!!” Ucap Wanda.
“Yess!! Makasi sayang..mmmuaah” spontan Neyna mengecup pipi Wanda. Karena mendapat lampu hijau dari Wanda untuk bertemu dengan teman- temannya, setidaknya dia bisa mencari tau tentang dirinya.
Wanda pun melotot mendapat perlakuan yang tidak biasa dari Neyna, sambil dia memegang pipinya yang terkena ciuman Neyna
“Sayang...yang sebelah sini juga minta,,katanya harus adil gak boleh tebang pilih”ucap Wanda masih dengan ekspresi terkejutnya sambil menunjuk kearah pipinya yang satu lagi
Sambil masih tersenyum lepas, Neyna mendaratkan bibirnya di pipi Wanda. Wanda kegirangan, meraih pinggang Neyna kemudian memeluknya erat lalu mencium kening Neyna
“Makasi ya sayang,,,udah mau jadi istri aku” ucap Wanda lembut
“Emang dulu aku gak mau ya jadi istri kamu?” Tanya Neyna polos
Wanda langsung gugup,,kemudian mengalihkan pembicaraan mereka
“Ehh,,,kita masuk ke tenda yok,,aku ngantuk sayang” ucap Wanda sambil memasang wajah nakal
“Aaahhh,,,nanti dulu,,kita liat langit dulu,,banyak bintang malam ini” tolak Neyna karena dia tau kalau Wanda tidak benar - benar mengantuk
“Dari dalam tenda aja liatnya, udah gerimis nih,,nanti kamu sakit” ucap Wanda sambil menaruh tangannya diatas kepala Neyna agar kepala Neyna tidak terkena hujan.
Mereka pun masuk kedalam tenda. Seperti yang sudah Neyna duga, Wanda kembali melancarkan aksinya.
Keesokkan harinya Neyna sudah bangun terlebih dahulu dan bersih - bersih, sementara Wanda masih tertidur
“Nda,,bangun udah pagi,,ayo kamu shalat shubuh dulu” ucap Neyna membangunkan Wanda, selama mereka menikah Neyna tidak pernah mengingatkan Wanda untuk shalat, namun kali ini dia akan merubah sikapnya ke Wanda, toh dia adalah suamiku, jadi kami harus saling mengingatkan untuk kebaikan, pikir hati Neyna.
Namun beberapa kali Neyna membangunkan Wanda tidak ada jawaban. Kemudian Neyna menyentuh Wanda
“Kamu demam? Tubuh kamu panas sekali?” Ucap Neyna
Kemudian Neyna mengambil sapu tangan untuk mengompres dahi Wanda. Membangunkannya dan memberinya minum.
Sudah satu jam, Wanda belum bangun dari tidurnya, Neyna meraba dahi Wanda masih tetap panas. Neyna mengambil kotak obat yang ada di mobil Wanda.
Neyna mengambil obat penurun panas dan pengukur suhu tubuh. Namun ketika Neyna mendekat ke tubuh Wanda, Neyna terkejut melihat darah keluar dari hidung Wanda
“Ya ampun!! Nda,,hidung kamu berdarah,,kamu mimisan ya? Wanda ayo bangun” ucap Neyna sambil membangkitkan tubuh Wanda yang lemah, agar darah tidak masuk ketenggorokan.
Neyna menutup lubang hidung Wanda dengan kain tissue.
“Obat apa yang biasa kamu minum, biar aku ambil?” Tanya Neyna yang terlihat panik.
Wanda hanya menggelengkan kepala. Darah nya sudah berhenti, Neyna pun bertanya
“Kamu memang sering mimisan?” Tanya Neyna
“Belakangan ini aku sering mimisan, gak tau kenapa, mungkin aku kelelahan sayang, makasi ya kamu udah nolongi aku” ucap Wanda pelan
“Kamu ngomong apa sih Nda,,kamu demam, kita pulang sekarang aja ya, selesai sarapan kita langsung jalan?” Tanya Neyna, Wanda pun mengangguk setuju.
Setelah mereka selesai sarapan direstauran yang ada di sekitar camping ground, mereka pun bergegas pulang. Wanda pun masuk kemobil.
Wanda masih terlihat lemas, Neyna terus memperhatikan Wanda
“Gak tau deh sayang, kepala aku pusing banget ini” ucap Wanda sambil memegang kepalanya.
“Udah biar aku yang setir, kamu pindah sebelah sini ya” ucap Neyna sambil keluar dari mobil berpindah ke kursi kemudi.
“Kamu yakin bisa?” Tanya Wanda memastikan, dia khawatir Neyna trauma akibat kecelakaan mereka kemarin
“Lah,,,sebelumnya kan aku udah biasa nyetir kan ? Udah kamu tenang aja, pindah gih” Ucap Neyna menyuruh Wanda berpindah kesebelah kiri.
Neyna menurunkan sandaran kursi yang diduduki Wanda agar posisinya lebih nyaman dan menyelimuti tubuh Wanda dengan jaket Neyna.
Wanda bahagia sekali mendapat perlakuan seperti itu. Wanda memejamkan matanya dengan posisi tubuh miring ke kanan menghadap neyna, sesekali dia membuka matanya mencuri pandang.
Sebenarnya dalam hati Neyna, dia masih kurang yakin apakah dia memang benar - benar bisa nyetir sebelumnya, dia hanya modal nekat nyetir agar mereka cepat sampai kerumah.
Neyna mulai menghidupkan kunci kontak dan menekan tombol start engine, Wanda terduduk lemah di sebelah kiri Neyna.
Sambil mengucap bismillah Neyna pun mulai menginjak kopling dan pedal gas.
Dalam hati Neyna merasa gugup, apakah benar dia dulu bisa nyetir, dengan bermodalkan ingatannya yang tersisa dia mulai melajukan mobil dan mulai memutar kemudi.
Neyna meyetir dengan hati - hati, padahal sebelum kecelakaan itu dia sangat lihay, karena waktu kuliah dia sudah terbiasa berangkat kekampus di peghujung waktu jam masuk.
Neyna menoleh ke Wanda dan meraba tubuh Wanda yang masih demam
“Kita langsung kerumah sakit aja ya?” Ucap Neyna, Wanda mengangguk setuju.
Sesampainya dirumah sakit, Neyna langsung membawa Wanda keruang IGD. para dokter pun langsung menanganinya.
Ditempat lain, Reza masih penasaran perihal Neyna Yang sudah menikah dengan Wanda, lalu dia menghubungi Rosi
“Halo Ci,,lo dimana? Ada yang mau gua tanya ke elu, kita ketemuan makan siang ya, ajak Mimi juga” Ucap Reza, Rosi pun setuju.
Saat jam makan siang, Reza sudah tiba duluan ditempat Yang sudah mereka sepakati dan tak lama Rosi dan Caca muncul.
“Udah lama lo Za?” Tanya Rosi
“Lumayan,,emang kalo janjian Sama calon ibu - ibu komplek suka ngaret ya!” Ucap Reza
“Yaelaa...Za,,gaya lu,,kaya gak pernah ngaret aja” celetuk Mimi.
“Terus lu ngajakin kita ketemuan ada apa nih,,lo mau nanya apaan?” Tanya Rosi to the point.
“Kita pesen - pesen dulu ya” ucap Reza sambil melambaikan tangan pada pelayan restoran.
Setelah selesai memesan makan mereka, Reza mulai bicara
“Kemaren itu gua ketemu sama Neyna di camping ground kebun teh sono, emang dia gak ingat gua sih, jadi gua memperkenalkan diri gua lah, terus dia tanya apakah dulu kita sahabat dekat, ya aku bilang dekat banget, terus gua ingatin kalau dia bersahabat ada 4 orang, ya gua sebutin lah satu per satu nama - nama lo pada ya kan, dia ingat” terang Reza
“Alhamdulillah,,gua kira Neyna lupa ama kita Ci,,syukurlah kalau dia ingat”
“Terus dia bilang apa lagi? Dia Cuma sendirian?” Tanya Rosi
“Naahh itu yang jadi masalahnya, dia ngenalin gua ke suaminya, Ehh gua kira dia nikah sama si Bram, pas gua liat tu cowok nongol, wajahnya kok gak asing, gua ingat - ingat lagi,,rupanya dia nikah sama si Wanda musuh lamanya itu ya? Kok bisa Ca?” Ucap Reza
“Ah..panjang ceritanya, ntar deh gua ceritain, sekarang tuh yang jadi masalah, si Wanda memanfaatkan Neyna yang lupa ingatan, jadi dia sengaja menjauhkan Neyna dari kita - kita temen nya, sampai - sampai nomor ponselnya Neyna juga digantinya, jadi kita gak bisa beehubungan dengan Neyna lagi, biar Neyna gak kembali keingatan masa lalunya” Ucap Rosi.
“Neyna tuh gak cinta Sama si Wanda itu, dia tu dijodohin Za,,jadi sebenarnya Neyna udah buat perjanjian pranikah berlaku satu tahun, setelah itu Neyna mau minta cerai, tapi sekarang Neyna gak ingat apa - apa” Mimi menambahi.
Kenapa kalian gak nemui Neyna? Secara kalian sahabatnya?” Tanya Reza
“La ntu dia masalahnya Za, si Wanda gak mau kedatangan kita kesitu itu membuat ingatan Neyna pulih” Ucap Mimi
“Yang lebih parahnya lagi, kita tuh gak boleh nemui Neyna dirumah, setiap kami datang selalu dilarang Sama satpam dirumahnya,,kesel banget gua! Sepertinya dia mau mencuci otak Neyna! Umpat Rosi.
“Terus hubungan dia Sama Bram gimana? Bukannya waktu reunian malam itu Bram melamar Neyna kan?” Tanya Reza
“Hah..entah lah Za! Dari situ lah awal mula kemarahan Wanda, dia langsung merebut Neyna dari Bram dan membawanya kemobilnya dan akhirnya terjadilah kecelakaan Yang membuat Neyna seperti sekarang ini” terang Rosi
“kasian banget si Nenot, gak bisa bersatu dengan cinta pertamanya, jadi sekarang karena Neyna lupa ingatan dia mau mencuci otak Neyna ni pasti,,makanya lu pada gak boleh maen kerumah dia,,wahhh!! Keterlaluan si Wanda itu!” Ucap Reza
“Ya...kita bisa apa coba, secara emang dia berhak atas Neyna, dia suaminya” Ucap Rosi