Deja Vu

Deja Vu
46. Amnesia



Neyna masih menatap tanpa ekspresi satu persatu wajah mereka yang sangat dekat dengannya.


Kemudian mama mendekat mencoba mengingatkan Neyna akan sosoknya


“Sayang ini mama nak,, kamu ingat mama kan Ney ?” Tanya mama sambil masih meneteskan air mata


Neyna tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya. Hal yang sama juga dilakukan papanya, dia juga masih tetap menggelengkan kepala.


Rosi, Caca dan Mimi juga mencoba membuka ingatan Neyna namun masih sama, dia tidak mengenal mereka.


“Sakit...sakit sekali!!” Teriak Neyna sambil memegang kepalanya, saat dia mencoba mengingat mereka semua.


“Sudah..sudah...tidak usah dipaksa,,kamu istirahat dulu ya” ucap dokter, dan memanggil Wanda keruangannya.


Wanda pun menuju ruangan dokter tersebut dengan wajah panik.


“Gimana keadaan istri saya dokter, apa benar dia mengalami amnesia?” Tanya Wanda


“Istri anda mengalami Amnesia Retrograde, untuk amnesia jenis ini, pengidapnya tidak bisa mengingat informasi atau kejadian yang terjadi sebelum periode tertentu. Biasanya terjadi sebelum mengalami kecelakaan” dokter menjelaskan dengan bahasa kedokteran yang dipahami Wanda.


Wanda menghapus kasar wajahnya, terlihat khawatir.


“Tolong jangan paksa dia mengingat sesuatu yang membuat dia harus berfikir keras, karena itu akan memicu sakit kepala yang hebat” terang dokter dan Wanda pun mengangguk paham.


Kemudian dokter kembali keruangan Neyna dan memberikan obat. Setelah selesai memberikan obat pada Neyna, dokter pun beranjak keluar.


Wanda memberi penjelasan pada kedua orang tua Neyna perihal amnesia yang dialami Neyna.


Mama tak kuasa menahan tangisnya, dia menangis sambil memeluk Neyna erat - erat.


Wanda yang melihatnya semakin merasa bersalah, karena semua ini tidak akan terjadi kalau saja dia tidak mengikuti Neyna.


“Ya Tuhan...aku lah penyebab semua ini, akulah yang menyebabkan mama menangis, aku lah yang membuat istriku tak mengenali kedua orang tuanya”


Wajah Wanda terlihat sedih dan muram. Dia tidak pernah membayangkan akan terjadi seperti ini.


Rosi dan yang lainnya mencoba menenangkan mama Neyna.


Setelah itu Rosi, Rendy, Caca dan Mimi berpamitan pada kedua orang tua Neyna dan Wanda.


Didalam mobil, mereka berencana memberi kabar pada Bram


“Kak,,aku telpon kak Bram aja ya, untuk memberi kabar tentang Neyna?” Tanya Rosi ke Rendy


“Iya,,telpon aja sayang, Bram harus tau” ucap Rendy


Rosi pun meraih ponselnya dan memencet nomor kontak Bram.


“Hallo kak Bram, kakak lagi dimana?”


“Dirumah Ros,,kenapa, apa yang terjadi dengan Neyna ?” Tanya Bram khawatir


“Neyna udah sadar kak, sebaiknya kakak kerumah sakit ya” ucap Rosi tetapi dia tidak memberi tau perihal Neyna yang mengalami amnesia.


“Oh..Ok Rosi, kakak lagi siap - siap kok, kalian masih disana ?” Tanya Bram


“Gak kak, kita udah balik, Rosi ada sedikit urusan” ucap Rosi


“Ok,,thanks ya Ci” ucap Bram menutup telpon.


Diperjalanan menuju rumah sakit, Bram sedikit lega Neyna sudah sadar.


Tok..


Tok..


“Assalamu’alaikum” ucap Bram dari balik pintu ruangan Neyna


“Walaykumsalam,,” ucap papa dan mama.


“Gimana kabar Neyna om?” Tanya Bram ke papa Neyna


“Neyna sudah sadar nak” ucap papa


Wanda yang duduk disamping tempat tidur Neyna menatap Bram.


lau Bram mendekat dan menyapa Neyna


“Assalamu’alaikum Ney, gimana udah enakan?” Tanya Bram


Tidak ada ekspresi apa - apa, dia hanya menatap lekat wajah Bram.


kemudian Neyna berucap


“Kamu siapa, apa kita pernah ketemu sebelumnya?” Tanya Neyna


Bram terkejut, langsung bertanya ke Wanda


“Neyna kenapa? Apa yang terjadi?”


“Neyna mengalami amnesia, yang membuat dia tidak ingat sama sekali”


Bram terlihat sangat shock mendengar ucapan Wanda. Lalu dia beralih menatap kedua orang tua Neyna, mama Neyna mulai terisak


“Iya nak, Neyna amnesia, dia juga tidak mengingat kami, bahkan diri dia sendiri dia tidak ingat nak” ucap mama


Bram terdiam, lalu menatap wajah Neyna lekat - lekat, namun Neyna tidak bereaksi apa - apa.


“Tapi wajahnya, wajahnya seperti aku kenal, wajahnya tidak asing, siapa dia?” Tanya Neyna ke Wanda yang berada tepat disebelahnya


“Aku Bram Neyna, yang biasa kamu panggil dengan sebutan kak Bram” ucap bram bersemangat


“Tolong bantu aku mengingat dia, dia seperti tidak asing bagiku, tolong aku!” Ucap Neyna ke Wanda


Wanda tidak berucap apa - apa, dia hanya mengangguk dan menghapus lembut punggung Neyna menenangkan nya.


“Ney,,,bahkan disaat seperti ini, hanya wajahnya yang tidak asing bagi mu Ney, begitu kuat ingatanmu tentang dia sampai mengalahkan ingatanmu tentang kedua orang tua mu dan aku Ney, sebesar itu pengaruhnya bagimu Neyna, baiklah,,,mulai hari ini aku akan membuat ingatan baru untukmu, yang isinya hanya ada aku Neyna ya,,,hanya aku” ucap Wanda dalam hati.


“Sakiiitt...sakit..sakit sekali!!” Teriak Neyna sambil memegang kepalanya karena dia memaksa mengingat Bram.


Wanda langsung memeluk Neyna


“Udah..udah..jangan dipaksa Ney, kamu istirahat ya,,jangan terlalu dipaksa” ucap Wanda menenangkan Neyna.


Bram tidak bereaksi, dia hanya diam menatap kondisi Neyna.


Kemudian dia duduk bersama kedua orang tua Neyna


”Neyna kenapa om? Apa yang terjadi?” Tanya Bram pada papa Neyna


“Neyna mengalami amnesia nak, jadi semua ingatan dalam memori otaknya hilang akibat benturan keras dikepalanya, kami saja tidak diingatnya nak, bahkan dirinya sendiri dia tidak ingat” terang papa


Bram mengangguk paham, kemudian berucap


“Apa tidak bisa disembuhkan om?” Tanya Bram


“Menurut dokter bisa disembuhkan dengan Terapi okupasi. Terapi jenis ini mengajarkan untuk mengenalkan informasi baru dengan ingatan yang masih ada. Itulah salah satunya nak” terang papa Neyna.


Bram mengangguk mengerti, sambil matanya menatap kearah Wanda yang sedang menenangkan Neyna dalam dekapannya.


“Ya Tuhan,,hatiku perih sekali melihat dia memeluk Neyna, ingin rasanya aku menenangkannya, memeluknya dan memberi kenyamanan pada Neyna. Namun kenyataannya saat ini dia memang lebih berhak atas Nya”


Setelah Neyna tertidur, Wanda mengajak Bram keluar ruangan untuk berbicara.


“Ada apa?” Tanya Bram


“Aku rasa kamu udah tau hubungan aku dengan Neyna seperti apa kan?” Ucap Wanda


“Iya aku tau, terus kenapa?” Ucap Bram sedikit kesal


“Aku harap kamu gak perlu terlalu sering menemui istriku, karena sekarang statusnya sudah berbeda” ucap Wanda mengingatkan


“Aku tau kok, aku juga tau kalau Neyna sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini dan satu lagi, aku juga tau soal perjanjian pranikah yang sudah kalian sepakati, satu tahun” ucap Bram tegas


Wanda terkejut mendengar ucapan Bram namun ekspresinya tetap tenang.


“Lantas, kamu akan tetap mempertahankannya?” Tanya Wanda


“Aku akan ikhlas kalau Neyna memang menyetujui dan


Menginginkan pernikahan ini dan itu juga harus benar - benar keluar dari mulut Neyna!” Ucap Bram


Wanda tersenyum sinis


”baiklah,,kalau begitu,,kita liat aja sejauh mana kesabaranmu, karena ini akan memakan waktu lama untuk mengembalikan ingatan Neyna” ucap Wanda yakin


“Baiklah,,,aku siap” jawab Bram tenang. Sambil berlalu pergi meninggalkan Wanda yang masih berdiri.


Ditatapnya Bram sambil ia tersenyum


“kamu yakin sekali Bram, baiklah kalau kamu maunya begitu”


*Pesan Author ***🌷


Ucapan kita adalah do’a,,,maka ucapkan lah yang baik - baik agar kelak menjadi do’a buat kita. Neyna yang selalu mengucapkan kata - kata meminta pada tuhan untuk menghapus Wanda dari ingatannya akhirnya terkabul. Saat ini dia benar - benar lupa semuanya. **


Jadi pesan Author, jangan ngomong sembarangan yak,,,karena akan menjadi do’a yang suatu saat bisa saja terjadi. 🙏🏻


Hai..hai...


siap - siap baper yah,,,biar author makin semangat lagi, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like, komen, vote dan hadiahnya,,,buat mood booster author yes 😁


Makasi sebelumnya, tetap sehat dan tetap semangat💪🏻🙏🏻


Salam,


La Shakila🌷