
Setelah telpon dengan Rheina terputus Bram pun langsung menuju lemari dan membukanya.
Didalam lemari hanya ada baju kaos putih dan celana boxer dan pakaian dalam, begitu juga dengan Neyna, dia hanya mendapati satu - satunya lingeri berwarna krim transparan dengan panjang hanya sampai satu jengkal diatas lutut.
Mereka berdua saling pandang melihat apa yang tersedia didalam lemari
“Kak,,,ini serius,,cuma ada ini didalam lemari ?” Ucap Neyna masih tidak percaya
“Iya sayang,,gak ada lagi yang lain”
“Astaga,,,bisa masuk angin kalau begini ceritanya kak,,” ucap Neyna masih mengenakan bathrobe.
“Ambil hikmahnya aja ya,, berarti kita lagi dikerjain mama yang dibantu Rheina, kita nikmati aja, berarti mereka pengen kita cepat - cepat kasi adek buat Rey” ucap Bram menggoda Neyna
“Ihh....mulai nakal ya!! Sana mandi gih,,!”
“Siyap..! Bentar ya sayang, tungguin ya,,cupp” sambil berlalu Bram pun sambil mengecup pipi Neyna.
Tidak ada pilihan lain, Neyna pun mengganti bajunya dengan lingeri yang hanya satu - satunya itu, kemudian setelah dia melaksanakan shalat isya, Neyna langsung menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam selimut.
Selesai mandi, Bram terlihat segar keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang.
Bram pun mengganti baju nya dengan baju yang tersedia untuknya. Bram pun langsung melaksanakan shalat isya, usai shalat dia langsung bergabung dengan Neyna.
“Sayang...udah tidur ?” Ucap Bram
“Hmm...” jawab Neyna
“Kok tidur sih,,” ucap Bram sambil menarik selimut yang menutupi wajah Neyna
“Dingin...malu juga!” Ucap Neyna yang masih terlihat hanya wajahnya saja.
“Dingin..? Makanya sini biar dipeluk, kok malu sih, sama suami sendiri lo ini bukan suami orang” goda Bram
“Yee...emang Ney wanita apaan!! Nyebelin!!” Kesal Neyna sambil menutup kembali wajahnya dengan selimut.
“Iya deh...maaf ya sayang...jangan ngambek dong,,buka dong selimutnya?”
Neyna terlanjur kesal atas ucapan Bram tadi,dia masih tetap menutup tubuh dan wajahnya dengan selimut.
Bram pun mulai menggoda Neyna dengan gombalan receh
“Sayang,,kamu tau gak bedanya kamu sama DPR,, kalau DPR itu Dewan Pimpinan Rakyat, kalau kamu The One and Only in My Heart”
“Gak mempan!!” Ucap Neyna masih bersembunyi dibawah selimut
“Ok..Ok... sayang,,, cintaku ke kamu itu kayak kecoak, tak akan punah dimakan zaman” goda Bram lagi
“Emangnya Ney kecoak!! Gak lucu!!” Ucap Neyna masih bersembunyi
Namun tiba - tiba Bram berucap,
“Sayang...ada kecoak..” mendengarnya Neyna sukses melonjak dari tempat tidur hingga selimut yang menutupi tubuhnya terlepas
“Hah....kecoak..!! Manaaa...?!!”
Wajah Bram pun tertawa bahagia melihat tingkah Neyna yang sukses membuat dia keluar dari selimutnya.
“Gak ada kecoak kok,, cuma salah liat,, sini peluk..” ucap Bram
“Ihh..jahil banget ya,,awas ya,, tunggu balasan Ney”
“Kapan ? Sekarang ?” Ucap Bram sambil tersenyum nakal
“Ihh...paan sih sayang,,,jahil banget ya!! Sekarang kakak tuh udah pinter gombal ya, cabul lagi!”
“Ya kan gak apa - apa gombal dan cabul sama istri sendiri, udah sah kemana - mana juga,,,sayang...kamu cantik banget pakai lingeri ini, kamu sengaja mau menggoda ya?”
Neyna yang baru sadar kalau tubuhnya sudah tidak ditutupi selimut lagi, dia pun langsung menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.
Bram pun perlahan mendekat, dengan tatapan nakal, membuat Neyna mundur perlahan, hingga mentok menabrak tempat tidur.
“Sa...sayang kamu ma..mau apa...?” Ucap Neyna terbata
Kali ini Neyna tidak melawan, hanya tubuhnya mulai bergetar mendapat sentuhan - sentuhan Bram, kemudian Bram menghadap kan wajahnya persis Didepan wajah Neyna
“Sayang.....”
tap...
Suasana tiba - tiba gelap, karena Bram mematikan lampu. Tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi, bahkan author sendiri, jadi author tidak bisa melanjutkan.
\*\*\*\*\*
Sebulan kemudian, acara resepsi
ngunduh mantu pun digelar di salah satu hotel terbesar milik opa di ibukota. Begitu banyak tamu undangan yang menghadiri untuk memberikan ucapan selamat dan do’a untuk kedua mempelai.
Setelah acara berakhir, keluarga masih berkumpul di ballroom hotel, kemudian Fahri mendekati Bram dan Neyna
“Ney, Bram,, kakak mau ngasih ini nih, untuk kado pernikahan kalian, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warohmah ya, do’a in kakak cepat nyusul ya Ney” ucap Fahri sambil memberikan amplop berwarna putih.
“Apa ini kak,,?” Ucap Neyna sambil membuka amplop pemberian kakaknya itu.
“Kamu kan suka mawar ya, jadi di Bulgaria itu biasanya ada festival bunga mawar di musim semi kaya gini, jadi kamu bisa bebas deh liat mawar dengan segala warna dan rupa disana” ucap Fahri
“Aaaa....kakak kok baik banget sih,, terharu deh,, Makasi ya kakakku sayang yang paling cakep dan baik hati” ucap Neyna sambil memeluk kakaknya itu
“Iya sama - sama,, giliran dikasi hadiah aja, kita dibilang cakep, dasar adek tengil !!” Neyna hanya memanyunkan bibirnya
“Makasi ya kak, malah kita belum kepikiran mau honeymoon” ucap Bram
“Nanti kalian hubungi teman kakak disana ya, dia asli Bulgaria dia bakal kasi tau ke kalian destinasi yang bagus - bagus disana”
“Teman kakak cowok apa cewek nih? Pasti cewek deh,, cewek lo ya kak? Cie..cie...kayak nya udah kecantol sama bule nih!!” Goda Neyna
“ cewek, temen kuliah kakak, tapi beda jurusan, namanya Joanna ntar kakak kasi contact nya”
“Pertanyaan Ney belum dijawab kak,, pacar kakak ya?”
“Dasar nih anak!! Udah punya anak juga masih kepo luar biasa,, kalau emang Iya kenapa,, gak boleh?”
“Hahaha...mamaa,,,siap - siap learning English ma, bentar lagi dapat mantu bule,, mba Muni,, good job,, jauh - jauh hari udah belajar bahasa inggris, siap - siap mba, praktek langsung Sama orang bule” goda Neyna pada mba Muni Yang Sejak dulu sudah minta diajari bahasa inggris.
“Wah...tenanan iki mas Fahri?! Welahdalaahh,,,!! Ngimpi opo aku ki yo,,” Ucap mba Muni dengan wajah berbinar, membuat semua Yang ada tertawa melihat tingkah mereka.
“Ihh...emang dasar lemes nih mulutnya!!” Kesal Fahri pada adiknya itu, sontak mama langsung menginterogasi Fahri secara empat mata.
Neyna pun tertawa girang mendapati kakaknya Yang cemberut akibat ulahnya itu.
Dua hari Setelah acara resepsi ngunduh mantu digelar dan mereka akan berangkat honeymoon ke Bulgaria.
Sebelum mereka berangkat, Neyna, Bram dan membawa Reyhan juga, mereka jiarah ke makam Wanda, setelah selesai jiarah mereka pun langsung pulang kerumah.
Honeymoon pengantin baru kali ini sedikit beda, biasanya pasangan pengantin baru akan honeymoon hanya berdua saja tapi untuk Bram dan Neyna, mereka akan membawa serta Reyhan.
“Nak,,,kalian yakin mau bawa Rey, ntar kalian terganggu lo, udah Rey tinggal aja Sama oma dan opa, lagian nanti Rey kecapean lagi diperjalanan, disini juga banyak yang jagain Rey, ada opa dan oma, ada mama dan papa kamu Bram, ada Rheina juga, Rey gak bakal kesepian, dia pasti senang” Ucap oma
“Iya Bram, kasihan Rey kan masih kecil, nanti dia kecapean dibawa jalan jauh, soalnya dia belum pernah jalan sejauh ini, biar lah dia tinggal bersama kami” Ucap mama Rania
“Gak apa oma, mama, lagian kan Rey bisa dekat mamanya, pastikan dia lebih happy bersama mamanya, ntar kalau dia kangen mamanya ataupun mamanya Yang kangen gimana? Lagian kalau dia sakit atau gak enak badan, disana kan ada rumah sakit, tinggal dibawa kerumah sakit aja kan” Ucap Bram
“Tapi kan cuaca disana Sama disini tuh beda nak, untuk anak bayi sekecil Rey itu sangat rentan, mama takut Rey kenapa - napa disana” Ucap mama Rania
“Gak apa ma, Ney udah siapin semua perlengkapan Rey, vitamin, obat - obatan semua udah Ney siapin, kita Cuma gak mau ngerepotin semua, sementara kita enak - enakan honeymoon, oma dan yang lain malah jagain Reyhan, ini kesepakatan kita berdua kok ma”
“Ya sudah kalau keputusan kalian begitu, tapi ingat lo ya, Reyhan jangan sampai terlalu capek, terus kalian jangan keluar malam - malam, ntar Rey masuk angin” pesan mama Rania
“Siyap laksanakan!!” Ucap Bram sambil menghormat.
Kemudian mereka pun diantar oleh supir, mama, papa Bram, Rheina juga ikut mengantarkan mereka, sementara mama dan papa Neyna sudah kembali ke kita XX karena ada sedikit urusan yang harus di selesai kan papa Neyna, sedang Fahri juga sudah kembali bersama kedua orang tuanya, menghabiskan sisa liburannya yang sudah akan berakhir.
Tak lama terdengar suara panggilan dari pengeras suara untuk para penumpang pesawat yang membawa Neyna, Bram dan Rey untuk segera menaiki pesawat.
Mereka pun berpamitan pada kedua orang tua Bram dan juga Rheina.
“Duuhh cucu oma ganteng,, oma bakal kangen banget seminggu gak Peluk- peluk si ganteng kesayangan baik budi cucu oma Sayang, sehat - sehat ya nak, kalau papi kamu nakal, bawa kamu keluar malam- malam, cubit aja ya nak, jangan mau dibawa jalan malam-malam, nanti kamu masuk angin” Ucap mama Rania sambil menggendong dan memeluk Reyhan
“Ughh...anak nya onty, baik - baik ya nak, salam Sama bule - bule cakep disono ya, terus jangan lupa bawa in onty oleh - oleh ya” pesan Rheina sambil memeluk Reyhan
“Kita berangkat ya pa, ma, Rhe, Assalamu’alaikum” ucap Neyna
“Walaykumsalam”
Kemudian mereka bertiga pun berjalan menuju gerbang keberangkatan.
Setelah mereka sampai didalam pesawat, Neyna mulai memasang penutup telinga pada Rey, dan mereka memasang sabuk pengaman.
Walau ini bukan kali pertama Neyna menaiki pesawat, tapi dia selalu merasa tegang, saat pesawat akan tinggal landas, Bram Yang melihat Neyna begitu tegang, dia pun mengambil alih memangku Reyhan kemudian meraih tangan Neyna dan menggenggamnya memberi Neyna kekuatan.
Pesawat pun mulai memasuki landasan pacu, perlahan pesawat mulai take off meninggalkan landasan.
Keluarga kecil itu pun berangkat menuju destinasi honeymoon mereka Yang tak biasa karena ada Rey diantara pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia itu.
T A M A T
Hai...para readers semua...
Terima kasih masih tetap setia mengikuti karya perdana aku yang masih sangat banyak kekurangan ini.
Terima kasih juga atas, support, komen, like, dan hadiahnya dari teman - teman semua. Jangan bosan untuk terus mengikuti karya ku, boleh juga kritik dan sarannya sangat ditunggu dari para readers sekalian, karena aku yang masih butuh banyak belajar dan terus belajar lagi.
Ditunggu karya ku berikutnya yang insyaallah dalam waktu dekat akan segera meluncur dengan judul
HIGHT QUALITY JOMBLO
Yang pastinya gak kalah seru dengan karya ku sebelumnya.
Akhir kata Terima kasih sudah membersamai ku dalam empat bulan ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan penulisan Yang banyak terjadi, mudah - mudahan kedepannya aku akan lebih baik lagi. See you guys @ HIGHT QUALITY JOMBLO🙏🏻
Salam..
La Shakila 🌷