
Pagi itu diapartemen, Neyna yang sudah tidak bekerja lagi, setelah melaksanakan shalat subuh, dia langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Neyna yang sudah membeli bahan masakan saat masih dirumah opa, dia pun langsung memasak.
Rencananya pagi ini Neyna akan memasak nasi goreng sea food plus jus jeruk hangat. Tidak membutuhkan waktu lama, Neyna sudah selesai memasak, karena memang dia hobi memasak hanya saja saat dulu masih bekerja dia jarang sekali memasak, hanya saat week end dia baru menyentuh alat dapur diapartemennya.
Wanda terbangun mencium aroma yang sangat lezat dari masakan Neyna. Dia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Wanda keluar dari kamarnya menuju dapur, melihat Neyna sudah tidak ada didapur namun diatas meja makan sudah tertata makanan sarapan untuknya lengkap dengan jus jeruk hangat dan buah potong.
Mendapatkan pemandangan seperti ini wajah Wanda tersenyum sumringah,
“Mana bisa aku jauh dari kamu Ney? Hanya dengan nikah pake perjanjian aja kamu udah buat aku baper kaya gini, gimana kalau nikah tanpa perjanjian,,ahhh,,,kamu memang istri idaman ya,,jutek - jutek tapi masih perhatian sama aku haaahh.. berasa jadi suami benerannya kamu aku,,upsss emang suami beneran lah,,masa boongan” gumam batin Wanda sambil senyum - senyum sendiri di meja makan.
Tak lama Neyna keluar dari kamarnya sudah rapi seperti mau pergi.
Melihat Neyna yang sudah berpakaian rapi, Wanda pun bertanya
“Sayang,,Makasi ya udah masakin aku sarapan,,kamu pagi - pagi udah wangi banget mau kemana sih?” Goda Wanda yang tau Neyna paling benci dipanggil dengan kata sayang.
“Aku punya nama bagus pemberian orang tua aku, bisa kan kamu panggil namaku?” Ucap Neyna jutek
“Duuhh galak ammat sih ditanyai suami, suami kan sayang sama istrinya, gak salah dong aku panggilnya sayang,,sayangnya aku” ucap Wanda sambil menaik turunkan alisnya.
Melihat tingkah Wanda seperti itu, Neyna memasang ekspresi jijik. Lalu dia mengambil piringnya untuk sarapan.
“Suaminya gak diambili lagi nasinya, berpahala lo berbakti pada suami” ucap Wanda sambil mengarahkan piring kosongnya ke hadapan Neyna.
Neyna hanya menatap jutek lalu meraih piring yang diberikan Wanda kemudian mengisinya dengan nasi goreng sea food yang dimasaknya tadi dan menyerahkan nya.
“Makasi ya sayang,,aku senang deh di masakin kamu, tiap hari ya masakin suaminya, biar suaminya sehat dan bahagia selalu, ohyaa... sayang mau diantarin kemana pagi - pagi? Goda Wanda
“Aku mau kepartemenku, mau bersih - bersih sekalian mengambil mobilku” ucapnya singkat
“Mau suami temenin? Ntar kamu diculik lagi,,ya..ya..ya..suami temenin ya?” Pinta Wanda
“Gak perlu,, kamu anterin aja aku kesana, nanti aku pulang sendiri bawa mobil” ucap Neyna
“Baiklah,,kalau sayang maunya begitu” ucap Wanda sambil menyuap nasi goreng kedalam mulutnya.
Selesai sarapan, Neyna mencuci piring bekas makan mereka kemudian beranjak kekamarnya mengambil tas tangannya.
“Udah siap,,,kita berangkat sekarang?” Ucap Wanda, Neyna hanya mengangguk.
Mereka pun berjalan menuju lift untuk turun. Sesampainya di basemen, Wanda dan Neyna langsung menuju posisi parkir mobilnya.
Mobil Wanda pun berjalan keluar dari pintu utama apartemen.
“Jadi beneran nih gak mau ditemenin suami?” Tanya Wanda
“Ihhh...heboh deh!! Kan udah aku bilang gak perlu, aku bisa sendiri kok!” Jawab Neyna kesal
“Baiklah kalau begitu, suami akan antar ke apartemen ya” ucap Wanda sambil tersenyum
Tiba - tiba Wanda menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan membuka sabuk pengamannya
“Kok berhenti, kamu masih ingat gak jalan menuju apartemen ku?” Tanya Neyna
Lalu Wanda mendekat kesisi kiri kearah Neyna, sampai wajah mereka hanya berjarak beberapa centimeter dan mata mereka saling beradu pandang
“Kamu mau apa?! Jangan macam - macam ya,,ntar aku teriak nih?!” Ancam Neyna
“Siapa yang mau macam - macam sayang, aku cuma mau pasangkan sabuk pengaman kamu, kamu suka lupa pasang” ucap Wanda sambil meraih tali sabuk pengaman Neyna dan memasangkan nya.
Neyna yang tadi sudah menahan nafas karena sikap Wanda, akhirnya dia menghembuskan nafasnya merasa lega.
“Fyuuhhh”
“Kamu jangan coba macem - macem ya,,ingat perjanjian kita!!” Ucap Neyna mengingatkan
“Lebih dari itu juga pernah kita lakukan sayang,,jangan pura - pura lupa deh” ucap Wanda santai
“Emang kita pernah melakukan apa?” Tanya Neyna
Sambil masih tersenyum nakal Wanda berucap,
“Yaa...yang biasa dilakukan sepasang pengantin baru lah, masa kamu lupa sih sayang?” Goda Wanda
Wanda pun tersenyum sambil memutar jarinya Didepan bibirnya mengisyaratkan mengunci mulutnya lalu membuang kuncinya keluar jendela mobil.
Setelah tiba diparkiran apartemen milik Neyna, dia pun turun dari mobil, kemudian Wanda menggodanya lagi,
“Beneran nih gak mau dibantuin suamik??” Ucap Wanda dengan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, Neyna melotot dan mengepalkan kedua tangannya,
“Iiihhhhh....!!pergi gaaakk!! Buat emosi aja deh!!” Ucap Neyna kesal.
Kemudian mobil Wanda pun pergi meninggalkan apartemen Neyna. Masih dengan wajah sumringah bahagia karena sudah berhasil menggoda Neyna, Wanda melihat dari kaca spion mobilnya,
“Uhgg..paling suka liat wajah kesel dan juteknya, jadi keingat masa sekolah dulu” ucap Wanda sambil memutar kemudinya menuju kantor.
Malam harinya dirumah opa, Neyna sudah tiba terlebih dahulu dan sedang menyiapkan makan malam dibantu para ART, sedangkan opa, oma dan kedua orang tua Neyna sedang duduk santai diruang keluarga.
Terdengar suara klakson mobil Wanda memasuki halaman rumah, oma pun memanggil Neyna,
“Neyna,,,itu suami kamu pulang nak” ucap oma, namun dasar Neyna yang merasa tidak memiliki suami, dia masih didapur membereskan hidangan di meja makan.
Kemudian oma beranjak menuju ruang makan menemui Neyna,
“Nak,,,suami kamu sudah pulang, ayo disambut nak, tinggalkan saja pekerjaan kamu, biar mereka yang urus” ucap Oma.
Neyna masih bingung apa yang harus dilakukannya untuk menyambut suaminya pulang kantor, dia hanya membukakan pintu untuk Wanda, mama Neyna yang merasa tidak enak, langsung mendekati Neyna dan mengarahkannya,
“Suami pulang itu dicium tangannya nak, terus bawakan tasnya,,ihhh..gimana sih Ney?” Ucap mama, Neyna hanya tersenyum kikuk sambil meraih tangan dan mencium tangan Wanda dan meraih tas laptop yang dipegang Wanda.
Wanda tersenyum melihat wajah Neyna yang canggung melakukannya.
“Assalamu’alaikum” ucap Wanda sambil meraih dan mencium tangan opa, oma dan kedua mertuanya.
“Walaykumsalam nak,,baru pulang? Gih bersih - bersih dulu, setelah itu kita makan malam bareng - bareng ya” ucap oma, Wanda pun mengiyakan dan langsung menuju kamarnya dilantai dua, Neyna pun mengikuti dari belakang.
“Mereka masih malu - malu” ucap oma ke mama Neyna sambil tersenyum.
Didalam kamar, Neyna meletakkan tas laptop Wanda diatas meja, lalu menghempaskan tubuhnya diatas sofa.
“Sayang kenapa,,gak ikhlas ngelakuinnya?” Ucap Wanda
Neyna hanya menatap Wanda, kemudian dia mengambil baju ganti untuk Wanda dan neyna pun keluar menuju balkon.
Menatap langit malam yang bertaburan bintang dan tiupan angin yang membelai rambutnya, Neyna memejamkan matanya.
Membayangkan apa benar yang diucapkan Wanda kalau mereka pernah melakukan apa yang biasa dilakukan oleh sepasang pengantin baru, matanya terpejam namun wajahnya meringis ingin menangis, sambil menggigit bibirnya.
“Ya Tuhan..apa benar yang dikatakannya,,apa saja yang sudah terjadi saat aku amnesia? sungguh aku tidak terima kalau sampai apa yang diucapkannya benar terjadi”
“Sayang,,kamu lagi apa? Ayo kita turun, mereka sudah menunggu di bawah” ucap Wanda
Neyna pun tersadar dan membuka matanya, menoleh kesebelah kanannya, Wanda sedang tersenyum menatapnya
“Huwaaa...!! Ngapai lo disini?” Ucap Neyna kaget
“Ya mau ngajakin kamu turun untuk makan malam, kamu ngapai sendirian disni? Pasti kamu sedang mengenang saat kita berduaan diatas genteng situ kan?” Goda Wanda
“iiihhhhh...!! Diam gak, aku gak mau dengar!!” Teriak Neyna sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan sambil berlari meninggalkan Wanda.
Wanda tertawa puas karena berhasil menggoda Neyna dan membuat Neyna kesal.
Selesai makan malam, dan masih diruang makan,
“Ney,,sudah kamu putuskan, kamu mau bekerja di perusahaan opa?” Tanya papa Neyna
“Mmm...Neyna takut gak bisa pa, nanti jadi buat malu opa” ucap Neyna melakukan penolakan
“Siapa yang akan menilai kamu bisa atau tidak bisa, kan suami kami sendiri? Pastinya nanti dia akan membimbing kamu kok, lagian opa yakin kamu pasti bisa” ucap opa menguatkan Neyna.
Wanda melirik kearah Neyna, yang terlihat berusaha melakukan penolakan secara halus,
“Iya,,bener apa kata opa sayang, kamu itu cerdas, pasti kamu bisa membantu aku, kalau kira - kira kamu terbentur, kamu kan bisa langsung tanya ke aku” ucap Wanda dengan mimik wajah penuh kemenangan
“Iya nak,,coba saja dulu, mudah - mudahan kamu bisa” tambah oma
Neyna merasa tidak enak untuk menolaknya, hingga akhirnya dia menyetujui bekerja diperusahaan Opa, Wanda pun tersenyum puas.
Setelah selesai makan malam, mereka pun berpamitan pada opa, oma dan kedua orang tua Neyna.