
Wanda memarkirkan mobilnya dihalaman sebuah restauran mewah. Lalu turun dan membukakan pintu Neyna. Setelah Neyna turun, Wanda kembali merenggangkan lengan kirinya untuk menggandeng Neyna. Neyna pun tersenyum sambil menggandeng lengan Wanda.
Mereka menuju meja yang sudah dipesan Wanda sebelumnya. Setelah itu mereka langsung membuka buku menu
“Sayang kamu mau makan apa?” Tanya Wanda ke Neyna
“Nda,,kok kita kesini sih? Kenapa gak ke restoran jepang aja, Atau caffe gitu,, aku tuh kurang suka masakan yang berbau- bau Eropa gini” Ucap Neyna
“Kamu kan sukanya yang romantis, di restauran Jepang tuh gak romantis, ya disini tempatnya romantis, berasa makan di istana Buckingham kan?” Ucap Wanda
“Apaan,,,gak ah,,,musiknya juga gak ok,,,mending ada live band gitu kan asik, kita cabut aja yok!” Ajak Neyna
“Loh,,,kita kan belum pesan apa - apa sayang, kita pesen makan dulu ya?” Ucap Wanda
“Boddo amat!! pokoknya aku gak mau makan disini, kalau kamu mau makan disini ya udah, aku pulang naik taxi, minta ongkos!” Pinta Neyna sambil mengarahkan telapak tangannya ke Wanda.
Melihat tingkah Neyna Wanda tersenyum geli, kemudian berucap
“Mau pulang tapi minta ongkos, gak modal banget ya” ledek Wanda
“Ohh...ya udah,,aku pulang aja, ntar taxinya aku suruh kekantor kamu ambil ongkosnya!” Ucap Neyna kesal.
Wanda semakin tergelak, melihat kelakuan Neyna yang mulai terlihat keras kepalanya
“Ok..ok..kita pindah ya, terus kamu mau makan dimana?” Tanya Wanda
“Pokoknya aku mau makan dicaffe yang ada live musiknya, terserah deh dimana” Ucap Neyna
Kemudian mereka pun meninggalkan restauran mewah tersebut. Sambil memutar kemudi, Wanda mencari caffe yang ada live musiknya, akhirnya Wanda pun menemukannya.
“Naahh,,,gini kan enak,,tempatnya out door, jadi bisa sambil liat bintang, ada band nya juga,,,makasi ya” ucap Neyna dengan manis.
“Iyya,,,tapi tuh kita kalau makan disini jadi salah kostum sayang, baju kita terlalu formal, aku pake stelan jas terus kamu pake dress dan highhells begitu, udah kaya mau kondangan” keluh Wanda yang masih berdiri diparkiran
“Ssttt...berisik ah! Tinggal dibuka aja jasnya, susah amat,,sini” Ucap Neyna sambil membuka jas Wanda kemudian membuka kancing lengan kemeja Wanda dan menggulungnya sampai sebatas siku, Wanda hanya memperhatikan Neyna
“Naahh ini kan udah gak formal, udah ah,,,hayuuk kita masuk” ajak Neyna sambil menggandeng lengan Wanda
Mereka pun masuk ke caffe tersebut dan memilih tempat yang tidak jauh dari panggung live bandnya.
Mereka membuka buku menu dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan yang mereka pesan, Neyna terlihat senyum sumringah mendengar kan musik Yang dimainkan band tersebut, sesekali dia ikut menyanyikan lagunya, lagu dari Crowded House Yang berjudul Don’t Dream It’s Over.
Wanda yang duduk didepan Neyna hanya memperhatikan sambil sesekali tersenyum melihat tingkah Neyna. wanda bergumam dalam hati
“Ney,,aku gak pernah liat kamu sebahagia ini selama kita menikah, ternyata sesederhana ini membahagiakan kamu Ney, mudah - mudahan kamu terus begini, jangan pernah berubah, seperti kata lagu ini Ney,,DON’T DREAM IT’S OVER, aku akan menghapus ingatan masa lalumu dan yang ada hanya aku dalam hatimu”
Melihat Neyna yang sangat bersemangat ikut bernyanyi, vokalis band tersebut pun memanggil Neyna keatas pentas untuk menyanyi bareng
“Dari tadi saya liat mba yang berbaju dress hitam sangat bersemangat sekali, gimana kalau mba nya nyanyi bareng kita disini, boleh ya mas?” Ucap vokalis band itu meminta izin ke Wanda, Wanda tersenyum dan mengangguk.
Neyna pun naik keatas pentas bergabung dengan mereka. Mereka pun mulai menyanyikan lagu permintaan Neyna.
Lagu yang sering dinyanyikan Bram dan juga disukai Neyna. Dengan senyuman yang terpancar diwajah Neyna, membuat lesung pipinya terlihat sangat jelasnya.
Wanda duduk memperhatikan dan mengagumi paras Neyna yang jauh lebih cantik saat tersenyum bahagia seperti ini, selama ini dia hanya mengagumi wajah cemberut dan juteknya Neyna, baru kali ini dia melihat kecantikan itu lebih terlihat sangat sempurna dengan senyum dan lesung pipi yang terpancar dari wajahnya.
“Ahh,,,ternyata aku salah selama ini, ternyata senyum yang seperti ini lah cantik yang sungguh- sungguh hakiki Ney,,aku akan terus membuat senyum itu terpancar dari wajah cantikmu”
Sambil senyum - senyum Wanda memandang kearah Neyna yang asik bernyanyi.
“Ehh...kalian dengar gak suara ini? Kok mirip suara Neyna ya?” Ucap Bram
“Sehalu itu bro,,sampai suara orang dikata suara Neyna,,sabar ya bro” ucap Rendy
“Ehh,,,tapi emang benar lo sayang ini tuh emang suara Neyna” ucap Rosi
Bram langsung mendekat kearah pentas, dia pun terkejut melihat Neyna sedang bernyanyi.
Mata Bram berkaca - kaca, menatap Neyna, namun dia melihat didepan panggung ada Wanda yang duduk menatap kagum pada Neyna yang sedang bernyanyi.
Tadinya dia hendak menyapa dan mendekati Neyna namun dia mengurungkan niatnya karena melihat Wanda.
Bram hanya melihat dari kejauhan, agar Neyna tidak melihatnya. Sementara Rosi dan Rendy menghampiri Bram dan menenangkannya
“Sabar bro,,ini lagu yang sering lo nyanyikan bareng Neyna kan? Dia masih ingat lagu ini, itu pertanda elo masih lekat dalam hatinya” ucap Rendy sambil menepuk pundak Bram
“Kakak yang sabar ya, sepertinya Wanda memang mau menghapus semua memori Neyna, sampai kami juga tidak diperbolehkan menemuinya dirumah” ucap Rosi sedih.
Bram tersenyum mendengar ucapan Rendy, dia merasa sedikit bahagia karena Neyna masih mengingat lagu yang biasa dinyanyikan nya.
Pertemuan Bram, Rendy dan Rosi malam itu adalah pertemuan terakhir mereka karena Bram akan berangkat kembali ke Papua, selain karena kerjaan dia juga mau menenangkan dirinya.
Rendy dan Rosi pun pamit sedang Bram masih tetap tinggal, dia masih mau melepas rindu walau hanya menatap dari kejauhan.
“Ney,,mungkin besok aku tidak akan parkir didepan rumahmu lagi, karena aku akan balik ke Papua untuk menenangkan diri dan mengikhlaskanmu, kamu baik - baik ya, ini pasti berat tapi aku harus kuat.
Bila rindu ini terlalu besar, aku berharap semoga yang maha kuasa mengampuniku atas nama cinta”
Bram masih didalam mobilnya diparkiran, dia masih menunggu Neyna dan Wanda keluar.
Terlihat dari kejauhan Wanda dan Neyna berjalan menuju parkiran.
“Duuuhh,,,kenapa sih kamu tadi pilihnya aku pakai sepatu dengan hell’s setinggi ini, capek tau! Kaki aku udah pegel ini, kamu jalannya pelan - pelan dong!” Keluh Neyna karena merasa pegal dikakinya akibat terlalu banyak berdiri saat bernyanyi tadi.
“Sayang,,,aku tuh udah pelan, kamu nya aja terlalu bersemangat nyanyinya, sampe aku dicuekin!” Jawab Wanda
Neyna merasa sakit dikakinya akhirnya dia membuka kedua sepatunya dan menintingnya dan dia berjalan dengan bertelanjang kaki.
“Ehh...Sayang kamu apa - apaan sih,,itu ntar kaki kamu kotor kena kuman, ayo pake sepatu lagi” ucap Wanda
“Boddo amat,,Sakit tau!!” Jawab Neyna ketus
Akhirnya Wanda menggendong Neyna karena khawatir kaki Neyna terkena kuman
“Ayo naik sini!” Ucap Wanda sambil dengan posisi setengah berdiri merendahkan pundaknya agar Neyna bisa naik
“Gak mauk!! Gak ikhlas gendongnya!” Ucap Neyna
“Ya ampun sayang, ini tuh udah ikhlas banget lo,,ayo naik sini cepetan, ntar berubah pikiran nih?!” ancam Wanda
Neyna langsung naik kepundak Wanda, Wanda tersenyum geli melihat tingkah Neyna, dia pun menggendong Neyna sampai ke parkiran mobilnya.
Bram menyaksikan dari kejauhan, dengan hati yang hancur
“Jika memang setia, biarkanlah rindu yang mengembalikan mu pada takdir ku Yang nyata”
Gumam hati Bram.