
Didalam mobil Neyna memulai percakapan,
“Pasti kamu kan yang bilang ke opa agar aku bekerja diperusahaan opa?! Maksud kamu apa coba?? Supaya aku tetap bersama kamu sepanjang hari,,iyyaa kan?!” Ucap Neyna kesel
“Aku gak ada ngomong ke opa, opa tau sendiri, atau mungkin oma yang memberi tahu” ucap Wanda sambil memutar kemudi
“Gak usah ngeles kamu!! Aku memang pengen bekerja, tapi bukan diperusahaan opa, aku mau bekerja ditempat lain yang jauh dari kamu dan gak ada hubungannya sama kamu!” Ucap Neyna
“Ngapai harus nyari kerja ditempat lain, kalau aku bisa kasi kamu pekerjaan, masalah gaji dan fasilitas? Aku rasa aku bisa kasi kamu gaji berpuluh kali lipat dari gaji yang kamu dapatkan ditempat lain bahkan lengkap dengan fasilitas yang gak kamu dapatkan dari perusahaan mana pun yang mempekerjakan kamu!” Ucap Wanda dengan nada suara meninggi.
“Ohhh...iya,,aku lupa kalau kamu memang horang kayaah!! Iya..iya..horang kayah yang bisa bebas berbuat sesukanya,,sampai mobil jadul milikku kamu ganti dengan mobil terbaru, asal kamu tau aku gak suka sama mobil pemberian kamu itu!! Aku mau semua barang - barangku yang aku beli saat kita belum menikah dari hasil keringatku sendiri,,,!!” Jawab Neyna dengan suara yang sedikit meninggi.
“Bukan begitu sayang, aku bukan bermaksud sombong apalagi merendahkan kamu,,aku cuma mau kamu ikut bekerja diperusahaan opa, membantuku, itu aja,,” ucap Wanda merendahkan nada suaranya
“Jangan sebut kata itu padaku!! Jangan sama kan aku dengan cewek yang pernah dekat denganmu, yang dengan gampangnya termakan mulut manismu!” Kesal Neyna
“Ok baiklah,,jadi sekarang kamu mau nya apa?” Tanya Wanda
“Aku mau mobilku kembali dan aku mau perjanjian kita tetap berjalan dan kamu...! Jangan coba - coba mengambil kesempatan,,paham?!” Neyna berucap sambil menoleh kearah Wanda yang sedang menyetir.
“namanya juga usaha” ucap Wanda pelan
“Apa..?!! Kamu ngomong apa tadi?!” Tanya Neyna jutek
“Nggaaakk..gak ngomong apa - apa kok,,salah dengar kamu” ucap Wanda sambil terus mengemudikan mobilnya hingga memasuki pintu utama parkiran apartemen. Wanda tersenyum karena tingkah Neyna sudah kembali, seperti Neyna yang dikenalnya dulu, Neyna yang selalu tidak pernah mau kalah, jutek dan keras kepala.
Sementara Bram, dia terburu - buru hingga menabrak Neyna, karena dia akan pulang kerumah orang tuanya dengan kereta siang itu.
Sebelumnya mamanya mengirim pesan memberi kabar bahwa papanya sedang sakit dan memintanya untuk segera pulang.
Dikejar waktu, akhirnya dia terburu - buru berlari menuju peron, untuk memasuki kereta, hingga tak sengaja Bram menabrak tubu Neyna hingga nyaris terjatuh.
Akhirnya kereta yang membawa Bram pun tiba dan dia langsung menaiki kereta tersebut dan menuju nomor kursi yang tertera pada tiketnya.
Setelah duduk pada nomor kursi yang sesuai di tiketnya dia pun duduk dan menarik nafas panjang kemudian menghembuskan.
Bram terbayang saat perjumpaan nya dengan Neyna tadi. “Neyna apa ingatan kamu sudah kembali?Aku kangen Ney,, maafkan aku yang selalu memikirkan kamu” Batinnya.
Setelah 7 jam perjalanan, akhirnya dia tiba dan langsung menuju rumah orang tuanya, sesampai nya Dirumah orang tuanya
“Assalamu’alaikum,,mama..papa” ucap Bram
“Walaykumsalam,,kamu sudah datang nak,,?” Ucap mama yang muncul dari ruang keluarga. Bram langsung memeluk dan mencium tangan mamanya,
“Papa mana ma,,gimana keadaan papa?” Tanya nya
“Papa ada dikamar lagi istirahat, gih samperin” ucap mama, Bram pun menemui papa
“Assalamu’alaikum pah,,,gimana keadaan papa?” Ucap Bram sambil mencium tangan papanya.
Papanya terlihat sehat dan sedang duduk bersandar di tempat tidur.
“Jam berapa kamu tiba dari Papua?” Tanya papa
“Tadi pagi pa,,terus Bram ngejar kereta siang, jadi gimana keadaan papa sekarang, apa yang papa rasakan?” Tanya Bram khawatir
“Papa udah gak apa - apa, kemarin papa memang sedikit sesak tapi sekarang sudah tidak lagi, mungkin hanya kecapean dan banyak Fikiran” jawab papa Bram
“Udah papa jangan capek - capek, dan jangan banyak fikiran, memangnya papa mikirin apa sih?” Tanya Bram
“Papa mikirin kamu,,!” Ucap panya singkat
“Loh?? Memangnya Bram kenapa pa? Bram udah dewasa lo pa, udah bisa urus diri sendiri” ucap Bram
“Iya pa,,Bram ngerti kok,,Insyaallah Bram akan membantu papa mengurus perusahaan, tapi Bram harus selesaikan dulu pekerjaan Bram di Papua, gak mungkin Bram tinggal gitu aja, Bram kan punya tanggung jawab juga, nanti setelah tugas Bram selesai, Bram pasti pulang kok dan untuk masalah jodoh, Bram belum memikirkannya pa, nanti kalau sudah ada pasti Bram bawa ke papa dan mama” ucap Bram
“Sampai kapan papa harus menunggu? Kalau begitu, papa akan mengenalkan kamu dengan anak teman papa yang baru pulang kuliah diluar negeri, papa akan mengatur pertemuan kalian” ucap papanya.
“Terserah papa saja” ucap Bram.
Bram pun tak bisa mengelak lagi, dia pun menuruti kehendak papanya.
“Baguslah kalau begitu,,” ucap papa singkat.
“Bram kekamar dulu ya pa, mau bersih - bersih sekalian istirahat” ucap Bram, dibalas anggukan oleh papa.
Sebenarnya papa dan mama Bram berbohong memintanya pulang, yang mengatakan kalau papa sedang sakit, sebenarnya mereka punya niat untuk memperkenalkan Bram pada anak temannya itu.
Sudah berulang kali mama dan papanya meminta dia untuk pulang, tapi ada saja alasannya, hingga akhirnya kedua orang tua Bram sepakat untuk membohongi Bram dengan mengatakan kalau papanya sedang sakit, hingga membuat Bram langsung berangkat.
Usai membersihkan tubuhnya, Bram berbaring diatas kasur dan menatap langit - langit kamarnya.
“Kenapa kepulangan aku saat ini, membuat perih dihati, ditambah lagi awal bertemu dengan Neyna, wajah yang sudah lama aku rindukan, senyum yang sejak lama hilang dari pandangan, ya Tuhan....kenapa dia masih saja mengisi fikiranku, betapa berdosa nya aku yang masih memikirkan dia yang sudah menjadi milik orang lain, apa lagi yang aku harapkan? Mungki saja aku sudah tidak ada lagi dihatinya, mungkin saja Wanda sudah menggantikan posisiku dihatinya, jadi buat apa lagi aku berharap toh akhirnya akan membuatku terluka lebih parah lagi!”
Bram menghapus kasar wajahnya, lalu ponselnya berbunyi
Kring...
Kring...
Terlihat nama Rendy muncul dilayar,
“Hallo bro,,,lu tau aja ya kalau gua lagi gak dihutan,,apa kabar??” Ucap Bram
“Ehh,,,kepling hutan Papua!! Gua tuh tiap hari mencoba hubungi nomor lo ya,,kali - kali aja ada ke ajaiban, seperti sekarang ini,,bisa ngomong sama lo! Lo dimana ini? Lo sehat kan bro?” Ucap Rendy
“Hahahaha....sialan lu!! Segitu kangen nya kah dirimu pada diriku bro? Aku jadi terhura..!! hahaha..gua lagi dirumah papa, gua lagi pulang, kemarin disuruh pulang karena papa lagi sakit” terang Bram
“Kan!! Kalau udah gitu kabarnya baru lo gak bisa ngeles kan!! Gua tau elo ma bro!! Jadi gimana keadaan papa?” Tanya Rendy
“Alhamdulillah udah baikan,,,mungkin dia kangen sama anaknya yang tampan ini,,gitu gua pulang dia langsung sembuh,,hehehe..” ucap Bram
“Iya deehh!! Suka - suka elu deh tong!! Hahahaha” jawab Rendy
“Ehh,,,jadi dalam rangka apa lo nelponin gua tiap hari, ada kabar apa?” Tanya Bram
“Nah itu dia!! Gua mau ngundang elo,, minggu ini gua nikah bro, tapi disini, diibukota, Rosi mintanya begitu, karena dia kerjanya disini, lo bisa datangkan? Karena nikahan gua gak bakal kejadian kalau lo gak datang” ancam Rendy
“Yee...kok gitu,,emang gua bapanya Rosi ?” Ucap Bram
“Bukan bapanya, tapi tuan Kadi nya bro,,lah kalo lo gak datang siapa yang mau nikahkan gua sama Rosi?” Ucap Rendy serius
“Ahhh!!! Sialan lo bro!! Gua biasa jadi tuan Kadi nikahan orang utan di Papua, lo mau gua yang nikahkan?” Ucap Bram
“Iihhh..!! Serem ammat disamain sama orang utan!! Amit..amit.. dah!!hahahaha” ucap Rendy
“Ok deh bro,, Insyaallah gua bisa datang kok,,lo siapin aja deh red carpet buat nyambut kedatangan gua ya” ucap Bram
“ apa sih yang nggak buat lo!! Beres,, gua tunggu kedatangan lo ya” ucap Rendy mengakhiri panggilan.
“Sipp!!” Ucap Bram.
Lalu Bram pun tertidur karena kelelahan selama diperjalanan pulang.