Deja Vu

Deja Vu
87. Menemani Kedokter



Hari itu rencananya Neyna akan memeriksakan kandungannya kedokter bersama Wanda, kebetulan dokter Kandungannya adalah kakak kelas wanda, yang sebelumnya sudah ditelponnya terlebih dahulu.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran apartemen lalu memasuki mobil Wanda. Tidak lebih dari tiga puluh menit mereka sudah sampai parkiran rumah sakit, karena letak apartemen Wanda yang strategis, berada ditengah kota, akses ke objek- objek utama ibukota sangat terjangkau sekali, hingga tak perlu memakan waktu lama mereka sudah tiba.


Wanda membantu Neyna berjalan dengan menggandeng tangannya sambil membawanya ke kursi tunggu, sementara Wanda menuju meja registrasi.


Setelah selesai mendaftar, Wanda duduk disebelah Neyna, menunggu Neyna dipanggil.


Selang beberapa menit, nama Neyna pun dipanggil, tapi anehnya Neyna tidak menyadari kalau barusan adalah panggilan untuknya,


“ Ibu Neyna Hussein” panggil perawat, Neyna santai, karena dia merasa itu bukan namanya, walaupun diawal namanya ada kesamaan, mungkin kebetulan namanya sama fikir Neyna.


Sampai kedua kali perawat memanggil namanya


“Ibu Neyna Hussein” panggil perawat.


Wanda pun tersadar dan langsung mengajak Neyna masuk kedalam ruang periksa dokter


“Ehh.udah dipanggil, yok giliran kita” ucap Wanda


“Hah?? Tapi kan belum dipanggil, itu bukan nama aku” Ucap Neyna heran, namun Wanda hanya tersenyum dan menggandeng tangan Neyna menuju ruang pemeriksaan dokter.


“Heii...Wanda apa kabar?” Sapa sang dokter pada Wanda sambil menyalaminya


“Baik,,sejak kapan kamu pulang?” Tanya Wanda


“Aku udah seminggu tugas disini, kamu aja yang gak mau tugas, kesibukan jadi pengusaha sih, ya mana maulah sama honor dokter Yang gak seberapa ini” ucap Hana


“Nggak lah Han,,jiwa ku masih di medis kok cuma saat ini aku harus bantu opa buat jalani perusahaannya” Ucap Wanda


Kemudian Wanda memperkenalkan Neyna,


“Sayang,,kenalin ini dokter Hana Bachtiar teman kuliah aku, lebih tepatnya lagi kakak senior aku yang paling cantik dan pinter, dokter Hana ini istri aku Neyna” Ucap wanda memperkenalkan keduanya.


Neyna dan dokter Hana pun saling berjabat tangan.


“Hallo Neyna, akhirnya terjawab sudah siapa wanita yang mengisi hati sang idola kampus FK,,udah nikahnya gak ngundang - ngundang, memang hidupnya penuh rahasia nih anak” Ucap dokter Hana sambil tertawa


“Apaan sih,,emang kemaren itu Cuma nikah doang Han,,resepsi belum karena opa keburu dibawa berobat kesingapur” terang Wanda


“Iya deh,,aku terima alasannya” Ucap dokter Hana.


Neyna memang baru kali ini memeriksakan kehamilannya pada dokter Hana, karena dokter Hana baru saja selesai menempuh pendidikan diluar negeri, kebetulan Hana adalah kakak seniornya dikampus dan juga seorang wanita, maka Wanda merasa lebih tenang jika dokter yang menangani Neyna seorang yang dikenalnya dan juga seorang wanita. Hana pun mulai memeriksa Neyna.


“Ini udah masuk 32 minggu ya, pertumbuhannya bagus, aktif ini, berat badannya cukup, air ketubannya cukup, ohya..kayanya ini baby boy deh,,” Ucap dokter Hana sambil menggeser transducer nya.


“Serius kamu Han??” Ucap Wanda yang sangat bersemangat mendengar Ucapan Hana soal jenis kelaminnya, sambil menatap monitor LCD nya.


Wajah wanda terlihat bahagia mendengarnya, sakin bahagianya, Wanda langsung mengecup kening Neyna.


Dokter Hana hanya geleng- geleng kepala ambil tertawa melihat tingkah Wanda yang kegirangan melihat hasil USG nya.


Selama ini Neyna tidak pernah mau ditemani Wanda untuk periksa kedokter, dia lebih memilih pergi dengan Mimi ataupun Rosi.


Hingga kali ini, Wanda Yang mengajaknya untuk kedokter, Neyna pun berfikir Wanda seharusnya memang menemani dia periksa kedokter karena biar bagaimanapun Wanda adalah Ayah dari anaknya.


Setelah menebus beberapa vitamin, Neyna hendak ke toilet,


“Aku ke toilet sebentar ya” ucap neyna


“Paan sih,,nanti kamu digebukin emak - emak setoilet mau?” Ucap Neyna sambil berlalu. Wanda hanya tersenyum menggoda


“Ya udah,,aku tunggu disini ya, hati - hati sayang” Ucap Wanda.


Sambil menunggu Neyna ke toilet, tiba - tiba ada yang memanggilnya,


“Wanda..”


Wanda mencari arah suara yang memanggilnya itu,


“Hai bro..gua kira siapa tadi” Ucap Wanda


“Siapa yang sakit? Ohya..Jadi Gimana keadaan lo sekarang, apa rencana lo?” Tanya dokter Rian yang sekaligus temannya.


“Gak tau bro!! Gua jalani aja sampai mana gua bertahan, toh juga kalau gua kemo gak akan bisa buat gua sembuh totalkan” Ucap Wanda


“Lo kok ngomong nya kaya orang putus asa gitu sih? kita ikhtiyar dulu dong sambil berdo’a, untuk urusan berikutnya biar tuhan yang atur, masa belum berjuang udah nyerah sih, cemen lo ah,,dimana Wanda yang gua kenal sangar di arena balapan, dimana Wanda yang cuek, dingin dan optimis dulu? Ayolah bro,,” Ucap Rian memberi semangat.


Wanda tersenyum kecut mendengar ucapan Rian, memang saat ini dia hanya ingin menjalani sisa hari - harinya dengan Neyna, karena menurutnya melakukan kemo therapy hanya sia - sia, karena sudah banyak pasien yang dihadapi dulu yang menderita kanker dan menjalani kemo therapy malah membuat penderitanya kehilangan semangat hidup.


Saat ini Wanda hanya ingin melakukan hal - hal yang membuatnya bahagia dan tetap berfikir positif dan melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan moodboster nya.


“Tapi banyak kok Yang Setelah melakukan kemo mereka merasa lebih fresh Dan bersemangat untuk menjalani hari - harinya” Ucap Rian


“Apa menurut lo sekarang gua kurang semangat menjalani hari - hari gua?” Tanya Wanda balik


“Ya...ya nggak sih,,masih semangat kok, tapi akan lebih sehat dan bersemangat lagi kalau misalnya kamu mau ikut saran ku, setidaknya harapan untuk sembuh itu ada walau kecil kemungkinan untuk sembuh, tapi kan lo sendiri yang bilang think positive, mudah - mudahan sembuh, gitu kan?” Ucap Rian


“Kalau masalah itu, dari sekarang juga gua udah think positive kok, mudah - mudahan penyakit ini hilang dari tubuh gua” Ucap Wanda


“Sama juga bohong itu bro,,kalau gak di barengin ikhtiyar dan do’a” Ucap Rian


Sedang asyik ngobrol, tiba - tiba Neyna muncul, sebenarnya sejak tadi Neyna sudah sudah berada disudut ruangan dekat Wanda dan Rian berbicara dan mendengar pembicaraan mereka.


“Sayang udah selesai? Ohyaa..kenali ini Rian teman kuliah aku dulu, Rian kenali ini istriku Neyna” Ucap wanda memperkenalkan mereka, lalu Neyna dan Rian pun saling berjabat tangan.


“Wah..wah..gua Yang gak up date atau elu yang sembunyi- sembunyi, kok sampai gua gak tau lo udah nikah?” Ucap Rian


“Hehehe...sorry bro..gua memang gak ngundang siapa - siapa, Cuma keluarga inti aja, soalnya opa minta aku menikah sebelum dia berangkat berobat kesingapur, tapi tenang aja, resepsi menyusul ya, habis istri gua lahiran ya” ucap wanda sambil tersenyum


“Kelewatan lo bro,,sejak kapan lo nikahnya? Waktu kita Ketemua di rumah sakit itu lo udah nikah?” Tanya Rian, Wanda hanya mengangguk lalu tersenyum.


Rian hanya menggelengkan kepalanya, tidak habis fikir atas kelakuan Wanda yang menyembunyikan pernikahannya.


“Ok bro,,gua cabut dulu, sabar bro, ntar juga gua konfrensi pers kok,,sabar ya” ucap Wanda sambil menepuk bahu Rian kemudian tersenyum. Neyna hanya mengangguk dan tersenyum pada Rian.


Hai..hai...readers..


Udah lama tidak menyapa, makasi buat Yang udah ngikuti sampai ke chapter ini, tetap sehat dan tetap semangat ya, jangan lupa tetap mengikuti prokes💪🏻.


Jangan lupa juga di Like, vote dan hadiahnya ya all,,,terima kasih.


Salam,


La Shakila 🌷