Deja Vu

Deja Vu
101. Secret admirer



Seminggu setelah kepulangan Wanda dari rumah sakit, Wanda menjalani sisa hari - harinya dengan bahagia, selalu menemani Neyna dalam mengurus Rey, terkadang dia ikut membantu Neyna jika Neyna sedikit kerepotan, mulai dari bangun pagi hari, setelah melaksanakan ibadah shalat shubuh, Wanda dan Neyna berjalan pagi di sekitar kompleks perumahan, terkadang sambil membawa Rey dengan menggunakan strollernya.


Seperti hari ini, mereka sedang berjalan pagi di seputar kompleks perumahan sambil menikmati udara pagi yang segar.


Rey yang juga tidak mau ketinggalan, sebelum azan shubuh dia sudah bangun seperti tak ingin melewatkan kebersamaan nya dengan kedua orang tuanya.


Mereka pun berjalan diseputaran kompleks sambil mendorong stroller Rey, menikmati udara pagi yang sejuk dan segar, menikmati pemandangan kala pagi hari.


“Sayang,,kita duduk di taman situ yuk” ajak Wanda


Neyna pun mengangguk setuju, mereka pun berjalan menuju bangku taman tersebut.


Rey terlihat sudah terlelap, lalu Wanda membeli cemilan dan teh hangat di mini market yang letaknya tidak jauh dari taman tersebut.


“Ini kopi buat kamu dan teh buat aku” ucap Wanda sambil menyerahkan cup yang berisi kopi hangat untuk Neyna.


“Kenapa kamu gak minum kopi juga ?” Tanya Neyna


“aku kan gak boleh minum caffein sayang”


“Tapi kan teh juga mengandung caffein?” Ucap Neyna


“Kalau teh kan cuma dikit caffeinnya, lagian dikit doang kok sayang, jadi gak boleh ni?” Wanda balik bertanya


Neyna teringat akan ucapan dokter Rian yang mengatakan, berikan apa yang dia mau, Neyna terdiam sejenak, kemudian


“Oh..gak,,gak apa kok,,selagi itu membuat kamu bahagia aku juga akan bahagia”


“Haha...kamu ngomong nya kok gitu sih sayang? Tapi kalau kamu gak boleh in aku minum teh ini juga gak apa - apa kok”


“Eh...jangan!! Boleh kok boleh,,minum aja, tapi cuma satu cup sehari ya, jangan lebih,,Ok ??” Ucap Neyna


“Siap ibu dokter,,hehehe..” ucap Wanda setuju


“Kok ibu dokter sih,,aku kan bukan dokter” ucap Neyna


“Iya kamu kan memang ibu dokter, istrinya dari bapak dokter” ucap Wanda sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Neyna


“Oh...iya ya!! Hehehe...lupa” ucap Neyna


“Gak apa - apa, asal kamu gak lupa sama aku”


“Ihh...Wanda paan sih!! Kok ngomong gitu?!”


“Ya benar kan, jika suatu saat nanti aku udah gak ada, kamu masih ingat aku kan Ney ?”


“Kamu ni ngomong apa sih, jangan ngomong gitu deh,, gak ada yang akan pergi, kita akan sama - sama membesarkan Rey” ucap Neyna


“Gak mungkin sayang,,suatu saat nanti kita akan berpisah, aku harap kamu jangan lupain aku ya” ucap Wanda lagi


“Kamu kalau masih ngomong begitu mending kita pulang aja deh!” Kesal Neyna


“Ok..Ok..gak lagi deh,,janji..” ucap Wanda sambil mengangkat jari tengah dan telunjuk nya.


Mereka ngobrol ringan, sesekali mereka tertawa bahagia, bercanda menikmati suasana pagi yang cerah.


“Udah jam setengah delapan, pulang yuk” ajak Neyna, Wanda pun setuju dan mulai mendorong stroller Rey.


Setelah sampai Dirumah, mereka langsung menuju kamar untuk membersihkan diri, setelah Neyna selesai kemudian Neyna langsung memandikan Rey, setelah selesai mereka langsung menuju meja makan untuk menikmati sarapan.


Opa dan oma sedang duduk diteras belakang sambil bermain dengan Rey. Setelah Neyna dan Wanda selesai sarapan mereka pun ikut bergabung dengan opa dan oma diteras belakang.


“Oh ya Nda, jam berapa kita pergi ke acara nya dokter Rian ?” Tanya Neyna


“Ohiyaa ya,,hampir lupa,,acaranya jam 11.00 nanti sayang” jawab Wanda


“Memangnya Rian ada acara apa nak?” Tanya opa


“Oh,,itu opa, mau peresmian Rumah Sakit keluarga mereka dan kebetulan aku juga ada invest disitu” jawab Wanda


“Ohya,,,kamu kok gak pernah cerita ke opa sama oma nak? Kalau gitu kalian udah bisa dong siap - siap dari sekarang, masa investor nya telat datangnya,,ayo Ney dandan yang cantik, ini perdana kamu mendampingi suami kamu untuk urusan kerja kan nak,,ayo cepat siap - siap, Rey biar oma yang jagain, stok ASI nya masih ada kan ?” ucap oma


“Iya nak,,jangan khawatir,,oma paling


senang kalau dititipin Rey, jadi ada yang mau digodain” ucap oma sambil tersenyum membelai pipi Rey.


Neyna dan Wanda pun masuk kekamar mereka bersiap - siap, saat Neyna membuka lemari pakaian memilih baju apa yang akan dikenakannya, tiba - tiba Wanda menutup pintu lemari


“Kamu pakai gaun ini aja sayang, udah lama aku persiapkan, kamu pasti cantik banget” ucap Wanda sambil menyerahkan kotak berwarna coklat dengan pita berwarna gold.


“Kapan kamu belinya? Emang kamu tau ukuran aku ?” Ucap Neyna sambil menerima kotak tersebut dan membukanya


Gaun berwarna putih dengan panjang dibawah lutut, kerah tinggi dengan lengan sepanjang siku, terlihat cantik dan elegan.


“Apa sih yang gak aku tau dari kamu, bahkan sejak masih sekolah” ucap Wanda


“Hah?? Maksudnya ? Kamu tau apa sejak sekolah ? Paling yang kamu tau aku takut uler, aku suka males ikat tali sepatu aku yang lepas dan sering dimarahi ibu guru sejarah gara - gara lupa buat tugas”


“Ya termasuk itu semua, aku juga tau merek sepatu favorit kamu, parfum favorit kamu kalau mau pergi kesekolah, nomor sepatu kamu sampai nama sopir yang sering Antar jeput kamu disekolah dulu aku juga tau” ucap Wanda


“Wahh..!! Ternyata diam - diam kamu suka kepo sama aku ya,,jangan - jangan kamu secret admirer yang pernah kirim surat ke aku ngajak ketemuan di caffe Dinda waktu itu ya,,hayooo ngakuhh?!!” Ucap Neyna


Wajah Wanda memerah dan terlihat malu,,sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Eh...anu...kamu cepetan siap - siap nanti kita telat, soanya cewek kan suka lama dandannya” ucap Wanda dengan gugup sambil berjalan menuju kamar mandi.


“Hahaha.....bener kaaann!!! Wah ternyata dibalik keisengan dan kejahatan kamu ke aku itu tersimpan rasa kagum ya,,,kok malah kabur,,ayoo ngaku!!!” Goda Neyna yang masih tertawa, sementara Wanda sedang dikamar mandi menutupi rasa gugup dan malunya


“Haduww!!! Kenapa aku pake jujur ke Neyna sih!! Kan dia jadi tau siapa yang ngirim surat ke dia waktu itu,, dasar bodoh!!” Gumam Wanda sambil menepuk - nepuk jidatnya.


Flash Back On


Siang itu saat digerbang sekolah, ketika Neyna hendak menaiki mobil yang sudah menunggunya untuk mengantarnya pulang, tiba - tiba Riko sekelas Neyna menghampirinya


“Ney,,Neyna..ini ada surat buat kamu” ucap Riko


“Dari siapa Ko?” Tanya Neyna sambil menerima dan melihat surat itu.


“Aku gak tau dari siapa, kamu buka aja, mungkin didalam ada nama pengirimnya, Ok Ney,,aku cabut dulu ya” pamit Riko


Neyna yang masih menatap surat yang diberikan Riko hanya membalas anggukan pada Riko, kemudian Neyna masuk kedalam mobil, saat Neyna hendak membaca surat itu diliriknya kedepan, lalu dia mengurungkan niatnya untuk membaca surat itu didalam mobil, karena takut terjadi hal - hal yang tidak diinginkan karena Sakin shocknya dia berteriak kaget yang akan mengganggu konsentrasi pak Diman sopir papanya.


Sesampainya Dirumah, Neyna mengucapkan salam dan langsung buru - buru masuk kekamar dan menguncinya.


Jantungnya berdegup kencang, karena ini kali pertama dia menerima surat yang sepertinya surat cinta, karena melihat tulisan di depan amplopnya yang bertuliskan JUST FOR YOU dengan warna amplop biru muda dan wanginya yang mencirikan sepucuk surat cinta, setelah Neyna membukanya dengan detakan jantung yang tak karuan dan tangan yang bergetar.


Hai...mungkin kamu kaget menerima surat ini.


Aku udah lama kagum sama kamu dan aku mau lebih dekat lagi mengenalmu.


Aku tunggu kamu di Caffe Dinda besok jam 4 sore, datang sendiri ya jangan bawa teman, aku akan senang banget jika kamu mau datang.


Your secret admirer


WH


Seketika jantung Neyna seperti akan berhenti berdetak, melihat inisial yang tertulis, dia berfikir keras memikirkan pemilik inisial itu.


Hingga keesokan harinya yang ketepatan hari minggu. Sejak malam mata Neyna sulit terpejam memikirkan siapa pemilik inisial tersebut, hingga sore hari, jam didinding menunjukkan pukul 15.00 Wib, Neyna uring - uringan, gelisah memutuskan apa dia akan pergi atau tidak dan akhirnya Neyna memutuskan untuk tidak pergi ke caffe tersebut.


Keesokan hari nya disekolah, Neyna setengah berlari memasuki pintu gerbang sekolah, melihat ibu guru sejarah tengah berjalan menuju kelasnya, karena les pertama hari ini adalah pelajaran sejarah, Neyna pun berlari sekencang mungkin agar dia lebih dulu tiba dikelas daripada Ibu guru sejarah tersebut, sepanjang koridor dia berlari dan saat akan berbelok masuk ke kelasnya Neyna menabrak seseorang, yang seseorang itu tak lain adalah Wanda.


Neyna memegang jidatnya yang terbentur pada bibir Wanda, karena postur tubuh Wanda yang lebih tinggi dengan Neyna hanya sebatas bibirnya, hingga keduanya merasakan sakit, Neyna pada jidatnya sedangkan Wanda di bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.


“Eh...sorry..sorry..gua gak sengaja, lagian lo ngapain juga berdiri didepan pintu,,!” Ucap Neyna sambil berlalu menuju tempat duduknya tanpa memperdulikan bibir Wanda yang berdarah.


Wanda yang sedang bad mood, tidak ingin berdebat dengan Neyna, dia hanya berjalan menuju tempat duduknya, namun rasa kesal Wanda terhadap Neyna meningkat setelah kemarin Neyna tidak datang ke caffe Dinda seperti yang dituliskannya didalam surat itu.


Ternyata pemilik inisial yang ada di surat cinta tersebur adalah milik Wanda alias Wanda Husein “WH”.


Flash Back Off