
Setelah Wanda menyatakan perasaannya,
“Jangan berharap banyak, karena sampai saat ini aku masih merasa ini hanya mimpi” Ucap Neyna.
“Baiklah Ney,,aku akan membuat mu jatuh cinta padaku, aku janji Ney,,” gumam hati Wanda.
Terdengar suara ponsel Wanda berbunyi, dilihatnya pada layar ponselnya, panggilan dari oma
“Assalamu’alaikum oma,,Iya oma dimana?”
“Walaykumsalam,,kalian dimana nak? Gimana keadaan Neyna, dia gak apa - apa nak?” Terdengar suara oma khawatir
“Neyna gak apa - apa oma, asam lambungnya kambuh, oma masih disana?” Tanya Wanda
“Tapi sudah berobat kan nak? Iya..oma masih disini, tapi ini udah mau jalan pulang kok, kalian udah jalan pulang?” Tanya oma
“Iya,,ini kita udah mau jalan pulang, besok kami kerumah ya oma, biar malam ini Neyna istirahat dulu, banyak yang perlu oma dan opa jelasin ke Wanda” Ucap Wanda
“Iya nak, besok opa dan oma akan menceritakan semuanya ya, kalian hati - hati dijalan ya” oma mengakhiri panggilannya.
“Kita makan dulu ya, kamu kan dari tadi belum makan, nanti kamu sakit” ajak Wanda, Neyna tidak menjawab dia pun berjalan menuju mobil.
Wanda mengemudi mobilnya sambil melihat ke kanan dan kekiri mencari tempat makan, Lalu Wanda memarkirkan mobilnya dihalaman sebuah restauran.
Setelah memilih meja, pelayan restauran tersebut pun memberikan buku menu, Neyna melihat buku menu kemudian memilih makanannya, Neyna memesan ayam rica - rica plus sambal matah.
Wanda kaget mendengar makanan yang dipesan Neyna
“Ney,,gak salah kamu pesan itu, itu tuh pedas banget, gak baik untuk ibu hamil” mengingatkan Neyna agar menjaga makannya
“Tapi aku seleranya itu, kalau gak boleh ya sudah aku gak jadi makan” Ucap Neyna.
Wanda menyerah dan membiarkan Neyna memesan makanan itu. Tak lama berselang, makanan yang mereka pesan pun datang.
Neyna makan dengan lahapnya,sesekali Wanda memperhatikan Neyna yang makan dengan santainya, walaupun makanan yang di makan nya itu sangat pedas.
Setelah selesai makan, Wanda meminta bill lalu membayarnya. Mereka langsung menuju mobil melanjutkan perjalanan.
Dirumah Bram, sudah dua jam dia tiba dirumah. Setelah membersihkan badannya, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil menatap langit - langit kamarnya.
Fikirannya kembali pada kejadian tadi siang saat pertemuannya dengan opa dan oma nya juga pertemuannya dengan Neyna dan Wanda.
Bram masih shock Setelah mengetahui bahwa dia dan Wanda adalah saudara sepupu
“Ya tuhan kenyataan apa ini?! Kenapa kebetulan sekali, apakah ini Yang dinamakan takdir. Disaat aku menggantungkan harapanku, berharap ada kesempatan buatku untuk meraihnya, tapi lagi - lagi Kau patahkan, aku sudah gagal, kalah dan patah, berkali - kali tapi kenapa aku terus berharap ada sedikit celah untukku. Lebih baik aku pergi menghindar agar aku tidak merasakan sakit yang lebih perih lagi” gumam batin Bram.
Bram langsung bangkit meraih tas ranselnya, kemudian mengemasi barang - barangnya. Setelah berkemas ia keluar kamarnya.
Papa dan mama Bram baru saja tiba dirumah. Mama nya melihat putra sulungnya keluar kamar dengan membawa tas ranselnya
“Kamu mau kemana Bram?” Tanya mamanya
“Ma,,aku mau berangkat balik ke Papua, tadi tiba - tiba ada telpon, aku disuruh segera balik karena ada sedikit masalah” terang Wanda pada mama dan papanya sambil mencium tangan mereka untuk berpamitan.
“Gak bisa pa, karena cuma Bram yang paham masalahnya, ntar kalau urusannya udah kelar Bram pulang” ucap Bram
“Opa dan oma meminta kita kerumahnya besok, dia ingin ngobrol banyak dengan cucu - cucunya, terlebih kamu cucu tertuanya nak” ucap mamanya
“Iya ma,,Bram juga senang banget ternyata opa dan oma Bram masih ada, dan Bram juga pingin tau kenapa selama ini dia tidak mencari kita dan mama juga gak pernah cerita kalau opa dan oma masih ada, jadi mama berhutang penjelasan itu semua, jadi nanti akan Bram tagih, tapi kali ini Bram memang harus balik pa, ma,, Bram janji setelah ini Bram akan menetap disini dan membantu papa” ucap Bram
“Iya nak,,udah saatnya papa pensiun dari pekerjaannya dan kini giliran kamu yang meneruskannya” ucap papanya
“Iya pa,,Bram selesaikan dulu tugas Bram disana, baru setelah Itu Bram kembali” ucap Bram
“Tapi kamu sudah menyimpan nomor anak teman papa itu kan?” Tanya papa
“Ahh...si papa,,masih ingat aja,,hehehe...iya aku udah simpan kok pa” jawab Wanda
“Gimana menurut kamu, dia cantik kan?” Tanya papa
“Iya cantik,,tapi dia terlalu serius pa, mungkin karena terlalu banyak belajar kali ya, jadi ngomongnya serius banget, aku sampe gak brani ngomong duluan, takut salah,,” ucap Bram
“Namanya juga pengacara, ya begitu, nanya kita udah kaya nanyain terdakwa,,mudah - mudahan kalian berjodoh ya nak” Ucap nama Bram, mendengar ucapan mamanya Bram tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya Yang tentunya tidak gatal.
“Eh tapi nak,,mama kok gak asing ya liat gadis yang datang bareng sepupu kamu itu, pernah liat dimana ya?” Ucap mama Bram sambil mengingat - ingat.
“Iya..dia tuh Neyna adik kelas Bram waktu SMU ma,,” Ucap Bram
“Oh Iyaa...mama baru ingat,,Yang dulu pernah ikut nganterin kamu ke stasiun kereta pas kamu mau berangkat ke Bandung kan?” Ucap mama yakin
“Iya mama...udah ah Bram jalan ya, mama Sama papa hati - hati dan jaga kesehatan ya, do’a ini Bram ya ma” pamit Bram pada papa dan mamanya.
“Dalam setiap sujud, mama berdo’a buat anak - anak mama nak” Ucap mama lembut, Yang di tanggapi senyum Bram, kemudian Bram masuk kedalam mobil keluarganya dan diantar supir ke bandara.
Dalam perjalanan menuju bandara, pkirannya melayang, membayangkan dia dan Wanda yang ternyata saudara sepupu dan ternyata saudara sepupunya itu menikah dengan cinta pertama nya, walaupun mereka menikah dengan perjanjian namun tetap saja hati Bram hancur, hingga Iya meluruskan untuk kembali ke papua menenangkan dirinya.
Neyna dan Wanda tiba diapartemen Wanda. Neyna langsung masuk kekamarnya untuk membersihkan diri, begitu juga dengan Wanda.
Setelah selesai membersihkan diri dan sudah memakai celana boxer dan kaos tidurnya, Wanda keluar kamarnya mencari keberadaan Neyna, dia tidak melihat Neyna didapur maupun di ruang tv.
Wanda menuju dapur dan mebuat segelas susu rasa coklat untuk ibu hamil, kemudian mengetuk pintu kamar Neyna,
Tok..tok..
“Ney,,kamu udah tidur? Ini minum susu dulu” Ucap Wanda, namun tidak ada jawaban, Wanda pun membuka handle pintu,
Jeglek...
“Ney,,kamu udah tidur?” Tanya Wanda sambil masuk membawa segelas susu kedalam kamar Neyna, namun ia belum menemukan Neyna.
Dilihatnya Neyna duduk di sofa mengarah ke jendela kaca yang terbuka. Wanda mendekat kemudian menutup jendela yang terbuka itu
“Ney,,nanti kamu masuk angin, udah malam, Ini minum susu dulu ya” ucap wanda sambil meletakkan segelas susu di meja didepan Wanda.