
Hari itu hari Sabtu, Wanda berencana mengajak Neyna makan di luar malam nanti. Wanda menelpon Neyna
“Sayang,,ntar malam kita keluar ya, kamu bilang kamu bosan dirumah terus, ntar malam aku bawa jalan - jalan deh,,dandan yang cakep” ajak Wanda yang masih diluar sedang ada urusan.
“Emang mau kemana, tapi hari ini aku lagi males keluar, pengen malas - malasan dirumah aja” Tolak Neyna
“Kemarin kamu bilang bosan, udah ah,,pokoknya siap - siap ya,,ntar lagi aku balik nih, Ok da sayang” setelah kecelakaan itu, sikap Wanda berubah total, tanpa gengsi dia menunjukkan perhatian dan sayangnya ke Neyna, apapun dilakukannya untuk Neyna.
Sore hari Wanda tiba dirumah, dia langsung menuju lantai 2 kamarnya.
“Sayang,,,udah siap - siap ya?” Tanya Wanda, sementara Neyna masih di balkon, masih dengan gaun tidur dengan rambut diikat keatas, menikmati pemandangan sore hari
“Ya elaaa,,,masih belum apa - apa! Kamu ngapai sih?” Tanya Wanda
Neyna menoleh ke belakang kearah Wanda, lalu tersenyum manis. sambil mendekati Neyna, rasanya dia ingin sekali memeluk Neyna dari belakang, tapi dia masih takut untuk melakukannya, biarlah menunggu Neyna benar - benar siap.
“Aku masih mau menikmati angin sore ini,,emang kita mau kemana sih?” Tanya Neyna
“Ada dweeehh,,,biar kamu gak bete,,udah gih siap - siap” ucap Wanda
“Sebentar lagi ya,,plisss,,,??” Neyna memohon sambil mengatupkan kedua tangannya didada
Wanda tak kuasa menolak apalagi melihat ekspresi imut Neyna.
Ntah kenapa setelah Neyna mengalami amnesia, dia jadi berubah lebih manja dan kekanak - kanakan, tidak seperti Neyna yang mandiri, tegas dan sedikit cuek. Mungkin karena terlalu dimanjakan oleh Wanda.
Wanda duluan bersiap - siap, sementara Neyna masih berdiri di balkon. Dia merasa tenang berada disitu, jauh dari keramaian dan segala hiruk pukuk.
Saat Neyna memandang keseberang jalan, dia melihat Bram berada dalam mobil jeep sedang menatap kearahnya.
“Dia kan kak Bram yang waktu itu menjengukku dirumah sakit? Jadi mobil yang sering parkir diseberang jalan itu dia? Sedang apa dia disana?” Ucap Neyna, karena memang bukan baru kali ini saja Neyna melihat mobilnya terparkir diseberang jalan.
“Ney,,,aku cuma mau pamit, mungkin besok aku tidak akan parkir disini lagi, aku akan menjauh untuk melupakanmu Ney” ucap Bram dari dalam mobilnya.
Neyna masih menatap kearah mobil Bram
“Kenapa jantungku berdebar ya?” Ucap Neyna sambil menaruh tangannya didada.
Bram melihat dari kejauhan
”begitu sangat lekatnya perasaan kita Ney,,sampai debaran jantungmu merasakan kehadiranku disini” Bram tersenyum sambil berlalu dan melambaikan tangannya.
Neyna terdiam menatap mobil Bram yang menjauh. Suara Wanda membuyarkan lamunan Neyna
“Sayang,,kok masih disitu sih? Udah maghrib ayo masuk, ntar kamu kesambet alien kaya waktu itu lagi!” Ucap Wanda. Neyna pun bergegas masuk dan bersiap - siap.
Selesai membersihkan diri, Neyna memakai mukena dan melaksanakan shalat maghrib. Wanda yang baru masuk kekamar melihat Neyna sedang shalat.
Dipandangi nya Neyna hingga selesai berdo’a. Walaupun Neyna mengalami amnesia yang membuat hubungannya dengan sesama manusia terganggu, tapi tidak untuk hubungannya dengan sang penciptanya yang tetap terjalin.
Wanda tersenyum dan bergumam dalam hati
“Neyna,,,kamu tetap tidak lupa pada sang pemilikmu”
Neyna membuka mukenanya lalu memilih baju yang akan dikenakannya. Dibukanya lemari bajunya, memilih baju yang akan dikenakannya.
Semua baju yang tersedia sudah diganti Wanda dengan yang baru, agar Neyna tidak teringat kemasa lalunya.
Lama Neyna membolak balik Isi lemari itu, karena semua baju yang tersedia bukanlah style nya
Wanda yang sedari tadi memperhatikan Neyna pun tersenyum
“Ya iyyalah sayang,,itu kan lemari kamu, ya pastinya milik kamu semua dan barang - barang kamu semua yang pernah kamu pakai, emang kenapa, masih kurang?” Tanya Wanda yang paham kalau Neyna merasa asing dengan pakaian yang ada.
“Gak gitu, Cuma aku kok merasa gak pantes pakai baju beginian, emang bener dulu aku pake baju begini?” Tanya Neyna
Terang saja Neyna merasa asing, karena semua Isi lemari pakaian Neyna baju gaun feminim dengan brand- brand mahal, sementara dulu Neyna lebih suka baju yang sederhana yang enak dipakai, dengan gaya yang sedikit tomboy.
Dia terbiasa menggunakan jeans, jaket, kemeja, dress panjang, dengan sepatu sneakers. Sementara dilemarinya saat ini berisi baju gaun branded dengan sepatu highhells ternama.
Lama dia memilih baju yang akan dikenakannya. Akhirnya Wanda membantu memilihkannya. Sambil tersenyum tipis paham apa yang dirasakan Neyna
“Udah kamu pake baju ini aja Sayang, terus pake sepatu ini” ucap wanda sambil mengambil satu gaun dan hell’s yang akan Neyna kenakan.
Neyna bengong melihat baju yang dipilihkan Wanda
“Gak salah aku pake baju beginian?” Ucap Neyna heran
Wanda memilih baju dress hitam selutut dengan kerah bulat, dipadukan dengan hell’s setinggi 7 cm berwarna gold.
“Gak salah aku pake baju ini? Emang kita mau kemana sih, mau kondangan ya?” Tanya Neyna
“Udah deh,,pake aja pasti kamu cantik pake itu, kita mau ke pasar malem” goda Wanda sambil tersenyum tipis
Neyna pun menurut manuju ruang ganti untuk mengganti bajunya. Setelah dia mengenakan bajunya, dia kesusahan menaikkan zippernya yang terletak di belakang.
Sedang sibuk menarik - narik zipper dengan tangan kebelakang, Wanda mendekati Neyna, Neyna sedikit gugup melihat tatapan Wanda
“ngomong dong kalau butuh bantuan” Ucap Wanda sambil menarik zipper baju Neyna dari belakang, terlihat oleh nya kulit putih, bersih mulus Neyna.
Jantungnya berdebar, Wanda merasa seluruh tubuhnya memanas, seperti ada yang sedang bergejolak didalam tubuhnya
“Neyna,,,aku tersiksa,,sampai kapan aku harus begini, menahan gejolak Yang sudah sekian lama ku tahan, hanya membantumu menaikkan zipper ini saja membuatku bergetar dan memanas,,tolong ney jangan siksa aku lebih dari ini,, aku gak kuat!!”
Gumam hati Wanda yang sedang menahan gejolak.
Wanda cepat - cepat menjauh dari Neyna dan meraih ponselnya untuk mengalihkan perhatian Neyna.
Neyna pun langsung berdandan, memoles wajahnya. Setelah selesai. Neyna pun berucap
“berangkat sekarang?” Ajak Neyna
Wanda yang sedang fokus pada layar ponselnya langsung melihat kearah Neyna
“Kamu cantik banget sayang..” Wanda terperangah melihat tampilan Neyna, karena dia memang belum pernah melihat Neyna dengan penampilan seperti itu. Wanda pun masih memutari Neyna.
“Udah ah...hayuuuk!! Ntar kemaleman” ajak Neyna, Wanda pun menurut dan meregangkan lengan kirinya sambil menatap Neyna.
Melihat tingkah Wanda Neyna seperti teringat sesuatu, seperti dia pernah mengalami hal yang sama seperti Yang dilakukan Wanda.
Neyna masih terdiam berfikir, kemudian Wanda dengan lembut menarik tangan kanan Neyna dan mengaitkan di lengan kirinya sambil berucap
“Let’s go honey”
Neyna hanya tersenyum melihat tingkah Wanda, sambil dia masih memikirkan seperti pernah mengalami hal yang sama tapi ntah dimana dan dengan siapa.