Deja Vu

Deja Vu
60. Resepsi



Siang harinya masih di gedung yang sama, acara resepsi pernikahan Caca pun dimulai.


Sebelum pengantin memasuki hall, mereka menyusun barisan, kedua mempelai berada dibarisan terdepan, tepat dibelakang mereka kedua orang tua Caca kemudian kedua orang tua Rehan, adik Caca Kiara dengan sepupunya Rio, lanjut Rosi dengan Rendy, Mimi dan Reza, kemudian mereka masih uring - uringan mencari siapa yang menjadi pasangan Neyna


“Ya ampun,,,siapa yang jadi pasangan Neyna ya?” Ucap Mimi sambil mencari - cari, begitu juga dengan Rosi yang juga clingak - clinguk mencari pasangan untuk Neyna.


Sampai musik pengiring sudah berbunyi, tapi belum juga ada yang menjadi pasangan Neyna, namun tiba - tiba Wanda muncul dengan pakaian rapi dengan jas hitam, kemeja putih dan dasi coklat yang langsung mengambil posisi disebelah Kanan Neyna.


“Hai cewek,,,sendirian aja nih,,boleh aku temenin?” Goda Wanda


Neyna menoleh ke arah Wanda, lalu dia tersenyum sumringah


“Kamu kapan datangnya Nda? Katanya kamu sibuk, kok bisa?” Tanya Neyna


“Demi kamu,,aku akan kosongkan semua jadwalku” bisik Wanda


Neyna merasa bahagia, akhirnya dia tidak berjalan sendirian di tengah iringan pengantin. Perlahan Neyna mulai merasa nyaman berada disamping Wanda.


Setelah pasangan pengantin duduk diatas pelaminan, para bridesmad dan groomsmen duduk disalah satu meja yang telah disediakan.


Wanda memperhatikan sekelilingnya, memantau keberadaan Bram dan hatinya sedikit lega karena Bram tidak ada.


“Fyuuhh,,,syukurlah dia tidak ada, aku kira dia ada diacara ini, sampai aku bela - belain kesini,,padahal mataku ngantuk banget” gumam hati Wanda


Rosi dan Rendy sesekali memperhatikan Neyna dan Wanda,


Rosi melihat kebahagiaan terpancar di wajah Neyna karena Wanda tiba - tiba hadir dan mendampinginya.


“Ney,,,dia berhasil masuk kedalam fikiranmu, dia berhasil membuatmu nyaman disisinya, apa jadinya jika tiba - tiba kamu ingat semunya Ney?” Gumam hati Rosi


Dari atas panggung, pembawa acara memanggil Neyna untuk naik keatas panggung menyanyikan sebuah lagu atas permintaan kedua mempelai


“Atas permintaan kedua mempelai, dimintakan kepada mba Neyna untuk naik keatas panggung menyanyikan sebuah lagu” ucap pembawa acara


Sontak Neyna terkejut, dia tidak ada persiapan sama sekali, Neyna masih shock, dipandangnya Rosi dan Rosi hanya mengacungkan jempolnya, lalu Neyna memandang Mimi, Mimi mengedipkan matanya sambil terseyum, begitu juga Reza yang mengepalkan tangannya memberi semangat, kemudian Neyna menatap kearah Wanda disampingnya, Wanda berbisik ditelinga Neyna


“Aku yakin Istri aku paling jago nyanyi, ayo,,, sayang tunjukkan pada mereka semua” bisik Wanda


Neyna pun bangkit dari tempat duduknya menuju panggung, sesampainya diatas panggung, wajah Neyna masih terlihat shock, pembawa acara memberikan microphone pada Neyna


“Saya bingung mau nyanyi apa, Caca lo ngerjain gue ya! Ok baiklah, jangan salahkan gua kalau terjadi apa - apa dipanggung ini!” Ucap Neyna sambil memandang kearah Caca dan Rehan, yang sedang tersenyum


“Kok agak serem ya mba, pake acara mengancam, emang apa yang akan terjadi kalau mba nyanyi?” Tanya pembawa acara yang sedikit kepo dan tergabung dalam golongan netijen julid


“Bisa jadi soundsystem nya pada meledak karena tidak kuat menerima kenyataan yang disebabkan oleh suara aku!” Terang Neyna


“Bisa aja si mba nya,, ok silahkan mba” Ucap pembawa acara, Neyna pun mulai bernyanyi


Indah semua cerita


Yang t'lah terlewati dalam satu cinta


Kita yang pernah bermimpi


Jalani semua, hanya ada kita


Namun ternyata pada akhirnya


Tak mungkin bisa kupaksa


Restunya tak berpihak


Pada kita


Mungkinkah aku meminta


Kisah kita selamanya?


Tak terlintas dalam benakku


Bila hariku tanpamu


S'gala cara t'lah kucoba


Pertahankan cinta kita


S'lalu kutitipkan dalam doaku


Tapi ku tak mampu melawan restu


Namun ternyata pada akhirnya


Tak mungkin bisa kupaksa


Restunya tak berpihak


Pada kita


Mungkinkah aku meminta


Kisah kita selamanya?


Tak terlintas dalam benakku


Bila hariku tanpamu


S'gala cara t'lah kucoba


Pertahankan cinta kita


S'lalu kutitipkan dalam doaku


Tapi ku tak mampu melawan restu


Ho-ho-wo-oh


Mungkinkah aku meminta


Kisah kita selamanya?


Tak terlintas dalam benakku


Bila hariku tanpamu


S'gala cara t'lah kucoba


Pertahankan cinta kita


S'lalu kutitipkan dalam doaku


Tapi ku tak mampu melawan restu


Wanda menatap lekat Neyna saat bernyanyi, ada kesedihan Yang tersimpan disana. Neyna terlihat begitu menghayati sekali lagu yang dinyanyikannya, begitu juga Rosi dan Mimi yang terpaku menikmati Neyna bernyanyi.


“Mungkin lagu ini memiliki makna bagi Neyna atau bisa jadi lagu ini memiliki kenangan bersama Bram, terlihat Kau sangat menghayati lagu itu Neyna” batin Wanda


Selesai bernyanyi, semua bertepuk tangan mengagumi suara Neyna Yang sangat merdu.


“Duuhh si mba,,,suka becanda ya,,padahal suaranya sebelas dua belas kok Sama penyanyi aslinya, hehehe..ok Terima kasih mba” Ucap pembawa acara.


Neyna berjalan menuju tempat duduknya. Sesampainya ditempat duduknya, Wanda meraih tangan Neyna dan menggenggamnya erat


“Aku pastikan dia benar - benar lenyap dari pikiranmu Ney, Yang ada hanya aku, walau terdengar sedikit egois, aku akan menggantikan hari -hari yang telah kulewati bersamamu sebelum aku menyadari bahwa aku begitu mencintai mu”


Setelah selesai acara, Neyna dan Wanda berpamitan pulang pada kedua mempelai, Rosi, Rendy, Mimi dan Reza.


Sesampainya dirumah orang tua Neyna,


“Assalamu’alaikum ma” Ucap neyna


“Walaikum salam nak, kok cepat banget pulangnya? Biasanya kamu ngumpul - ngumpul dulu bareng teman - teman kamu?” Tanya mama yang sedang menyiram tanaman dihalaman depan rumahnya


“Gak ah ma,,Ney kasian liat Wanda wajahnya keliatan capek banget, pasti daritadi pagi nyampe dia belum ada istirahat, makanya Ney pulang duluan” terang Neyna, mama pun tersenyum, mama merasa Neyna sudah bisa menerima Wanda sebagai suaminya.


“Ma,,kita masuk dulu ya, mau istirahat sebentar” pamit Neyna, Wanda pun juga berpamitan ke mama.


Sesampainya dikamar, Neyna membantu Wanda membuka jas dan dasinya,


“Kamu mandi dulu gih, biar aku siapin baju gantinya” Ucap Neyna


Wanda tiba - tiba meraih punggung Neyna dan memeluknya dari belakang


“Aku pastikan gak ada Yang bisa merebut kamu dari aku” bisik Wanda ditelinga Neyna


“Kamu kenapa Nda? Kok badan kamu panas? Kamu sakit?” Ucap Neyna sambil menaruh telapak tangannya di Leher Wanda.


Udah sebulan belakangan ini Wanda memang sering mengalami demam. Setelah Wanda bersih - bersih dan mengganti bajunya, kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Sementara Neyna dikamar mandi membersihkan diri dan melaksanakan shalat ashar. Saat hendak meraih mukenanya, dia melihat didinding kamarnya, foto - fotonya banyak Yang menghilang, terutama fotonya bersama Bram, Yang masih tersisa hanya fotonya bersama ketiga sahabatnya.


“Ditatapnya Wanda yang sedang tertidur pulas” apa mungkin Wanda yang mencabut foto - foto itu?” Fikir Neyna, kemudian dia pun langsung melaksanakan shalat ashar.


Dua jam kemudian, Neyna membangunkan Wanda karena sudah masuk waktu maghrib,


“Nda,,,bangun udah mau maghrib, pamalih tidur menjelang maghrib, bangun dulu, shalat maghrib dulu” Ucap Neyna sambil menepuk punggung Wanda.


Betapa terkejutnya Neyna ketika melihat darah keluar dari hidung Wanda untuk Yang kedua kalinya


“Nda bangun,,hidung kamu berdarah lagi, ayo duduk dulu” Ucap neyna sambil membangunkan Wanda


Wanda pun bangkit dari tidurnya, dan meraba hidungnya Yang berdarah, sementara Neyna mengambil tissue.


“Nda,,kamu yakin gak apa - apa? Ini udah Yang kedua kalinya aku melihat hidung kamu berdarah seperti ini, sebaiknya kita periksakan kedokter, aku takut kamu kenapa - napa” Ucap Neyna khawatir.


Wanda tersenyum mendengar ucapan Neyna Yang menghawatirkannya, kemudian meraih kedua pipi Neyna dengan telapak tangannya


“Aku gak apa - apa sayang, aku emang sering begini kalau kecapean, ntar juga sembuh sendiri” Ucap Wanda menutupi penyakitnya


Kring...


Kring...


Terdengar suara panggilan masuk ke ponsel Wanda, muncul nama oma pada layar ponselnya


“Assalamu’alaikum oma, apa kabar oma sayang?”


“Walaikumsalam, oma sehat, opa juga sudah banyak kemajuan, dia sudah mulai bisa bicara nak, kamu dimana? Neyna lagi ngapai?” Tanya oma yang kangen pada cucu Satu - satunya.


“Alhamdulillah oma,,kami lagi dirumah papa Wira, Neyna kangen papa Sama mama, jadi ya kami pulang aja, lagian sejak menikah kami belum pernah pulang oma” Ucap Wanda


“Ohyaa...salam Sama mereka ya nak,,ohyaa...oma mau kasi kabar kalau lusa opa sudah boleh pulang ketanah air” Ucap oma memberikan kabar gembira


“Ohyaa..!!alhamdulillah,,ok oma kami segera pulang dan mempersiapkan penyambutan pengantin baru stock lama yang baru pulang honeymoon berbulan - bulan” goda Wanda pada omanya


“Hush!! Pengantin baru, kamu tuh yang pengantin baru tapi belum honeymoon juga” ucap oma


“Ahh...kalau kita mah tiap hari juga honeymoon,,ini juga lagi honeymoon dirumah papà mertua” ucap Wanda tertawa


“Ahh!! Udah ah!! Kalo ngeladeni kamu terus bisa - bisa oma tambah muda nanti” Canda oma


“Bagus dong,,kan jadi awet muda oma, siapa tau oma dilirik Sama dokter disana” goda Wanda


“Memang dasar anak gendeng!! awas kalo oma pulang oma jewer ya! Udah ah,,oma mau beres - beres dulu ya,,kamu hati - hati dijalan, jangan ngebut, Assalamu’alaikum” ucap oma mengakhiri panggilan.


“Sayang,,,lusa opa pulang ketanah air, kata oma opa sudah mulai bisa bicara” Ucap Wanda memberikan kabar baik


“Syukur Alhamdulillah ya Nda, ya udah ayo kamu siap - siap shalat maghrib, besok kita pulang” Ucap Neyna, kemudian dibalas Wanda dengan kecupan dipipi Neyna, membuat wajah Neyna bersemu merah.