Deja Vu

Deja Vu
73. Kabar Bahagia



Wanda sudah duduk dan bersiap mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Neyna,


“Jadi gimana keadaan istri saya dokter, apa yang terjadi ?” Tanya Wanda


“Sepertinya tekanan darah istri anda turun, mungkin karena faktor kelelahan, tapi saya merasa ada kejanggalan sedikit, sebentar kita tunggu hasilnya ya” ucap dokter Yang membuat wajah Wanda tegang


“Hasil apa dok,,apa yang terjadi dengan istri saya? Saya ini seorang dokter dok, katakan saja sebenarnya!” Ucap Wanda tidak sabar


Kemudian perawat datang memberikan hasilnya kepada dokter, Wanda heran kenapa perawat tersebut membawa hasil test pack.


“Ternyata istri anda sedang hamil dan kondisinya sangat lemah, karena tekanan darah nya hanya 90/50 mmHg sehingga membuat dia pusing hingga tidak sadarkan diri, saya rasa anda pasti tau gejala yang dihadapi ibu hamil” Ucap dokter


Mulutnya terdiam sejenak, masih tak percaya atas apa yang diucapkan dokter tersebut,


“Dok ini beneran kan? Saya gak lagi mimpi kan dok,,?” Ucapnya dengan ekspresi wajah terkejut


“Benar, anda tidak sedang bermimpi, Selamat ya,,,tolong dijaga istri anda, karena kandungannya masih sangat lemah, untuk lebih memastikan lagi anda bisa cek kedokter spesialis kandungan untuk memastikan usia kandungan istri anda” Ucap dokter tersebut sambil menyalami Wanda yang masih shock.


Matanya berkaca - kaca, jantungnya berdegup kencang hingga membuat nafasnya tak beraturan.


Kemudian dia menghampiri Neyna Yang masih terbaring lemah di tempat tidur periksa diruangan IGD.


“Aku dimana dan kamu kenapa ada disini,,apa Yang terjadi,,Mimi mana?” Tanya Neyna ke Wanda yang hanya terdiam dan menatap lembut Neyna dengan mata yang berkaca - kaca.


“Hei...kamu kenapa sih,,kamu sakit,,tapi aku yang sedang berbaring disini?” Tanya Neyna heran


Tiba - tiba Wanda memeluk tubuh Neyna dengan erat hingga Neyna susah bernafas


“Hei...kamu kenapa aneh kaya gini sih!! Lepasin aku, aku susah bernafas!!” Pinta Neyna


“Ohh...maaf - maaf,,maafin aku” Ucap wanda sambil melepaskan pelukannya.


Neyna yang masih agak sedikit pusing, lalu memegang kepalanya,


“Apanya yang sakit, kepala kamu masih sakit? Udah kita langsung pulang ya, kamu gak boleh capek - capek ya, kamu tunggu disini dulu” ucap wanda


Tak lama Wanda datang membawa kursi roda dan mendekatkannya ketempat tidur Neyna


“ini buat apa?” Tanya Neyna heran


“Kamu naik ke kursi ini biar aku dorong ke mobil” Ucap Wanda


“Eh...tunggu..tunggu...emang aku kenapa harus naik ini? Aku bisa jalan, kaki aku baik - baik saja, singkirkan kursinya!” Ucap Neyna kesal dengan perlakuan Wanda


“Udah kamu jangan jalan nanti kamu jatuh, naik kursi roda aja ya, ayo,,” perintah Wanda


Akhirnya Neyna pun menuruti Wanda, karena dia masih lemah dan pusing jadi tidak berselera berdebat dengan Wanda.


Sesampainya diparkiran, Wanda menaikkan Neyna kedalam mobilnya.


Setelah mobil Wanda melaju meninggalkan halaman parkir rumah sakit, didalam mobil Neyna kembali bertanya,


“Aku sebenarnya kenapa sih? Kok tiba - tiba udah dirumah sakit ada kamu lagi, kamu tau darimana aku dirumah sakit? Kamu mata - matain aku lagi ya?! Terus Mimi dan yang lainnya kemana?” Neyna memberondong Wanda dengan semua pertanyaan yanga da di kepalanya.


“Ya ampuunn,,,nanyanya kok keroyokan sih!! Satu - satu dong, yang mana dulu nih yang mau dijawab?” Tanya Wanda


“Aku kenapa bisa dirumah sakit terus kok bisa ada kamu juga?” Ucap Neyna


“Ok baiklah,,,kamu tadi pingsan kata Mimi waktu diacara nikahannya Rosi terus kamu dibawa Mimi kerumah sakit, kalau aku kenapa bisa ada dirumah sakit, aku tadi janjian ketemuan sama temen aku yang juga dokter disini, terus aku liat kamu di bawa ke IGD” terang Wanda tapi dia tidak mengatakan kalau Bram juga membawa Neyna kerumah sakit dan dia yang mencoba mencari tahu keberadaannya.


“Terus Mimi dan yang lain kemana?” Tanya Neyna, Yang pada intinya dia ingin mengetahui keberadaan Bram


“Dokter bilang aku kenapa? Terus kenapa dokter nyuruh aku nampung pipis segala,,emangnya aku kenapa?” Tanya Neyna kembali


“Kamu kelelahan, tekanan darah kamu rendah makanya lemas dan pusing, yah..mungkin dokter mau cek kadar gula kamu, kenapa kamu sampai pingsan, berarti tubuh kamu kurang asupan gula, jadi harus banyakin makan, istirahat dan konsumsi vitamin” terang Wanda sekenanya, tapi dia tidak mengatakan masalah kehamilan Neyna.


Neyna masih belum percaya atas penjelasan Wanda soal cek kadar gula ditubuhnya yang menggunakan urine, namun Neyna memilih diam karena tubuhnya masih lemah.


Sementara dirumah Bram, dia masih mengkhawatirkan keadaan Neyna tapi dia tidak tahu harus bertanya pada siapa.


Bram meraih ponselnya dan menelpon Mimi


“Halo Mi,,,kamu udah pulang?” Tanya Bram


“Udah kak,,emang kenapa kak?” Tanya Mimi balik


“Ohh...itu kamu udah tau keadaan Neyna gimana, coba kamu telpon ke hp nya Mi” Pinta Bram, Mimi pun paham kalau Bram Tidak enak menelpon Neyna langsung jadi Bram memintanya menghubungi Neyna


“Iya kak,,,ini Aku mau nelpon Neyna, kakak sabar ya” ucap Mimi


“Ok Mi,,,thanks ya, jangan lupa nanti langsung kabari ya” pesan Bram dan panggilan pun berakhir.


Mimi pun mencari nomor Neyna pada kontak di hp nya lalu memanggil,


“Hallo...iya Mi..” Ucap Neyna lemah


“Halo Ney,,kamu dimana sekarang? gimana keadaan kamu?” Tanya Mimi


“Udah dirumah Mi,,Alhamdulillah pusingnya udah berkurang, cuma masih sedikit mual” Ucap Neyna


“Emang kata dokter kamu kenapa?” Tanya Mimi lagi


“Biasa,,tekanan darahku rendah jadi ya begini” Ucap Neyna ke Mimi karena Mimi juga udah hafal penyakit langganannya dulu semenjak SMU.


“Ooo..gitu,,,itu penyakit lo kok masih betah aja sih sampe segede ini,,makannya lo tuh harus banyak istirahat jangan terlalu capek, makanan juga harus yang bergizi dan sehat dong, jangan makan makanan yang unfaedah deh,,,” omel Mimi


“Iyyaa...bawel lo ah udah kaya emak gue!” Ucap Neyna


“Yeee..biarin,,lo harus dicerewetin, kalo kagak lo bakal ngeyel terus! Oh ya...mobil lo ada di gue ya,,besok deh gua anterin, kerumah opa kan?” Tanya Mimi


“Gak usah diantar lah,,ntar aja kalau gue udah sembuh gue ambil ke apartemen lo,,” Ucap Neyna


“Gak apa, lagian sekalian gua mau liat elu,,mau dibawain apa?” Tanya Mimi


“Hehehe...aku kok tiba - tiba pengen makan coklat favorit aku ya,,besok bawain ya Mimi Sayang biar akunya cepat sembuh,,ya..ya..” rengek Neyna ke Mimi


“Ishh...udah kaya bocah aja ni anak makanin coklat,,Iya deh,,,apa sih Yang nggak buat lo,,” Ucap Mimi


“makasi,,,Mimi baik deh,,cakep lagi,,gua do’ain semoga aa' William segera datang ya,,ohya..datangnya ke apartemen Wanda ya,,gua disitu soalnya” Ucap Neyna


“Ok deh,,dah istirahat gih,,biar cepat pulih,,da Neyna” ucap Mimi mengakhiri panggilan telponnya.


Mimi pun langsung menelpon Bram memberi tahu kondisi Neyna dan akhirnya Bram pun lega mendengarnya.


Wanda yang sedari tadi berdiri didepan pintu kamar Neyna Yang sedikit terbuka, mendengarkan percakapan Neyna dengan Mimi ditelpon, dia penasaran coklat apa yang diminta Neyna ke Mimi.


Wanda masih sibuk dengan laptopnya, Yang bukan perkara kerjaan, melainkan dia sedang


browsing makanan sehat untuk ibu hamil.


Wanda terlihat sangat bahagia sekali mendengar kabar kehamilan Neyna yang hanya dia yang mengetahuinya, rasanya dia ingin sekali memberi tahu kabar bahagia ini pada opa dan omanya, namun dia masih takut karena Neyna sendiri bahkan belum tau perihal kehamilannya. Wanda gak bisa membayangkan bagaimana reaksi Neyna jika mengetahuinya.