Deja Vu

Deja Vu
70. Karyawan Baru



Diperjalanan pulang ke apartemen, Wanda tak hentinya tersenyum sambil sesekali melirik Neyna yang masih kesal.


“Puas banget kamu ya,,dapat dukungan dari semua kalangan!!” Ucap Neyna


“Aku senang banget,,akhirnya kita bisa sama - sama terus, Dirumah, dikantor, dimana pun itu kita akan tetap sama - sama” ucap Wanda dengan wajah sumringah


“Terserah deh!! Tapi aku minta, kalau nanti aku sudah bekerja diperusahaan yang kamu pimpin, aku gak mau semua orang tau aku siapa, perlakukan saja aku seperti karyawan kamu yang lain” ucap Neyna


“Wahh...agak sulit itu,,gimana mungkin aku memperlakukan kamu sama dengan yang lain, sementara kamu itu istri aku sayang, gak mungkin!” Ucap Wanda


“Ya sudah kalau gak mungkin,,aku gak jadi bekerja, biar aku cari kerja yang lain” ucap Neyna singkat


“Ok..Ok..nanti aku fikirin dulu ya sayang” goda Wanda lagi


“Ckk...Ney...Naa.. nama aku Neyna!!” Neyna menegaskan


“Iyyaaa...Ney...naaa...sayang...” ucap Wanda, semakin membuat Neyna kesal, akhirnya dia memilih diam,


“Kalau diladeni terus dia akan terus -terusan membuat aku kesal dan emosi, memang dari dulu itu lah kesenangannya” batin Neyna.


Mereka pun tiba diapartemen Wanda, Neyna tanpa basa basi langsung masuk kekamarnya.


Dua hari kemudian, Neyna sudah mulai bekerja dikantor Wanda. Pagi - pagi sekali Neyna sudah bangun menyiapkan sarapan, menu sarapan pagi ini simpel, Neyna hanya membuat sandwitch dengan irisan tomat, timun, selada, keju, chicken katsu yang dibuatnya sendiri, saos Sambel dan mayones, juga segelas susu. Selesai menyiapkan sarapan, Neyna bersiap - siap.


Neyna keluar dari kamarnya sudah mengenakan pakaian kerja, lalu menuju meja makan, tak lama Wanda juga keluar dari kamarnya, sudah rapi mengenakan jas hitam dan kemeja putih yang dipadukan dengan dasi berwarna hitam bermotif.


Wanda pun menuju meja makan untuk menikmati sarapannya


“Sarapan apa pagi ini sayang?” Ucap Wanda, Neyna tidak merespon, dia sudah menyiapkan sandwitch dan segelas susu didepan Wanda


“Waw...setiap pagi itu aku selalu gak sabar menantikan menu sarapan apa yang akan kamu buat untuk aku, variatif banget sayang,,makasi ya istri ku..” ucap Wanda sambil tersenyum.


Neyna hanya diam tak menanggapi, sepertinya dia sudah kebal atas semua godaan Wanda, dia lebih memilih diam dan tidak mau membuang energinya.


“Aku berangkat duluan” ucap Neyna sambil meraih tas tangannya.


“Loh..kenapa gak barengan aja sayang? Toh tujuannya sama kan?” Ucap Wanda


“Aku gak mau nanti orang kantor melihat aku berangkat bareng kamu” ucap Neyna, kemudian dia keluar dari apartemen dan meninggalkan Wanda yang masih di meja makan.


Neyna menaiki taxi yang sudah dipesannya melalui aplikasi, karena mobilnya masih di rumah opa, lagian dia memang tidak mau membawa mobil ke kantor.


Tepat pukul 7.20 wib Neyna tiba dikantor Wanda, kemudian memasuki pintu utama dan menunggu di lobby. Tak lama Wanda tiba dan melewati Neyna yang masih duduk di lobby, Wanda hanya melewatinya.


Kemudian mba resepsionis memanggil Neyna


“Mba Neyna? Silahkan mba naik ke lantai 9 di ruangan pak Wanda, Neyna mengangguk paham dan langsung menuju pintu lift dan memencet nomor 9, lantai paling atas.


Sampai dilantai 9, Neyna keluar dari lift, menuju pintu yang bertuliskan Wanda A Husein, didepan pintu ruangan itu terdapat meja yang diduduki seorang wanita, Neyna menghampirinya


“Selamat pagi mba, saya Neyna Wira Tanaya mau ketemu dengan bapak Wanda” ucap Neyna


“ oh..mba sudah ada janji sebelumnya?” Tanya wanita itu


“Mmm...sudah” ucap Neyna tidak yakin


“Sebentar ya mba,saya hubungi pak Wanda dulu” Ucap wanita itu


“Pagi pak, mba Neyna sudah disini, baik pak” wanita itu mengakhiri panggilannya


“Iya mba, silahkan masuk sudah di tunggu didalam” ucap wanita itu


“Terima kasih mba” ucap Neyna sambil berlalu menuju pintu ruangan Wanda.


Tok..


Tok..


“Terus tugas aku apa disini?” Tanya Neyna


“Kamu jadi sekretaris aku, jadi semua jadwal Meeting diluar dan dalam kota kamu yang atur, pokoknya semua Yang berkaitan dengan aku harus melalui kamu” Ucap wanda


“Loh...bukannya sebelum aku masuk sudah ada ya sekretaris kamu? siapa itu namanya Yang cowok..” Ucap Neyna sambil mengingat - ingat


“Ohh...Harry ? Dia ada tugas Khusus Yang diperintahkan opa, karena kamu sudah bersedia membantu aku dikantor jadi opa meminta nya untuk membantu opa” terang Wanda.


“Apa ini tidak berlebihan ya? Soalnya aku kan anak baru, tapi sudah menempati posisi yang bagus, apa tidak ada Yang cemburu? Mending aku dibagian lain aja, bagian keuangan atau SDM gitu?” Ucap Neyna merasa tidak enak dengan karyawan Yang sudah lama bekerja


“Siapa yang berani menentang keputusan ku? Kamu lupa aku siapa ? Jangan terlalu memikirkan hal - hal Yang gak penting, kerja kan saja yang menjadi tugas kamu, jangan dengarkan suara - suara sumbang!” Ucap Wanda tegas.


“Tapi kamu harus janji dulu, kamu harus merahasiakan status aku dan kamu” Pinta Neyna, Wanda pun menyetujuinya.


“Ok,,pagi ini ada meeting, ikut aku, sekalian aku kenalkan dengan staff lainnya” Ucap Wanda sambil berdiri dari kursi kerjanya berjalan menuju pintu, kemudian Wanda meraih handle pintu dan mempersilahkan Neyna terlebih dahulu keluar.


Didalam ruangan meeting, semua staff yang terlibat dalam meeting pagi itu sudah menduduki kursinya masing - masing.


“Selamat pagi semua..baiklah sebelum kita mulai meeting kita pagi ini, saya mau memperkenalkan asisten saya yang baru, karena Harry sedang ada tugas diluar kantor, jadi saya sudah mencari pengganti Harry, ibu Neyna Wira Tanaya, dia yang akan menggantikan Harry, setiap ada yang ingin bertemu saya, baik sudah atau pun belum buat janji” terang Wanda, yang lain mengangguk paham.


Selanjutnya Neyna pun memperkenalkan dirinya


“Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Neyna Wira Tanaya, panggil saja Neyna, mulai hari ini saya bertugas menjadi asisten bapak Wanda, mohon bantuan dan bimbingan dari rekan - rekan semua, terima kasih” kemudian Neyna bersalaman pada seluruh staff yang ada didalam ruangan itu.


Mereka memulai meeting pagi yang dipimpin langsung oleh Wanda, Neyna langsung melaksanakan tugasnya menjadi notulen dalam meeting pagi itu.


Diantara staff yang ikut dalam meeting tersebut, ada sepasang mata yang tak henti menatap sinis kearah Neyna, dia adalah Nadia, staff yang sudah bergabung selama Lima tahun, dia sudah sangat lama mengharapkan posisi Yang diduduki Neyna, hanya saja sebelumnya posisi tersebut diisi Harry asisten sekaligus orang kepercayaan opa.


Selesai meeting dan Neyna masih membereskana berkas - berkasnya diruang meeting, Nadia mendekati Neyna


“Heii..anak baru! Enak banget lu ya,, dateng - dateng nyerobot posisi asistennya pak Wanda, lu gak kenal siapa gue?” Ucap nadia ketus


Neyna yang memperhatikan Nadia lalu menjawab sekenanya,


“Nggak,,saya gak kenal siapa anda, apa sebelumnya kita pernah ketemu?”


“Wah...songong banget lu ya!! lu jangan macam - macam, walaupun lo asisten pak Wanda, disini gua senior lu,, jadi jaga sikap lo ke gua ya!!” Ucap Nadia sinis


“Baiklah kakak senior,,mohon bimbingannya ya” ucap Neyna dengan manis Yang semakin membuat Nadia emosi.


Seminggu berlalu, mereka bekerja dikantor yang sama, namun Neyna memilih berangkat sendiri.


Neyna sudah mulai menguasai pekerjaan barunya, dia juga memiliki tugas tambahan membuatkan kopi setiap pagi untuk Wanda, sebelumnya OB yang melakukan tugas tersebut dan setelah Neyna menjadi asisten Wanda, dia hanya mau kopi buatan Neyna.


Pagi itu Neyna sedang dipantry membuatkan kopi untuk Wanda, Nadia muncul, melingkarkan lengannya didada dan menatap sinis Neyna yang sedang membuat kopi


“Waahhh....ada OB baru nih,,ternyata selain jadi asisten bos, lo merangkap jadi OB juga ya,,upss...salah bukan OB tapi OG,,Office Girl” Ucap Nadia sinis


Neyna tidak menanggapinya, dia hanya tersenyum menanggapi ucapan Nadia, kemudian berlalu meninggalkan Nadia


“Wahh ni anak baru harus dikasi pelajaran nih!! Awas kamu ya!!” Ucap Nadia kesal.


Hai...hai semua...


udah lama gak menyapa pada reader, apa kabar? Semoga semua sehat dan segala urusannya lancar ya,,aamiin.


Jangan lupa untuk like, vote, hadiah dan komen - komennya ya, saran dan kritiknya juga di tunggu. Makasi para reader🙏🏻


Salam,


La Shakila 🌷