
Sore harinya sepulang Wanda dari kantor, seperti biasa dia menerima laporan dari satpam dan Vita. Setelah itu dia langsung menuju lantai dua.
Membuka pintu kamar, dan mencari keberadaan Neyna disekeliling ruangan, lalu dia melihat pintu keluar menuju balkon terbuka sedikit, Wanda pun tersenyum.
Dia pun menuju balkon, terlihat Neyna sedang berdiri memandang keseberang jalan, dimana dia selalu melihat mobil Bram terparkir.
Wanda mendekat dan memeluk Neyna dari belakang
“Sayang,,kamu lagi apa disini, udah mau hujan, masuk yuk?” Ajak Wanda
“Nda,,aku pengen pulang kerumah papa dan mama, aku kangen mereka” ucap Neyna
“Ohyaa...boleh,,kapan sayang?” Ucap nya
“Minggu depan, sekalian aku mau menghadiri pernikahan sahabatku Caca”
“Boleh,,,aku akan mengosongkan jadwalku minggu depan biar kita bisa sama - sama pulang” ucap Wanda masih memeluk Neyna
Neyna berfikir, kalau Wanda ikut pasti dia tidak bisa bergabung dengan sahabat - sahabatnya.
“Kalau kamu sibuk juga gak apa kok, aku bisa pulang sendiri naik kereta” ucap Neyna
“Lumayan sibuk sayang, karena ada beberapa proyek yang sedang berjalan, tapi demi kamu aku akan Usahakan ya” ucap Wanda sambil tersenyum
“Kenapa sih kamu gak memperbolehkan teman - temanku berkunjung kesini, ada apa sebenarnya?” Tanya Neyna
Wanda pura - pura tidak tau apa yang sudah terjadi,
“Siapa bilang gak boleh, boleh kok, cuma kemarin kan kamu baru pulang dari rumah sakit, ntar kamu berfikir terlalu keras mengingat - ingat, aku cuma khawatir sama kondisi kamu, makanya aku belum mengizinkan mereka mengunjungi kamu. Terus kemarin kan udah aku kasi izin, gak apa - apa kok” ucap Wanda
“Tapi tolong bilang ke pak satpam dibawah, kalau temen - temanku datang jangan dipersulit, sampai harus ditanyai sudah buat janji belum, kesannya aku ini udah kaya pejabat aja, masih mending pejabat, ini malah aku merasa aku tuh kaya tawanan” terang Neyna
“Ya kan kamu memang tawanan, tawanan dihati aku” ucap Wanda sambil tersenyum menggoda
“Ahh...malah becanda lagi, aku tuh serius, pokoknya mulai sekarang biarkan aku hidup normal, aku bosan dirumah terus, aku mau cari kesibukan, atau aku kerja aja kali ya biar gak bosan dirumah aja” ucap Neyna
“Kamu mau kerja apa sayang, buat apa kamu kerja? bukankah semua kebutuhan kamu udah aku penuhi, buat apa lagi? Kamu cukup Dirumah aja ya biar aku yang kerja, kamu cukup aku kerjain aja” ucap Wanda sambil tersenyum menggoda Neyna.
Mendengar omongan Wanda, Neyna memanyunkan bibirnya, membuat Wanda gemes
“Ihh..ngambek? Gemes deh..Udah kamu boleh kok ngumpul bareng teman - teman kamu, mau nge mall, mau ngaffe, nyalon, apa pun itu lakukan yang membuat kamu bahagia ya” ucap Wanda
“Hahh??! Beneran boleh? Kalau aku kerja boleh juga kan?” Tanya Neyna
“Ohh...kalo yang itu gak Perlu, kamu cukup aku kerjain aja ya, No debat..udah gih mandi, pasti belum mandi nih? Apa perlu aku mandi in, atau kita mandi - mandi an?” Tanya Wanda mulai nakal
“Apaan mandi - mandian? Mandi boongan?” Tanya Neyna
“Kamu mandi in aku, aku mandiin kamu” ucap Wanda sambil tersenyum nakal
“Whatt?!! Gak usah aku bisa mandi sendiri kok, udah kamu tenang aja ya, aku mandi dulu” ucap Neyna sambil mundur berlahan menjauhi Wanda, sementara Wanda dengan tatapan nakal melangkah mendekati Neyna, Neyna pun langsung kabur, melihat tingkah Neyna Wanda tergelak.
Wanda masih berada dibalkon, menikmati pemandangan sore itu yang sedikit mendung.
“Ya Tuhan, kenapa disaat aku sudah merasakan kebahagiaan, kau mendatangkan cobaan kepadaku? Apa ini untuk menebus segala kesalahanku dimasa lalu, ya Tuhan tolong jangan kau akhiri semua ini”
Hati Wanda berkata dengan tatapan mata yang berkaca - kaca.
Seminggu berlalu, kebetulan hari itu hari jum’at, Rosi menelpon Neyna untuk memastikan Neyna berangkat atau tidak
Kring..
Kring...
Bunyi suara panggilan masuk dari Rosi di ponsel Neyna yang terletak diatas nakas, Wanda yang sedang bersiap - siap akan berangkat kerja melihat nama yang muncul dilayar ponsel Neyna, sementara Neyna
setengah berlari dari kamar mandi mendengar suara dering ponselnya, Wanda yang melihatnya langsung berucap
“Hmmm...jangan lari - lari Sayang, ntar kamu jatuh!” Ucap Wanda, Neyna hanya tersenyum menanggapinya, lalu mengambil ponselnya
“Ya Hallo Ci,,jadi dong,,kalian naik apa? Ohya...bareng dong, aku ikut, Wanda gak bisa ikut dia lagi banyak kerjaan, ok sampai ketemu besok pagi ya,,daaa”
“Nda,,aku jadi berangkat besok pagi ya,,naik kereta bareng Rosi dan Mimi?” Pamit Neyna ke Wanda
“Iya,,bertiga aja kan? Besok aku antar ke stasiun ya” ucap Wanda
“Ya iyyalah..bertiga,,,ok..makasi ya,,mmmuaahh” Ucap Neyna sambil berlalu mencium pipi Wanda
“Halo,,gimana..udah kamu pastikan dia gak datang kan? Ok” Wanda menutup telponnya, Wanda bergegas berangkat kekantor setelah selesai sarapan.
“Sayang, aku jalan dulu, kamu hati - hati, jangan aneh - aneh ya”pesan Wanda sambil menunjuk hidung Neyna
“Aku aneh - aneh apaan? Segini baik budi pekertinya aku, kamu bilang aneh” Ucap Neyna
“Iyya..kamu suka aneh, naik keatas genteng ngapai coba, mo nyari alien?”
“Ok deh” Ucap Neyna sambil melingkarkan jari jempol dan telunjuknya.
Wanda pun berangkat kekantor.
Kemudian Neyna menuju pos satpam
“Pak,,ntar kalo temen saya yang kemarin datang, langsung disuruh masuk aja” pesan Neyna
“Siap mba, perintah dilaksanakan” Ucap pak satpam sambil mengangkat tangannya menghormat
“Hemmm...pinter..gitu dong,,jangan suka ngadu - ngadu!” Ucap Neyna sambil berlalu meninggalkan pos satpam.
Siang hari Rosi dan Mimi datang kerumah Neyna untuk membicarakan keberangkatan mereka besok
“Ney,,nih baju seragam bridesmaid kita Yang dikirim Caca” Ucap Mimi sambil menyerahkan bungkusan
“Caca kok tau ya ukuran gua?” Ucap Neyna heran
“Yaelaa..Ney,,kita tuh udah sahabatan lama lo,,dari SD sampai sekarang ini, apa coba kita Yang gak tau, semua kita tau sampe - sampe ukuran underwear lo aja kita tau, udah gih cobain dulu” Ucap Mimi, Rosi hanya tersenyum
Neyna pun masuk kekamarnya mencoba baju seragam Yang dikirim Caca.
“Ehh..pas lo Ci..Mi!” Ucap Neyna
“Yeee...kan udah gua bilang, apa sih Yang kita gak tau tentang lo,,Jadi besok siapa dong yang jadi pasangan Neyna , Wanda gak bisa ikut” Ucap Mimi.
“Ohh..Wanda gak bisa ikut ya,,mmm..” Rosi berfikir
“Udah ah,,,besok kita fikirkan disana” Ucap Rosi, mereka pun berpamitan pada Neyna
“Ok Ney,,kita jalan dulu ya,jangan lupa besok pagi kereta pertama jam 8 pagi, jangan telat, ntar ditinggal nangis lagi!” Ucap Mimi sambil dia mencium pipi kanan dan kiri Neyna berpamitan
“Ok.,,syip!! Ntar aku stel semua alarm dirumah aku sepagi mungkin” Ucap Neyna
“Syiiip 👍🏻Daaa Neyna...” Ucap Rosi.
Keesokan paginya, Neyna terbangun jam 4 pagi, bukan hanya Neyna Yang terbangun jam 4 pagi, tapi seluruh penghuni rumah, termasuk Wanda dan para asisten dirumah mereka.
“Duuhh..!!berisik banget sih!!kok semua alarm dirumah ini kompakan sih,,pada janjian apa ya!” Keluh Wanda sambil menutup telinganya pake bantal.
“Nda..bangun udah pagi, katanya kamu mau anterin aku kestasiun kereta, ayo bangun!” Neyna membangunkan Wanda
“Sayang...kok pada berisik semua sih alarm dirumah ini, pada janjian apa, kok bunyinya kompak gini sih,,,berisik banget!! emang udah jam berapa?” Tanya Wanda
“Jam 4 pagi Nda, bangun dong, ayo siap - siap, ntar aku telat nih!” Ucap Neyna
“Emang keretanya berangkat jam berapa sih?” Tanya Wanda dengan mata yang masih tertutup
“Jam 8 pagi ini, makanya hayuuk,,siap - siap, ntar keretanya berangkat aku ketinggalan lagi” ucap Neyna
“Ya ampuunnn sayaaang!! Ini tuh masih jam 4 pagi, masih lama sayang, jadi kamu Yang setting semua alarm dirumah ini jam segini?” Tanya Wanda
“Iyaa...emang salah?? Daripada aku telat!!” Ucap Neyna santai
“Haduww sayangku, singa betinaku yang lucu,,masih lama ini,,masih sempat juga tiduran 2 jam lagi,,,iihhhh...cium juga da ah!!!” Gemes Wanda, lalu tidur kembali.
Akhirnya tepat pukul 7 pagi Wanda mengantarkan Neyna ke stasiun kereta, didalam mobil Wanda berpesan
“Ntar kamu hati - hati ya, jangan aneh - aneh disana, jangan bikin khawatir papa mama ya, apalagi aku, pokoknya kamu gak boleh dekat Sama cowok, biar kata itu temen SMU kamu dulu, sekarang udah beda karena kamu udah jadi istri aku, ok?!” Wanda berpesan
“Haduuh!!! Banyak amat pantangannya, gak boleh ini, gak boleh itu udah kaya orang sakit komplikasi aja!” Gerutu Neyna
Wanda tertawa sambil menghapus lembut kepala Neyna. Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di parkiran stasiun, Neyna pun langsung mencari sahabat - sahabatnya, setelah ketemu dia pun hendak beranjak mendekati Rosi dan Mimi, namun Wanda melihat ada Rendy diantara mereka.
“Sayang kamu bilang Cuma bertiga? Itu kok ada cowok” selidik Wanda.