
Siang itu Wanda membawa Neyna kedaerah pegunungan sesuai keinginan Neyna.
Diperjalanan Neyna memutar musik dari list yang ada diponselnya, sambil sesekali ikut menyanyikannya.
Wanda melirik Neyna,
“Bahagia banget neng,,udah kaya anak TK mau dibawa kekebun binatang” Ucap Wanda
Tiba - tiba Neyna tersenyum atas ucapan Wanda barusan,
“Apa,,kamu bilang apa tadi?” Ucap Neyna, Wanda yang merasa tidak ada yang salah atas ucapannya, dia pun mengulang kata - katanya barusan.
“Neng?? Nda,,.aku gak asing dengan kata - kata itu,,ada apa dengan kata itu ya?” Ucap Neyna sambil berfikir
Wanda pun terkejut, Neyna merasa tidak asing dengan kata itu, berarti dia sering mendengarnya, atau jangan - jangan itu panggilan Sayang Bram untuk dia.
“Mamp** aku,,ngomong apa aku barusan!! Kan Neyna jadi teringat sesuatu,,dasar Wanda bego!!”
Gerutu Wanda sambil memukul jidatnya dan melirik kearah Neyna.
Neyna terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu, Wanda pun mengeraskan volume musik dan mengajak Neyna bernyanyi untuk mengalihkan perhatiannya,
“Nyanyi lagi dong Sayang,,
never learned to cook
But I can write a hook
Sing along with me
Sing-sing along with me ,,hey)” Wanda ikut menyanyi, sementara Neyna menatap heran.
“Stop..stop..berenti disini Nda!!” Pinta Neyna, lalu keluar mobil.
Wanda kaget, Neyna tiba - tiba minta diberhentikan dipinggir jurang
“Sayang kamu mau apa? Jangan aneh - aneh deh?! Jangan bikin aku spot jantung yang kedua kalinya ya” ucap Wanda was - was
“Aku mau keluar sebentar, Cuma sebentar kok” ucap Neyna sambil membuka pintu.
Wanda memperhatikan dari balik kemudinya, tapi merasa tidak tenang, dia pun ikut keluar menyusul Neyna.
Neyna menatap kearah jurang dan menatap sungai yang ada dibawahnya, lama di pandangnya lalu dia kembali masuk kedalam mobil dan Wanda hanya mengikutinya. mereka pun melanjutkan perjalanan.
Seperti ada sesuatu yang dilihat Neyna dalam jurang itu, lama dia memandang pada kedalamannya, seperti ada yang terlintas dalam fikirannya, kemudian dia kembali masuk ke mobil.
Wanda membawa Neyna kesebuah camping ground didaerah perkebunan teh, mereka akan menginap dalam tenda yang sudah tersedia.
“Sayang,,kita nginap disini kamu suka gak?” Tanya Wanda
“Suka banget Nda,,disini enak, tenang, sejuk terasa damai, makasi ya udah bawa aku kesini” Ucap Neyna manja.
“Apapun akan aku lakukan buat kamu Ney,,Cuma dapat senyum manis dan ikhlas gini aja aku udah girang banget,,gimana dapat yang lebih dari ini,,haduww,,,bisa - bisa aku berubah jadi Iron Man ” gumam hati Wanda
Karena udara yang sangat dingin, Wanda berencana mencari kayu bakar membuat api untuk menghangatkan tubuh
“Sayang aku tinggal dulu ya,,aku mau ambil kayu untuk buat api kecil untuk menghangatkan kita,,udaranya dingin banget” ucap Wanda.
Neyna mengangguk, Neyna pun duduk di tempat duduk yang terbuat dari batu, yang sengaja disusun melingkar dan ditengahnya ada tungku untuk menghidupkan api sebagai penghangat tubuh.
Dari jauh terlihat seseorang yang berjalan kearah Neyna, seseorang itu bertubuh penuh dengan tato hingga tak terlihat warna asli kulitnya.
“Neyna,,apa kabar? Kamu Sama siapa kesini?” Sapa Reza teman SMU nya.
“Maaf apa kita pernah ketemu atau apa kita saling kenal sebelumnya? Tanya Neyna sedikit takut
“Ya ampun,,aku teman kamu dari SMP sampai SMU Ney,,maaf aku gak sempat jenguk kamu,,kata Rosi kamu kecelakaan ya, jadi sekarang ingatan kamu belum kembali Ney?” Tanya Reza
Neyna masih terus memandangi Reza. Dia merasa wajahnya memang tak asing, kemudian dia bertanya
“Apa dulu kita teman dekat ya?” Tanya Neyna
“Ya dekat lah Ney, kita itu sahabatan, kamu juga sahabat dekat ada 4 orang, kamu, Rosi, Caca Sama Mimi, Rosi udah sukses jadi pengacara, Mimi ikut bekerja dengan Rosi, terus Caca jadi tenaga pengajar di kota XX didaerah asal kita, terus kamu tuh kerja sebagai karyawan sebuah bank BUMN, kamu ingat ?” Ucap Reza mengingatkan Neyna
“Iya memang,,waktu aku di rawat dirumah sakit, mereka bertiga datang menjengukku, terus ada 2 orang cowok bersama mereka, kalau gak salah namanya Rendy Sama Bram, itu temen kita juga ya?” Tanya Neyna
“Ohh,,,Rendy itu kakak kelas kita Ney, dia dulu ketua OSIS dan kamu sekretarisnya nahh kalau Bram masa sih kamu gak ingat Ney?” Reza balik bertanya
Terlihat Neyna berfikir keras mengingat semua yang diucapkan Reza
“Dulu gua nemenin lo kestasiun kereta buat nganterin Bram yang mau berangkat kuliah ke Bandung, lo ingat gak, truss dijalan pulang lo ngomong, kalau udah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh bermakna,,hahahaha...sebuah lirik lagi dangdut” sambil Reza tergelak mengingat masa itu.
Neyna tersenyum melihat tingkah Reza dan mendengar ceritanya. Neyna berfikir kalau dulu mereka sangat dekat
“Ehh terus apalagi yang kamu tau tentang aku Za,,coba ceritain, aku pengen tau aku dulu tuh kaya apa sih Za?” Pinta Neyna
“Ya kamu dulu orangnya rame, apalagi kalau udah ngumpul Sama 3 personil lainnya,,wah,,,bakalan ada aja Yang dibully,,” ucap Reza
“Eh..terus lo kesini Sama siapa? Bareng Rosi, Caca dan Mimi juga? Terus mereka kemana?” Tanya Reza
“Aku kesini bareng suami aku? Kamu tau kan suami aku?” Ucap Neyna
“Suami,,??kamu udah nikah? Koq aku gak tau ya,,kamu udah nikah Sama Bram,,setelah dia nembak kamu diacara reuni kemarin?” Ucap Reza
Namun tiba - tiba Wanda datang dan melihat Neyna sedang ngobrol dengan orang lain
“Sayang,,kamu ngobrol Sama siapa?” Tanya Wanda sambil menatap Reza
Reza pun merasa mengenal Wanda, tapi dia masih bingung, ini kan cowok Yang waktu itu berantem sama Neyna dilapangan sepak bola,,kenapa dia ada disini?” Gumam hati Reza
“Eh Iya,,Za,,kenalin ini suami aku Wanda, Nda ini temen SMU aku Reza” Neyna memperkenalkan Reza ke Wanda mereka pun berjabat tangan.
Reza terkejut mendengar ucapan Neyna,
“Suami?? Neyna udah nikah? Tapi kok bisa sama Wanda ya? bukannya dulu mereka selalu bertengkar ya? Ahhh....ini harus aku tanyakan ke Rosi” Gumamnya dalam hati.
Kemudian Reza pun berpamitan
”ok Ney,,aku jalan dulu ya, kapan - kapan kita ngobrol lagi ya,,aku jalan dulu”!ucap Reza ke Wanda dan dibalas anggukan Wanda.
Reza merasa Neyna sangat berbeda dari Neyna yang dikenalnya, mungkin karena dia mengalami amnesia pikir Reza.
Sementara Neyna yang masih terpikir atas ucapan Reza tadi, yang mengatakan Neyna menikah dengan Bram
“Bram...? Laki - laki yang sering parkir diseberang jalan itu, kenapa Reza berkata begitu ya? Apa aku dulu memang dekat dengan Bram ya? Trus kenapa Reza gak tau kalau aku udah nikah? Apa dia tidak di undang kepernikahanku atau dia tidak diberi tau? Tapi menurut dia tadi kami teman dekat sejak SMP? ahhhh....rumit sekali ini,,kepala ku sakit!” Dalam hati Neyna berkata - kata. Sambil Neyna memijit ringan kepalanya.
Wanda yang sedari tadi memperhatikan Neyna setelah bertemu Reza, Neyna seperti sedang berfikir keras mengingat sesuatu.
“Apa saja yang udah dia bilang ke kamu sayang? Jangan terlalu difikirkan, ingat pesan dokter, suatu saat nanti kamu pasti ingat semuanya” Wanda mengingat kan Neyna.
Malam harinya, Wanda sedang memasak nasi goreng untuk makan malam mereka.
Setiap tenda menyediakan tempat untuk memasak, para pengunjung bisa memasak sendiri dengan peralatan memasak yang sudah tersedia, ada kompor gas portable, nesting, mini kettle, piring aluminum dengan cangkirya agar berasa camping yang sebenarnya, bisa juga memesan makanan direstoran yang jaraknya gak jauh dari lokasi camping ground.
Neyna hanya duduk memperhatikan Wanda yang sedang memasak nasi goreng, sesekali mereka berbincang dan bercanda.