
Setelah Zaki berangkat ke kantor, bunda pun masuk ke dalam kamar sang putra dan istrinya. Bunda melihat sang menantu yang sedang berbaring di ranjang.
"Sayang,,," panggil bunda duduk si sisi ranjang.
"Bunda," ucap Mutiara.
Bunda melihat wajah pucat sang menantu, lalu bunda meletakan telapak tangan nya ke dahi sang menantu.
"Wajah kamu pucat banget sayang," ucap bunda.
"Iya bunda, gak tau kenapa akhir-akhir ini aku malas mau ngapa-ngapain," ucap Mutiara.
Bunda terlihat tersenyum, lalu mengusap kepala sang menantu dengan sayang, karena bunda tidak membedakan Mutiara dan juga Zahra sang putri.
"Apa kamu sudah datang bulang nak?" tanya bunda.
Mutiara melihat sang bunda, dan mengingat-ingat kalau ia sudah telat datang bulan di bulan ini.
"Mutiara telat datang bulan bunda," ucap Mutiara.
Bunda tersenyum lalu pergi ke luar kamar, lalu kembali lagi dengan membawa sesuatu, Membuat Mutiara bertanya-tanya dengan benda yang di pegang oleh bunda.
"Bunda itu apa?" tanya Mutiara.
"Ini tes peck sayang, sekarang kamu tes dulu ya, semoga perkiraan bunda gak salah," ucap bunda melihat sang menantu.
"Iya bunda," ucap Mutiara beranjak dari baringnya.
Mutiara masuk ke dalam kamar mandi, untuk melakukan tas peck. Mutiara juga berharap yang sama seperti bunda.
"Bismillah aja," ucap Mutiara seorang diri di dalam kamar mandi.
Sebelum melakukan tas peck, Mutiara membaca paduan di pembungkus tes peck itu, lalu mulai melakukan nya.
Mutiara menunggu selama hampir 5 menit, seperti yang terserah di plastik pembungkus itu, lalu Mutiara mengangkat alat tes itu dan melihat garis yang terserah di sana dan....
Dua garis merah, itu pertanda kalau saat ini dirinya tengah hamil, hamil anak dari sang suami Zaki. Tak kuasa menahan haru, Mutiara menangis di dalam kamar mandi sambil mengucap syukur pada sang pencipta, karena sudah mau memberinya kesempatan untuk mengandung.
"Alhamdulillah,, Ya Allah," ucap Mutiara masi tak percaya melihat alat tes kehamilan yang ia pegang itu.
Di luar kamar mandi, tepatnya di dalam kamar bunda masi menunggu sang menantu yang tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi, membuat bunda kuatir dan langsung mengetuk pintu, karena Mutiara tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.
Tokkk...
"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya bunda dari luar sana.
Mutiara melihat bunda sedang menunggunya di ambang pintu, kemudian Mutiara memberikan alat tes itu pada sang bunda.
Dan bunda melihat alat itu, dua garis merah di sana pertanda kalau sang menantu sedang mengandung cucunya juga.
"Alhamdulillah sayang, kamu hamil," ucap bunda memeluk sang menantu.
"Iya bunda, Alhamdulillah," ucap Mutiara juga.
"Suami kamu pasti senang banget, mendengar kamu sedang mengandung anaknya," ucap bunda melepaskan pelukannya dari sang menantu.
"Iya bunda, bang Zaki pasti senang dengar nya," ucap Mutiara sambil tersenyum bahagia.
"Ini kamu simpan, dan kasi kejutan buat suami kamu nanti pulang kantor ya," ucap bunda mengembalikan alat tes kehamilan itu pada sang menantu.
"Iya bunda, Mutiara akan kasih kejutan buat bang Zaki," ucap Mutiara, dan kembali memeluk sang bunda.
"Sekarang kamu harus sarapan ya, bunda udah masakin sarapan kesukaan kamu," ucap bunda.
"Maaf ya bunda, aku jadi ngerepotin bunda, aku gak bisa bantu bunda masak di dapur," ucap Mutiara dengan raut wajah sedih.
"Udah gak papa sayang, bunda ngerti kok, udah gak usah sedih ya," ucap bunda mengusap lengan sang menantu.
"Makasih ya bunda," ucap Mutiara.
"Iya sayang, ayo kita keluar, kita kasih tau kabar bahagia ini sama ayah, pasti ayah senang dengar nya." ajak bunda pada sang menantu.
Bunda dan Mutiara keluar dari kamar, dan mencari keberadaan ayah Adrian yang sedang membaca koran di ruang TV.
"Ayah,,,," panggil bunda.
Ayah Adrian melihat ke arah sang istri dan sang menantu yang berjalan ke arah ruang TV, senyum tak pudar dari kedua wanita berhijab itu, membuat ayah Adrian bertanya-tanya dalam hati.
"Bunda, ada apa? kok kalian senyum-senyum gitu sih?" tanya Ayah.
"Iya ayah, kita punya kabar baik buat ayah," ucap bunda duduk di dekat sang suami.
Ayah melihat ke arah sang istri, dan bergantian melihat sang menantu.
"Kabar apa bun?" tanya Ayah.
"Kita bakalan mau punya cucu lagi, menantu kita Alhamdulillah sedang hamil ayah," ucap bunda dengan raut senang.
Membuat ayah Adrian kaget dan tak percaya, kalau ia bakalan mau punya cucu lagi dari sang putra Zaki, senyum pun terbit di bibir pria paru baya itu, melihat sang menantu.