
Jadwal periksa kandungan Zahra hari ini, dan mami Sisil akan menemani sang menantu untuk mengecek kandungan Zahra.
Saat ini mami Sisil sudah siap, dan akan memanggil sang menantu untuk segera berangkat ke rumah sakit.
Tokk...
Tokkk...
Mami Sisil mengetuk pintu kamar Zahra dan Iqbal, Zahra yang mendengar suara pintu di ketuk langsung saja pergi untuk membuka nya.
Clekk...
"Mami, udah siap?" tanya Zahra.
"Iya sayang, kamu udah siap belum" tanya mami Sisil ikut masuk ke kamar Zahra dan Iqbal.
"Udah kok ma, ni Zahra tinggal mau make hijab aja" ucap Zahra.
"Kalau gitu mama tunggu di lantai bawa ya sayang" ucap mami Sisil.
"Iya mi" jawab Zahra, lalu memakai hijab miliknya.
Iqbal hari ini tak bisa menemani sang istri ke rumah sakit, karena sedang ada pertemuan penting di kantor, jadi mami Sisil yang akan menemani sang menantu untuk periksa kandungan.
Selesai memakai hijab nya, Zahra mengambil tas miliknya lalu turun ke lantai bawa, mami Sisil yang sedang duduk di rumah tengah melihat sang menantu sudah turun.
"Sayang susah siap?" tanya mami Sisil melihat sang menantu.
"Udah mi" jawab Zahra.
"Ayo kita berangkat sekarang" ajak mami Sisil.
Zahra dan mami Sisil pergi ke luar rumah dan memanggil pak sopir yang sedang duduk di ruang samping.
"Mang Ujang" panggil mami Sisil.
"Siap nya, kata berangkat sekarang?" tanya mang Ujang.
"Iya mang" jawab mami Sisil.
"Ayo nyonya, non silahkan masuk" ucap mang Ujang membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.
"Makasih ya mang" ucap Zahra masuk kedalam mobil, begitu pun dengan mami Sisil.
"Iya neng sama-sama" ucap mang Ujang.
Mobil lalu keluar dari gerbang rumah Gunawan, saat ini waktu masi menunjukan pukul 10 pagi.
30 menit kemudian mobil yang di kendarai oleh mang ujang memasuki parkiran rumah sakit.
"Ayo sayang pelan-pelan turunnya" ajak mami Sisil.
Mami Sisil dan Zahra masuk ke dalam rumah sakit, di ruangan dokter kandungan dokter Nabila sudah menunggu kedatangan Zahra.
"Mari bu Zahra, dokter Nabila sudah menunggu ibu" ucap seorang suster.
"Terimakasih sus" ucap mami Sisil dan Zahra.
"Sama-sama bu" ucap suster sambil tersenyum.
"Bu Zahra, dan ibu" ucap dokter nabila.
"Oh iya bu Sisil silahkan duduk" ucap dokter Nabila.
"Terimakasih dok" ucap Zahra.
Dokter Nabila mulai berbincang-bincang dengan Zahra, sebelum memulai pemeriksaannya.
"Apa ada keluhan lain bu Zahra" tanya dokter Nabila.
"Tidak ada dok, mual pun akhir-akhir ini sudah sangat jarang" ucap Zahra.
"Kalau gitu kita mulai pemeriksaan saja ya bu" ucap dokter Nabila.
"Baik dok" ucap Zahra.
Zahra lalu melakukan pemeriksaan, dengan di temani mami Sisil, mami Sisil bisa melihat perkembangan janin yang ada di kandungan sang menantu, senyum terbit di bibir mami Sisil.
"Sayang liat Iqbal junior di sana" tunjuk mami Sisil.
"Iya mi" ucap Zahra sambil tersenyum.
"Alhamdulillah,, kondisi janin ya sangat sehat bu" ucap dokter Nabila.
"Makasih dok" ucap Zahra sambil melihat layar monitor.
"Pasti suami kamu senang deh dengar ini sayang" ucap mami Sisil.
"Iya mi" ucap Zahra.
Zahra dan mami Sisil kembali duduk di kursi depan dokter Nabila lagi, ketiganya sambil mengobrol perihal masalah kehamilan.
☘☘☘☘
Zaki melihat sang istri yang masi sibuk dengan komputer miliknya, karena saat ini meja kerja Mutiara sudah berada di ruangan kerja Zaki, Zaki bisa leluasa melihat sang istri yang sedang sibuk bekerja.
"Sayang" panggil Zaki.
"Iya bang, ada apa?" tanya Mutiara masi serius dengan komputer miliknya.
"Suami manggil kok di cuekin sih" ucap Zaki pura-pura ngambek.
Mutiara melihat ke arah sang suami, Mutiara tersenyum melihat wajah merajuk Zaki, Mutiara tau kalau suami nya itu sedang berpura-pura merajuk.
"Apa apa bang?" tanya Mutiara lagi.
"Makan siang yuk, ini udah waktunya makan siang, kamu malah serius banget kerjanya" ucap Zaki berdiri dari kursi kerjanya.
Mutiara melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, memang saat ini sudah waktunya makan siang.
"Mas mau aku pesankan menu apa?" tanya Mutiara.
"Yang biasa aja sayang" ucap Zaki.
"Oke aku pesan dulu ya" ucap Mutiara mengambil ponsel milik nya dia atas meja.
Mutiara memesan makanan online untuknya dan sang suami, mereka akan makan siang di kantor saja karena itu sama saja.
Mutiara mendekati Zaki yang duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu, sambil menunggu pesanan mereka datang, pasangan pengantin baru itu mengobrol sambil sesekali bercanda di sana. Sampai suara ketukan pintu terdengar.
Bersambung...