
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, saat ini usia kandungan Zahra sudah memasuki bulan ke empat.
Iqbal selalu siap siaga menemani sang istri, berpergian atau cek kandungan ke dokter untuk bisa memantau kondisi perkembangan janin yang ada di dalam kandungan Zahra.
Seperti saat ini Iqbal terlihat sedang menemani sang istri pergi untuk melihat-lihat perlengkapan bayi mereka di salah satu tokoh di pusat perbelanjaan.
Iqbal terlihat engan melepaskan tangan sang istri yang sedang mengandeng lengannya itu dengan erat.
"Mas ke sana yuk" tunjuk Zahra ke salah satu tokoh perlengkapan bayi.
Iqbal pun mengikuti keinginan sang istri untuk masuk ke tokoh itu, Zahra dan Iqbal melihat banyaknya perlengkapan bayi-bayi di sana, mulai dari pakaian bayi perempuan dan laki-laki.
"Mas liat deh ini lucu ya?" tanya Zahra mengangkat sepatu kecil yang mungil itu.
"Iya sayang, apa lagi kalau beby kecil kita yang pakai" jawab Iqbal melihat sang istri sambil tersenyum.
"Mas aku beli yang ini ya, ini kan cocok buat perempuan sama laki-laki" ucap Zahra.
"Iya sayang, kamu boleh beli apa aja" ucap Iqbal.
"Makasih ya mas" ucap Zahra sambil tersenyum bahagia.
"Mbak, sini deh" panggil Zahra pada karyawan toko itu.
"Iya mbak, ada yang bisa saya bantu" tanya Karyawan itu dengan sopan.
"Mbak, yang ini ada warna hijau muda gak?" tanya Zahra menunjuk sepatu mungil yang ia pegang.
"Sebentar ya mbak, saya cek stok dulu apa kah masih ada atau sudah kosong" ucap karyawan toko itu.
"Iya Mbak" ucap Zahra.
Zahra dan Iqbal kembali melihat-lihat perlengkapan bayi yang lain, sesekali Iqbal juga menunjuk baju bayi yang sangat terlihat unik untuk sang istri.
"Mbak ada tinggal satu" ucap pelayan toko yang baru saja kembali dengan membawa barang yang di minta oleh Zahra.
"Iya mbak saya mau yang ini" ucap Zahra.
"Baik mbak, ada yang lain lagi mbak?" tanya karyawan tokoh.
"Sama ini aja mbak" ucap Zahra menyerahkan baju bayi.
"Baik tunggu sebentar ya mbak, saya kemas dulu" ucap pelayan tokoh itu pergi ke meja kasir.
Selesai membayar semua barang yang mereka beli, Iqbal mengajak sang istri keluar dari dalam tokoh itu, dengan Iqbal yang membawa paper bang yang berisi barang belanjaan mereka.
"Mas aku mau itu dong" tunjuk Zahra ke arah penjual kerupuk yang terdapat eskrim di atasnya.
"Boleh sayang ayo" ajak Iqbal mendekati si penjual.
"Mas, kerupuknya satu ya, buat istri saya" ucap Iqbal pada mas yang mengenakan seragam.
Zahra terlihat tak sabaran menanti pesanan nya itu, membuat Iqbal mengelus pipi sang istri dengan lembut. Membuat pembeli yang lain yang sedang mengantri di buat baper oleh perlakuan manis Iqbal pada sang istri.
"Ini mas" ucap mas penjual memberikan pesanan Iqbal.
"Makasih ya mas" ucap Iqbal selesai membayar pesanan sang istri.
"Sama-sama mas" ucap si mas penjual dengan rama.
"Sayang kita duduk di sana aja yuk" ajak Iqbal menunjuk salah satu kursi.
"Iya mas" ucap Zahra.
Iqbal pun mengajak sang istri duduk di kursi itu, Zahra langsung melahap pesanan yang di beli tadi, Iqbal setia menemani sang istri di sana.
"Enak?" tanya Iqbal.
"Enak banget mas, kayaknya aku pengen nambah lagi deh, boleh kan mas" tanya Zahra melihat sang suami sambil mengunyah kerupuk berisi es krim itu.
"Iya boleh kok, di habisin dulu ya" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari sang istri.
"Hallo kaka" tiba-tiba ada seorang anak perempuan kecil mendekati pasangan suami dan istri itu.
"Hay, kamu sama siapa?" tanya Zahra melihat ke sekeliling anak itu.
"Aku sama mami aku kak, tuh mami lagi ngantri beli kerupuk es krim buat aku" tunjuk gadis kecil itu pada wanita yang sedang berdiri mengantri.
"Kamu pengen makan kerupuk es krim juga ya, nama kamu siapa?" tanya Zahra.
"Nama aku Zara kaka" ucap gadis kecil itu.
Membuat Iqbal dan Zahra saling pandang, lalu melihat gadis kecil itu sambil tersenyum.
"Kok nama kita bisa sama sih" ucap Zahra tersenyum melihat gadis kecil itu.
"Wah nama kaka juga Zara ya?" tanya gadis kecil itu.
"Iya Nama kaka ZahraTul Syita" ucap Zahra.
"Wah kalau nama aku Zara Camelia kak" ucap gadis kecil itu.
"Wah nama kamu bagus" ucap Zahra, sedangkan Iqbal hanya tersenyum melihat sang istri yang terlibat obrolan dengan gadis kecil itu.
"Zara, kok di sini sih mami cariin" ucap seorang wanita, menghampiri mereka sambil membawa kerupuk berisi es krim.
"Iya mi Zara lagi ngobrol sama kak Zara" ucap Zara kecil.
Zara dan Iqbal pun tersenyum melihat wanita itu, wanita itu juga ikut mengobrol dengan Iqbal dan Zahra.