
Iqbal yang saat ini sedang berbaring di ranjang king size miliknya tidak henti-hentinya tersenyum, Iqbal selalu membayangkan wajah cantik Zahra sesekali Iqbal berucap seorang diri.
Tidak lama kemudian kedua sahabatnya masuk begitu saja kedalam kamar Iqbal, di rumah cuma ada Iqbal dan bibi saja karena kedua orang tua Iqbal masih berada di Singapura.
Iqbal yang tidak menyadari kedatangan kedua sahabatnya, Erik dan Aldo yang melihat Iqbal senyum-senyum sendiri menjadi heran dan saling pandang.
"Loh kenapa senyum-senyum sendiri ke sambet setan loh" ucap Erik sambil melempar sebuah bantal.
Iqbal yang kaget karena ada sebuah bantal yang megenai tubuhnya menjadi kaget dia melihat ke dua sahabatnya kini suda berdiri di dekat ranjang miliknya.
"Loh kenapa senyum-senyum sendiri" tanya Erik lagi sambil menaik turunkan keningnya.
"Gak ada apa-apa ko" jawab Iqbal santai
"Jangan bilang loh lagi mikirin si Zahra" ucap Erik tepat sasaran.
Iqbal diam tidak menanggapi ucapan Erik, sementara Erik yang melihat Iqbal hanya diam saja sudah menduga kalau saat ini sahabatnya itu sedang memikirkan gadis berhijab itu.
"Loh beneran suka sama Zahra" tanya Aldo.
"Gue juga gak ngerti sama perasaan gue sendiri, kalau lagi ngeliat senyumnya Zahra tuh hati gue seneng banget" ucap Iqbal.
"Loh cinta sama Zahra" ucap Erik
Iqbal langsung menoleh kearah Erik, apa benar dia sudah jatuh cinta sama Zahra, kenapa secepat itu memang Iqbal akui dia belum pernah merasakan hal seperti ini pada siapapun hanya pada Zahra saja.
"Kejar men, sebelum keduluan sama yang lain nanti loh nyesel Zahra wanita yang baik, soleha lagi " ucap Erik menepuk pundak sahabatnya.
******
Keesokan harinya Zahra bersiap-siap pergi ke kampus, hari ini Zahra hanya punya 1 kelas saja.
Zahra berjalan mendekati meja makan Zahra melihat ayah dan juga bundanya sedang sarapan, Zahra duduk di kursi dekat sang bunda lalu dia mengambil nasi goreng dan telur dadar dia berdoa dan langsung melahapnya.
"Sayang bunda dan ayah mau keluar kota, bunda mau temani ayah ada perjalanan bisnis" ucap bunda memberi tau putrinya.
"Bunda sama ayah berangkatnya kapan" tanya Zahra
"Sebentar sore sayang, kamu baik-baik ya di sini" ucap bunda mengelus kepala putrinya.
"Iya bunda nanti Zahra minta Tiara buat nginap di sini temani Zahra" ucap Zahra memeluk bundanya.
"Kamu jaga kesehatan ya sayang" ucap ayah memeluk putrinya.
"Ayah sama bunda cepat pulang ya" ucap Zahra sedih.
"Iya sayang, uda Gak usah sedih ya" kata bunda memeluk Zahra kembali.
******
Malam harinya di kediaman Zahra, ruang tamu yang biasa Zahra gunakan dan kedua orang tuanya kini terasa sunyi, Zahra memili menonton TV di ruangan keluarga Zahra melihat-lihat acara TV tapi tidak aja yang bagus.
Zahra melangkah ke dapur untuk mengisi perutnya, tapi tidak ada makanan sama sekali.
Zahra memutuskan untuk mecari makanan di luar saja, Zahra mengambil dompet dan kunci mobilnya.
Tak lama kemudian Zahra sampai, Zahra turun dari mobilnya berjalan masuk.
Dari kejauhan Iqbal yang melihat Zahra memasuki rumah makan padang menghentikan mobilnya.
"Kenapa loh berhenti" tanya Aldo
Tujuan mereka bertiga saat adalah pergi ke nongkrong di luar tiap malam karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka bertiga.
"Gue ngeliat Zahra masuk ke rumah makan itu" kata Iqbal pada dua sahabatnya.
"Loh salah liat kali" ucap Erik
"Gak gue gak salah liat itu benar Zahra" ucap Iqbal lagi.
Iqbal hendak turun tapi di cegah oleh kedua sahabatnya.
"Loh mau kemana" tanya Aldo
"Gue mau liat Zahra bentar" ucap Iqbal dan langsung keluar dari mobil dan masuk ke rumah makan padang.
Iqbal mengedarkan kedua bola matanya untuk mencari sosok wanita yang dia lihat tadi dan pandangannya melihat Zahra sedang duduk sendiri di salah satu meja di pojokan.
"Zahra" panggil Iqbal
"Kak Iqbal" ucap Zahra
Iqbal menghampiri Zahra lalu duduk di kursi di depan Zahra.
"Kamu sendirian aja" tanya Iqbal
"Iya kak" ucap Zahra
Tak lama kemudian pemilik rumah makan datang mengantarkan pesanan Zahra.
"Kak makan" ajak Zahra
"Iya kamu makan aja, aku udah makan dari rumah ko" ucap Iqbal menatap Zahra.
Zahra memakan makanan ya dengan diam hanya suara sendok yang sesekali ke degaran, Iqbal yang duduk di depan Zahra tak henti-hentinya memandang Zahra.
Iqbal yang melihat ada bekas nasi di ujung bibir Zahra langsung spontan me gurul kan tangannya untu mengambil bekas nasi itu, sontak saja kejadian itu membuat Zahra kaget.
"Maaf aku hanya mau mengambilkan bekas nasi saja" ucap Iqbal gugup ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrolnya.
Zahra melanjutkan makanan nya lagi sampai benar-benar habis.
🌸🌸🌸🌸🌸
Like
Comen
Vote ya🙏