Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Mutiara Sakit



Keesokan harinya semuanya beraktifitas seperti biasa, Iqbal mengantar sang istri untuk pergi ke kampus, lalu ia langsung pergi ke kantor.


"Zah" panggil Tiara dari kejauhan.


"Hey,, baru nyampe" tanya Zahra.


"Iya baru aja" ucap Tiara.


Zahra dan Tiara berjalan masuk ke dalam kelas mereka, terlihat keduanya sesekali tertawa entah apa yang mereka obrolkan.


Zahra dan Tiara masuk ke dalam kelas mereka, karena tak lama lagi seorang dosen akan segera masuk.


Sementara itu di parkiran Aldo dan Erik baru saja tiba, kedua pria itu langsung melangkah menuju fakultas mereka.


Tak lama lagi kedua pria itu akan segera melaksanakan wisuda, dan saat ini keduanya sedang di sibukkan dengan urusan diskripsi.


☘☘☘☘


Iqbal tiba di lobby kantor Gunawan, terlihat papi Mario juga baru sampai.


"Pi," panggil Iqbal.


"Nak, baru sampai?" tanya papi Mario berdiri menunggu sang putra.


"Iya pi, habis ngantar istri aku ke kampus" ucap Iqbal.


Papi Mario dan Iqbal pun masuk ke dalam lift, tujuan keduanya sama ya itu di lantai atas di mana ruangan meraka berada.


Ting....


Pintu lift terbuka, papi Mario dan Iqbal keluar dari dalam lift, terlihat Dimas sudah menunggu sang bos di sana.


"Dim tolong ke ruangan ku ya" ucap Iqbal.


"Siap bos" ucap Dimas.


"Pi, aku masuk dulu ya" ucap Iqbal.


"Iya papi juga mau ke ruangan papi" ucap papi Mario.


Iqbal dan Dimas masuk ke dalam ruangan Iqbal, sedangkan papi Mario masuk ke dalam ruangannya.


"Apa jadwal ku hari ini Dim?" tanya Iqbal setelah duduk di kursi kerja nya.


Dimas pun mulai membacakan jadwal sang bos hari ini, rupanya siang ini Iqbal ada meeting di luar bersama klien di jam makan siang, jadi ia tidak bisa menjemput sang istri untuk makan siang.


Selesai membacakan jadwal, Dimas kembali keluar dan mulai mengerjakan pekerjaan yang ada di atas meja kerja nya.


☘☘☘☘


Siang hari ini Zaki dan Tim yang lain akan kembali ke bandung, semuanya sudah bersiap-siap hanya tinggal menunggu waktu ke bandara.


Sebelum ke bandara Zaki mengajak semua Tim untuk makan siang terlebih dahulu, di salah satu restoran hotel tempat mereka menginap.


"Sudah kok aku udah packing semua semalam" ucap Mutiara.


"Kamu gak papa" tanya Zaki melihat wajah sang kekasih.


"Gak papa kok, emangnya kenapa" tanya Mutiara.


"Gak papa wajah kamu sedikit pucat" ucap Zaki menatap Mutiara dengan serius.


Mutiara merasa badannya sedikit kurang sehat setelah bangun pagi tadi, hanya saja ia memilih diam karena tak mau membuat semuanya kuatir, termaksud Zaki.


Salma juga mengatakan hal yang sama seperti apa yang di katakan oleh Zaki barusan, Mutiara tersenyum untuk menyembunyikan rasa tak enak badannya itu.


"Gak papa kok, aku hanya capek aja" ucap Mutiara tersenyum.


Zaki melihat sang kekasih, ia tau saat ini gadis berhijab yang duduk di depannya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Jangan bohong" ucap Zaki.


"Aku cuma gak enak badan aja" ucap Mutiara karena kalau sudah melihat Zaki berkeras ia tak bisa berkutik.


Zaki menghela nafasnya dengan pelan, Zaki melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, masi ada waktu satu jam untuk ke bandara.


Zaki mengajak sang ke kasih ke salah satu klinik dokter umum yang tak jauh dari hotel itu, ia ingin memeriksa kondisi Mutiara terlebih dahulu sebelum berangkat.


"Kita mau ke mana" tanya Mutiara.


"Ikut aja" ucap Zaki.


Tak lama kemudian keduanya sampai di kediaman klinik dokter umum yang tak jauh dari hotel itu, Mutiara melihat tulisan yang ada di depan.


"Ayo masuk" ajak Zaki.


Mutiara pun hanya menganggu saja, karena membantah pun tak ada gunanya karena saat ini keduanya sudah berada di depan klinik.


Keduanya di sambut oleh seorang perawat yang bertugas di sana, perawat itu meminta keduanya untuk menunggu, dan tak lama kemudian dokter datang.


"Ada keluhan apa dari ibu pak" tanya seorang dokter yang mengira Zaki dan Mutiara pasangan suami dan Istri.


"Saya merasa tak enak badan dok, setelah bangun pagi tadi" ucap Mutiara.


"Iya dok, terlebih sejam lagi kami berangkat ke bandung takutnya terjadi apa-apa padanya" ucap Zaki.


"Biar saya periksa dulu ya bu" ucap dokter.


Mutiara pun mulai di periksa, dan ternyata hanya masuk angin dan kecapean hanya butuh istirahat saja kata dokter.


Selesai memeriksa kondisi Mutiara, keduanya kembali ke hotel karena tim yang lain sudah menunggu, kemudian mereka pergi ke bandara.


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....