
Iqbal mengambil satu bau salak dan mengupasnya, Zahra yang sedang menunggu di dekat sang suami tak sabar ingin makan bua salak.
"Ini sayang" ucap Iqbal memberikan buah salak yang sudah di kupas.
"Makasih ya mas" ucap Zahra mengambil salah itu dari tangan sang suami.
"Iya sayang, enak gak?" tanya Iqbal.
"Iya mas manis, aku suka" ucap Zahra.
Zahra melihat Iqbal yang tidak memakan buah salak yang sudah ia kupas barusan.
"Mas gak makan salaknya" tanya Zahra.
"Gak sayang, mas gak terlalu suka sama salak" ucap Iqbal.
Mami Sisil melihat salak yang ada di atas meja, mami Sisi yang juga doyan salak pun langsung duduk ikut bergabung dengan Iqbal dan Zahra.
"Sayang ini beli di mana?" tanya mami Sisil.
"Beli sama abang penjual bua mi di pinggir jalan" ucap Iqbal.
"Mami coba deh, salak nya manis banget" ucap Zahra.
"Iya sayang mami juga suka sama salak" ucap mami Sisil mengupas satu bau salak.
"Iya manis, mami suka" ucap mami Sisil.
"Aku beli dua kilo, karena tau mami juga suka sama salak" ucap Iqbal sambil tersenyum melihat sang mami.
"Kamu gak makan sayang?" tanya mami Sisil melihat sang putra.
"Gak mi, mami kan tau aku gak suka salak" ucap Iqbal.
"Kamu ini sama kaya papi kamu" ucap mami Sisil kembali memakan buah salaknya.
Sedangkan Zahra hanya tersenyum melihat sang suami dan mami mertuanya.
☘☘☘☘
Erik menjemput Tiara di kampus, siang ini Erik mengajak Tiara makan siang di luar bersama.
Erik melihat Tiara baru saja keluar dari kelasnya, sedangkan saat ini Erik masi berada di dalam mobil.
Tiar melihat mobil milik Erik sudah terparkir di deretan mobil yang ada di sana, Erik membunyikan klakson agar Tiara tau kalau ia sudah berada di sana.
"Kak udah nunggu lama ya?" tanya Tiara masuk ke dalam mobil.
"Gak kok, baru sepulu menit yang lalu" jawab Iqbal.
"Kita pergi sekarang?" tanya Erik melihat Tiara yang sudah duduk di sampingnya.
"Iya kak" jawab Tiara.
"Sabuk pengaman nya di pakai dulu, atau mau aku bantu?" tanya Erik sambil menunjuk sabuk pengaman di belakang Tiara.
"Ooh, iya aku lupa maaf kak" ucap Tiara dengan cepat memakan sabuk pengaman nya.
Erik pun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus, tujuan keduanya saat ini adalah mencari restoran untuk mengisi perut yang sudah mulai kosong.
"Ra, kita ke restoran biasa aja ya" ucap Erik melihat ke arah Tiara.
"Iya kak" ucap Tiara.
"Kak, Emon apa kabar?" tanya Tiara.
"Dia nanyain kamu terus, kalau kapan aku mau ngajak kamu ke rumah lagi" ucap Erik sambil tertawa melihat Tiara.
"Aku suka ngobrol sama Emon, orangnya lucu dan seru" ucap Tiara.
Erik melihat Tiara yang sedang tersenyum sambil menceritakan keseruannya saat mengobrol bersama dengan sang adik.
Mobil yang di kendarai oleh Erik berhenti di salah satu restoran langenan mereka di jalan xx.
Erik mengajak Tiara turun dari mobil, lalu keduanya masuk ke dalam restoran itu. Keduanya duduk di salah satu meja yang kosong di dekat jendela.
"Duduk di sini aja ya" ucap Erik.
"Iya kak" ucap Tiara.
Erik menarik kursi untuk Tiara, lalu untuknya juga. Erik dan Tiara duduk di sana dan memesan menu makan siang mereka.
☘☘☘☘
"Emon sini sayang makan dulu, nanti di lanjutkan lagi mainnya nak" ucap mama Erik memanggil putra bungsunya itu.
"Tanggung ma, Emon lagi main ini" ucap Emon masi asik dengan mainan nya.
"Tapi ini udah telat loh sayang, nanti kamu sakit" ucap mama Erik.
"Iya deh Emon makan, tapi mama minta kaka buat ajak kaka cantik ke rumah ya ma" ucap bocah kecil itu melihat sang mama.
"Kaka kan lagi kerja sayang, belum bisa ngajak kaka cantik kemari" ucap mama Erik.
"Yah, padahal aku udah kangen banget sama sama kaka cantik ma" ucap Emon.
"Nanti kita minta kaka buat ajak kakak cantik makan malam di rumah ya" ucap mama Erik menghampiri sang putra.
"Iya ma" ucap Emon.
"Kita makan ya" ucap mama Erik.
"Iya ma" ucap Emon.
Mama Erik dan Emon pergi ke ruang makan, di sana bibi sudah menyiapkan menu makan siang untuk mereka.
"Nih mama udah minta bibi masak masakan kesukaan kamu sayang" ucap mama Erik.
"Asik, ada sayur terong goreng" ucap Emon senang duduk di salah satu kursi.
Mama Erik mengambil kan menu makan siang untuk Emon, bocah kecil iyu sudah tidak sabar menyantap menu makan siangnya.
Bersambung...