
Makan siang sudah tersaji di atas meja makan dengan rapi. Hanya tinggal menunggu para majikan untuk menyantap makan siang saja.
"Non Zahra, ayo silahkan non, bibi panggil ibu dulu ya" ucap bibi pamit pada Zahra dan Tiara.
"Iya bi, ayo Ra, duduk kita makan siang" ajak Zahra.
Tiara lalu duduk di dekat Zahra, dan tak lama kemudian mami Sisil memasuki ruang makan bersama bibi.
"Mi, ayo makan siang sudah siap" ajak Zahra.
"Iya sayang, kita makan siang yuk" ajak mami Sisil.
Zahra dan Tiara lalu mengambil menu makan saing dan menaruh ke dalam piring mereka, mami Sisil meminta Tara untuk mengambil banyak lauk.
"Sayang jangan malu-malu, anggap rumah sendiri aja" ucap mami Sisil sambil tersenyum.
"Iya tan, makasih" ucap Tiara.
Mami Sisil, Zahra dan Tiara pun makan siang bersama, sesekali obrolan tercipta dari ketiga wanita itu.
"Sayang mau ke mana?" tanya mami Sisil melihat Zahra yang beranjak dari kursi.
"Mau ambil buah ma di kulkas" ucap Zahra.
"Duduk aja biar di ambil sama bibi" ucap mami Sisil.
"Gak papa ma, biar Zahra dikit-dikit gerak" ucap Zahra.
"Kamu ini sayang" ucap mami Sisil.
"Ra, bentar ya aku ambil bua dulu di kulkas" ucap Zahra.
"Iya Zah" ucap Tiara.
Zahra pergi ke arah kulkas dan membukanya, Zahra mengambil bua apel, lemon dan melon, lalu membawanya ke meja makan.
"Sini aku bantu kupasin Zah" ucap Tiara.
"Kamu udah selesai makan?" tanya Zahra melihat sang sahabat.
"Udah kok, siniin pisaunya biar aku yang kupas melon" ucap Tiara.
"Ini makasih ya Ra" ucap Zahra.
Sedangkan mami Sisil masi menikmati makan siangnya, sedangkan kedua wanita mudah itu sedang asik mengupas buah.
☘☘☘☘
Zaki mengajak sang istri makan siang di luar, pada saat memasuki restoran, Zaki melihat adik iparnya sedang mengobrol bersama Erik dan juga Aldo. Rupanya ketiga pria itu sedang melepas rindu.
Zaki mengajak sang istri menghampiri meja yang di duduki Iqbal dan kedua sahabatnya.
"Iqbal" panggil Zaki.
"Abang sama kak Mutiara juga di sini" tanya Iqbal.
"Iya mau makan siang" ucap Zaki.
"Kalian ngapain, makan siang juga?" tanya abang Zaki.
"Iya bang, sekalian melepas rindu sama Aldo yang baru balik dari perdesaan" ucap Erik sambil tersenyum.
Aldo menatap Erik dengan kesal, sedangkan yang lain hanya tersenyum saja melihat tingkah keduanya.
"Ya udah abang sama istri abang cari meja kosong dulu ya" ucap Zaki.
"Iya abang, kak Mutiara" ucap Iqbal.
Zaki dan Mutiara lalu duduk di salah satu meja kosong, yang ada di dekat meja yang di duduki oleh Iqbal dan ketiga sahabatnya.
Pelayan langsung mendekati Zaki dan Mutiara sambil membawa buku menu.
"Siang kak, ini buku menu nya silahkan di pilih menunya" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Terimakasih mbak" ucap Mutiara mengambil buku menu yang di berikan oleh pelayan itu.
Zaki dan Mutiara melihat-lihat menu makan siang yang ada di buku menu.
"Abang mau pesan apa?" tanya Mutiara melihat sang suami.
"Samain aja sama kamu sayang" ucap Zaki melihat sang istri tersenyum.
Pelayan yang sedang berdiri di dekat mereka tersenyum melihat pasangan suami dan istri itu.
"Abang gak malu di liat sama mbak mya" ucap Mutiara.
"Gak, kan kamu istri aku" ucap Zaki sambil tersenyum geli melihat sang istri.
"Maafin suami saya yang mbak" ucap Mutiara tak enak hati.
"Gak papa kak, kalian juga keliatan pasangan serasi kok" ucap pelayan itu sambil tersenyum juga.
Mutiara lalu mengatakan pesanan mereka pada pelayan, pelayan itu mencatat pesanan Zaki dan Mutiara, setelah itu pelayang yang mencatat pesanan mereka kembali ke belakang untuk melapor pesanan Zaki dan Mutiara.
"Abang ini" ucap Mutiara melihat sang suami.
"Memangnya aku kenapa sayang" tanya Zaki tersenyum jahil melihat sang istri.
"Gak tau ah" ucap Mutiara memasang wajah jutek.
Membuat Zaki semakin gemas saja dengan istrinya itu, Iqbal, Erik dan Aldo lalu mendekati Zaki dan Mutiara untuk pamit balik duluan, karena mereka masi ada banyak pekerjaan. Dan kini tinggallah Zaki dan Mutiara yangs sedang menunggu pesanan makan siang mereka.
Bersambung...