
Pulang kantor Zaki mampir ke rumah terlebih dahulu untuk menjemput sang istri, lalu mereka pergi ke kantor bersama.
"Sayang, kamu udah siap kan?" tanya Zaki menatap sang istri.
"Udah kok mas, kita pergi sekarang?" tanya Mutiara.
"Iya sayang ayo," ucap Zaki mengandeng tangan sang istri keluar dari dalam rumah.
Zaki membukakan pintu mobil untuk sang istri, lalu ia memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.
Zaki terlihat juga memasang kan sabuk pengaman untuk sang istri.
"Makasih ya mas," ucap Mutiara.
"Iya sayang sama-sama," ucap Zaki.
Mobil keluar dari halaman rumah, saat ini kondisi rumah sepi karena ayah sama bunda masi berada di rumah sakit, bunda masi ingin bersama anak dan sang cucu yang baru saja lahir ke dunia.
"Nak, kita liat kaka ya," ucap Zaki mengusap perut sang istri dengan tangan sebelah.
Mutiara hanya tersenyum melihat sang suami, mobil terus melaju di jalan raya, dan tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Zaki memasuki lobby rumah sakit.
☘☘☘
Di dalam ruangan Zahra terlihat sedang di bantu oleh sang suami pergi ke kamar mandi, beby Zahira sedang berada di gendongan sang oma.
"Cucu oma, kenapa heemm, pengen bobo terus ya sayang," ucap bunda mengajak sang cucu berbicara.
"Ayah, liat deh putri kita hanya kebagian matanya saja, selebihnya milik papa nya," ucap bunda memperlihatkan sang cucu pada sang suami.
"Hehehe,,, gak papa bun yang penting sehat ya nak," ucap ayah Adrian mengelus lembut pipi memerah beby Zahira.
Tiba-tiba bebi kecil itu menggeliat karena mendapat usapan dari sang kakek, membuat ayah dan bunda saling pandang dan tersenyum.
"Opa ganggu ya sayang, ayo bobo lagi ya nak," ucap bunda sambil meninabobo beby Zahira dengan pelan.
"Assalamualaikum,," ucap Zaki dan Mutiara yang baru saja masuk.
"Waalayikumsalam nak, kalian udah sampai?" tanya bunda melihat ke arah pintu.
"Iya bun, kita baru aja sampai," ucap Zaki.
Zaki melihat isi ranjang sang adik yang kosong, lalu Zaki melihat ke seisi ruangan itu tapi tak menemukan sang adik juga.
"Bunda adek mana?" tanya Zaki melihat sang bunda, Zaki tidak langsung melihat ponakan nya, karena ia baru saja masuk.
"Adik kamu lagi di kamar mandi sayang," ucap bunda.
"Ooh, Zaki dan Mutiara lalu mendekati beby Zahira yang ada di gendongan sang bunda.
"Ya ampun lucu banget kamu nak, mirip sama Iqbal ya bun," ucap Mutiara tampa melepas pandangannya.
"Iya sayang, mirip banget sama papa nya," ucap bunda.
"Bunda aku mau gendong dong," ucap Zaki.
"Boleh sayang, cucu oma sama uncle dulu ya sayang," ucap bunda memberikan beby Zahira pada sang uncle.
"Sini sama uncle ya sayang," ucap Zaki mengendong beby Zahira dengan pelan.
"Ya ampun gemesin banget sih kamu nak," ucap Zaki mencium ponakan nya itu, Mutiara juga terlihat mencium beby Zahira dengan lembut.
Clekk...
Pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Iqbal dan Zahra dari sana, Iqbal terlihat sedang menuntun sang istri kembali ke ranjang, lalu Zahra berbaring di sana.
"Abang, sama kak Mutiara baru sampe?" tanya Zahra.
"Iya dek, baru aja," ucap Zaki yang saat ini mengendong beby Zahira.
"Bun, namanya siapa?" tanya Zaki.
"Namanya beby Zahira sayang," ucap bunda.
"Nama yang bagus bun, sama seperti orangnya cantik," ucap Zaki kembali mencium beby Zahira dengan sayang.
Tak lama kemudian mami Sisil dan papi Mario juga baru tiba, setelah pulang ke rumah sebentar.
"Sayang kamu mau gendong gak?" tanya Zaki.
"Mau mas, sini aku juga mau gendong beby Zahira," ucap Mutiara.
Zaki memberikan ponakan nya itu pada sang istri, biarpun sudah bergantian di gendong, tapi beby kecil itu tak juga terusik dari tidurnya, membuat para oma di buat geleng kepala dengan tingkah cucunya itu.
"Iya bunda," ucap Mutiara yang sedang mengendong sang ponakan.
"Assalamualaikum,," ucap Tamu yang baru saja datang.
"Waalayikumsalam," ucap semua yang ada di ruangan itu.
Ternyata yang datang adalah Erik, Tiara dan juga si kecil Emon yang gak mau ketinggalan.
"Kak, Iqbal anak nya udah lahir ya?" tanya Emon langsung.
"Iya dong, beby nya kak Iqbal udah lahir, punya Emon belum ya?" tanya Iqbal.
"Iya kak belum, perutnya kaka cantik masi kecil," ucap Emon membuat semua yang ada di dalam situ tertawa mendengar perkataan polos Emon.
"Kamu ini bisa aja Mon," ucap Iqbal.
Emon terlihat mendekati Mutiara yang sedang mengendong beby Zahira, bocah kecil itu melihat dengan teliti wajah bayi kecil itu. Lalu Emon bergantian melihat Iqbal.
"Kok wajahnya sama kaya kak Iqbal ya," ucap Emon.
"Iya dong Mon, kan anak kaka," ucap Iqbal.
"Apa nanti anak nya kak Erik juga sama ya mukanya sama kak Erik?" tanya Emon.
"Iya lah, kan kak Erik bapak nya Mon," ucap papi Mario.
"Emon kira wajahnya bakalan mirip Emon nanti," ucap bocah kecil itu.
Membuat mami Sisil mengusap kepala emon dengan sayang, anak kecil mah ngomongnya suka ngawur ke mana-mana ya.
Tiara lalu duduk di sisi ranjang sang sahabat, sedangkan Erik dan Iqbal duduk berdekatan di sofa, kebetulan ruangan VVIP Zahra sangat besar jadi bisa menampung banyak orang.
"Zah, gimana keadaan kamu?" tanya Tiara.
"Alhamdulillah Ra, udah baikan," ucap Zahra.
"Selamat ya Zah, udah jadi ibu sekarang," ucap Tiara lagi.
"Iya Ra, makasih ya," ucap Zahra memeluk sang sahabat.
Beby Zahira masi berada di gendongan sang aunty Mutiara, beby kecil itu masi nyenyak dalam tidurnya meskipun saat ini ruang itu sudah di penuhi banyak orang.
"Selamat ya bro, atas kelahiran anak kalian," ucap Erik pada sang sahabat Iqbal.
"Makasih bro, lain gak lama lagi bakalan jadi bapak," ucap Iqbal juga.
"Iya, makasih ya," ucap Erik.
Beby Zahira lalu di ambil alih oleh Tiara, karena ibu hamil itu juga ingin mengendong sang ponakan, Tiara melihat wajahnya yang begitu mirip dengan Iqbal sang papa.
"Mirip sama suami kamu ya Zah," ucap Tiara.
"Iya Ra, aku hanya kebagian matanya dong," ucap Zahra sambil tersenyum melihat sang putri.
"Iih lucu banget deh," ucap Tiara mencium wajah beby Zahira.
"Kak namanya siapa?" tanya Emon.
"Namanya adik Zahira Mon," ucap Iqbal.
"Adik Zahira ya," ucap Emon.
"Iya sayang," ucap Zahra.
"Adek Zahira lucu dan gemesin deh," ucap si kecil Emon.
"Adik kamu nanti juga bakalan gemesin juga kok sayang," ucap bunda.
"Iya tante," ucap Emon.
Ruangan VVIP itu sesekali penuh dengan tawa kalah dan canda, kala Emon membaut kelucuan, sedangkan beby Zahira sudah berada di gendongan sang mama, karena beby Zahira sudah terbangun dari tidurnya dan akan di kasih asi oleh Zahra sang mama.
Raut kebahagiaan terpancar jelas dari wajah semua yang ada di sana, dari oma, opa, uncle dan aunty yang menyayangi beby Zahira dengan penuh kasih sayang.
Kebahagiaan Iqbal dan Zahra sudah lengkap dengan hadirnya buah hati pertama mereka yang bernama, Zahira Azzahra Gunawan.
Erik dan Tiara juga gak sabar ingin menantikan buah hati mereka, begitu pun dengan abang Zaki dan sang istri Mutiara, yang tak lama lagi akan menantikan kelahiran buah hati mereka.
~Tamat~