
Pulang kantor Iqbal mampir di salah satu butik langenan sang mama. Iqbal akan membelikan sang istri gaun, Iqbal akan mengajak sang istri untuk menghadiri pesta salah satu rekan bisnis nya di salah satu hotel bintang lima.
"Mas Iqbal, mau cari apa?" sambut karyawan. bukit itu dengan sangat rama.
"Saya cari gaun untuk istri saya, ada yang keluaran terbaru gak?" tanya Iqbal.
"Ada mas Iqbal, masi ikut saya, saya akan tunjukan model gaunnya yang pasti cocok buat mbak Zahra" ucap karyawan butik mengajak Iqbal ke salah satu lorong butik.
Pandangan Iqbal tertuju pada deretan gaun muslim yang terpajang dengan sangat cantik di patung manekin, dan sudah lengkap dengan hijab nya juga.
"Silahkan mas Iqbal, ini adalah gaun muslim rancangan terbaru di butik kami" ucap karyawan butik.
Iqbal pun mulai memili-mili gaun yang kira-kira cocok dengan sang istri, setelah berputar-putar dan melihat-lihat gaun, pandangan Iqbal jatuh pada gaun brokat warna biru langit, dan itu akan senada nanti dengan Iqbal yang akan mengenakan daleman kemeja biru langit juga.
"Saya ambil yang ini saja" ucap Iqbal.
"Baik mas Iqbal, saya siapkan dulu ya mas Iqbal bisa menunggu di sofa yang ada di depan" ucap karyawan butik.
Iqbal pun meninggal karyawan itu yang akan menyiapkan gaun untuk sang istri, Iqbal duduk di sofa sambil melihat ponsel miliknya.
"Iqbal" panggil seseorang yang baru saja masuk.
Iqbal melihat ke asal suara, dan bertapa kaget nya Iqbal melihat orang itu adalah Viona, dengan cepat Iqbal memasang wajah dingin.
Dan tak lama kemudian seorang pria bule masuk dan langsung memanggil Viona dengan sebutan sayang.
"Sayang maaf ya kamu nunggu lama" ucap pria bule itu.
"Gak papa kok, lagi aku juga baru masuk" ucap Viona tersenyum manis.
Iqbal melihat Viona dan pria bule itu, kalau di liat-liat mereka seperti pasangan kekasih. Karena pria bule itu merangkul mesra pinggang Viona.
"Kamu sendirian, istir kamu mana?" tanya Viona.
"Istri saya di rumah" jawab Iqbal.
"Sayang dia siapa?" tanya pria bule iyu melihat ke arah Iqbal.
"Ini teman SMA aku sayang nama nya Iqbal, Iqbal kenalin ini suami aku namanya Robert" ucap Viona.
"Iqbal" jawab Iqbal mengulurkan tangannya.
"Robert" jawab Robert membalas uluran tangan Iqbal.
"Mas Iqbal ini gaun yang anda minta" ucap pelayan butik datang memberikan paper bang berisi gaun untuk Zahra.
"Makasih ya" ucap Iqbal.
"Sama-sama mas Iqbal" ucap pelayan butik.
"Mbak Viona, mau ambil gaun yang di pesan kemarin ya?" tanya karyawan butik.
"Iya mbak, sudah selesai kan?" tanya Viona dengan sopan.
"Sudah kok mbak, sebentar saya ambilkan dulu ya" ucap karyawan butik, dan Viona hanya tersenyum dan mengangguk.
Rupanya Viona juga memesan gaun yang akan ia kenakan ke acara yang sama, dengan yang akan di hadiri oleh Iqbal dan Zahra nanti.
"Kalau gitu saya dulu ya" ucap Iqbal.
"Iya" jawab Robert dan Viona bersama, lalu pasangan suami dan istri itu pergi melihat gaun pesanan mereka.
Iqbal masuk ke dalam mobilnya, lalu meletakan paper bang yang berisi gaun untuk sang istri, Iqbal masi melihat ke dalam butik setelah sampai di dalam mobil.
Lalu Iqbal kembali membuang nafas kasar dan menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari parkiran butik itu.
☘☘☘☘
Di rumah Zahra baru saja selesai membersihkan diri, karena sebentar lagi sang suami akan pulang kantor, Iqbal juga sudah mengirim chat kalau Iqbal sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.
Zahra mengambil baju daster miliknya di dalem lemari baju, lalu Zahra melihat pantulan dirinya di depan cermin besar.
"Kok aku gendut banget sih sekarang, apa karena hamil kalai ya" ucap Zahra seorang diri.
Zahra melanjutkan ganti bajunya, lalu mengeringkan rambutnya yang masi basah itu mengenakan hendra yer.
Selesai itu Zahra turun ke lantai bawa untuk menunggu sang suami tiba di rumah.