
Seperti janji Iqbal tadi pagi, setelah jam makan siang tiba Iqbal langsung pergi ke kampus sang istri untuk makan siang bareng, Iqbal mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil mendengar alunan musik yang terputar membuat Iqbal terlihat tenang.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Iqbal tiba parkiran kampus, Iqbal keluar dari mobil banyak pasang mata yang melihat Iqbal dengan tak berkedip karena saat ini penampilan Iqbal sangat jauh berbeda dengan sebelumnya masi menjadi maha siswa.
Banyak juga yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka pada Iqbal, termaksud teman-teman nya seangkatan.
Iqbal langsung ke fakultas sang istri, Iqbal tak melihat keberadaan sang istri di mana-mana pertanda kalau sang istri masi berada di dalam kelas.
"Zah, ada kak Iqbal tuh" ucap Tiara berbisik karena ada dosen di depan.
Zahra pun mengirim pesan singkat untuk sang suami, meminta sang suami untuk menunggu di kantin bersama teman-temannya karena sebentar lagi kelasnya akan habis.
Iqbal pun menelpon kedua sahabatnya, yang ternyata sudah berada di kanti sedari tadi, Iqbal langsung menuju kantin.
"Wihh, pak direktur datang men" ucap Erik.
"Gaya loh makin keren aja bro" ucap Aldo.
"Ya ialah sekarang kan udah jadi bos" ucap Iqbal dengan bangga.
"Boleh dong traktir kita" ucap Aldo.
"Kalian pesan aja apa yang kalian mau" ucap Iqbal.
"Gitu dong, ini baru sahabat terbaik kita" ucap Erik.
"Loh berdua kaya gak pernah di kasih uang jajan aja" cibir Iqbal.
Erik dan Aldo tidak mendengar cibiran dari sang sahabat, keduanya fokus melihat buku menu yang mereka pegang.
"Loh gak mesan Bal" tanya Erik.
"Gak, kalian aja gue lagi nunggu istri gua keluar kelas" ucap Iqbal.
"Zahra udah masuk kampus ya" tanya Aldo.
"Iya hari ini, dan gue uda janji mau makan siang bareng" ucap Iqbal.
"Enak ya jadi luh udah nikah, sama cewek soleha lagi" ucap Erik.
"Kenapa loh mau nikah juga sama Tiara" tanya Aldo.
"Gue pengennya sih juga gitu, tapi susah banget dapatin hati tuh cewek jutek" ucap Erik.
"Semangat Bro loh pasti bisa" ucap Iqbal menepuk punggung sang sahabat.
"Iya gue akan terus berusaha buat curi perhatian gadis itu" ucap Erik dengan serius.
"Curi hatinya, jangan curi orangnya" ucap Aldo.
"Eh Bal tuh ada mantan loh tuh" ucap Aldo.
"Biarin aja" ucap Iqbal cuek.
"Hau Bal, boleh gabung gak" tanya mantan Iqbal.
"Cari meja lain aja, bentar lagi istri gue datang, gue gak mau dia salah faham" ucap Iqbal cuek.
"Sombong banget sih loh" ucap mantan ya Iqbal.
"Sayang" panggil Iqbal dengan keras.
Sehingga membuat para pengunjung kantin melihat ke arah Iqbal.
"Sayang sini" ajak Iqbal menarik kursi untuk sang istri.
Perlakuan romantis Iqbal pada sang istri itu tak luput dari pandangan sahabat dan para pengunjung kantin.
"Romantis banget sih" ucap Tiara.
"Aku juga bisa romantis gitu sama kamu" ucap Erik pada Tiara.
"Gak butuh gue" ucap Tiara duduk di kursi kosong.
Membuat Aldo, Iqbal dan Zahra menertawakan wajah suram Erik yang terus mendapat penolakan dari Tiara.
"Sabar men, terus semangat" ucap Aldo.
Mereka semua duduk, Iqbal memanggil pelayan untuk memesan menu makan siang mereka, Tiara juga ikut makan siang bersama.
☘☘☘☘
"Apa semuanya sudah siap" tanya Zaki pada Mutiara, saat ini keduanya sedang berada di dalam ruangan Zaki.
"Sudah pak" ucap Mutiara.
"Baik, kita berangkat jam dua, nanti saya akan jemput kamu" ucap Zaki.
"Apa gak sebaiknya nanti ketemu di bandara pak" ucap Mutiara.
"Memangnya kenapa kalau saya mau menjemput kekasih saya" ucap Zaki.
"Baik pak" ucap Mutiara.
"Kalau begitu saya pamit keluar dulu pak" ucap Mutiara.
"Tunggu sebentar" ucap Zaki.
"Ada apa apk" tanya Mutiara.
"Sini" ucap Zaki meminta sang kekasih mendekat.
Dengan ragu Mutiara mendekat, Zaki yang melihat sang gadis sedang gugup pun hanya tersenyum kecil, lalu kembali memasang ekspresi tegas.
"Ada yang bisa saya bantu pak" tanya Mutiara.
"Tolong buatkan saya kopi" ucap Zaki.
Membuat Mutiara menatap pria yang berstatus kekasihnya itu dengan kesal, ia pikir ada pekerjaan serius ternyata cuma mau minta di buatkan kopi.
"Baik pak tunggu sebentar" ucap Mutiara keluar dari ruangan sang bos dengan wajah kesal.
Sedangkan Zaki melihat punggung yang menghilang dari balik pintu ruangannya itu dengan tersenyum, Zaki selalu suka membuat sang kekasih kesal karena itu akan terlihat sangat mengemaskan baut Zaki.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...