Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Kamu Cantik



Iqbal dan kedua sahabat nya kini dalam perjalanan pulang setelah mengantar Zahra pulang ke rumah nya.


"Bal, loh udah nembak Zahra." tanya Erik melirik Iqbal yang sedang mengemudi.


"Rencananya ntar malam gue mau nyatain perasaan gue ke dia, tapi dia mala di timpa musibah." jawab Iqbal ada perasaan tidak tega dalam hati Iqbal kalau mengingat Zahra menangis.


"Muda-muda han loh nemuin jodoh yang tepat men" ucap Erik ke pada Iqbal.


Iqbal hanya mengganggu kan kepala nya sebagai jawaban, ia berjanji kali ini dia akan berubah, ia akan meninggalkan dunia ke play boy yan nya.


Setelah mengantarkan ke dua sahabat nya Iqbal langsung pulang ke rumah. Iqbal melihat ke dua orang tuanya sedang menonton TV di ruangan keluarga.


"Mamy,Papy, kok gak bilang Iqbal kalau Mamy sama Papy udah balik" tanya Iqbal menghampiri ke dua orang tuanya.


Mamy langsung memeluk putra nya yang mereka tinggalkan selama 2 bulan.


"Gimana Papy sama Mamy mau bilang kamu, kamu sibuk nolongin anak gadis teman Papy" ucap Papy pada Iqbal.


"Iya Py tadi Iqbal nolongin Zahra" jawab Iqbal dengan lirih.


"Kamu suka sama Zahra" tanya Papy


"Iya Py, Iqbal cinta sama Zahra" Iqbal mengucap kan isi hatinya.


"Papy sama Mamy setuju kamu sama Zahra sayang Zahra gadis yang baik" ucap Mamy.


"Makasih Py, My... Iqbal sayang kalian" ucap Iqbal memeluk ke dua orang tuanya.


******


Zahra dan Tiara kini sedang berada di kamar milik Zahra. Tiara terus melihat sahabatnya yang dari tadi senyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa sih Zah dari tadi aku perhatiin senyum-senyum sendiri" tanya Tiara.


"Gak apa-apa ko Ra" jawap Zahra.


Tiara hanya mengeleng-geleng kepala nya melihat tingkah aneh sahabat nya.


"Gak mungkin kan aku bilang ke Tiara kalau Iqbal sekarang bersikap romantis sama aku" ucap Zahra dalam hati nya.


"Zah kira-kira siapa yang udah nyulik kamu" ucap Tiara tiba-tiba.


"Aku juga gak tau Ra, waktu aku di sekap sama penculik itu aku dengar kepala preman itu ngomong sama seseorang di telvon" ucap Zahra.


"Apa mungkin mantan pacar nya Iqbal ya" ucap Tiara.


"Kita gak boleh souzon sama orang lain nanti jadi fitnah Ra" ucap Zahra.


"Iya-iya maaf de" kata Tiara menoel pipi milik Zahra.


Ke dua sahabat itu saling bercanda, sesekali Tiara menjahili Zahra.


******


Ke esokan harinya....


"Pagi My,Py" sapa Iqbal


"Pagi sayang pagi-pagi udah rapi banget harum lagi" tanya Papy.


"Iya Py, Iqbal mau jemput Zahra ke kampus bareng" ucap Iqbal meraih sarapannya.


"Wah kita bakalan besanan nih sama Adrian My" ucap Papy Mario pada istri nya.


"Justru Mamy suka Py" ucap Mamy.


Iqbal melahap habis sepiring nasi goreng kemudian ia pamit pada ke dua orang tuanya.


"Iya sayang kamu hati-hati ya" ucap Mamy mencium putra nya.


"Ok siap My,Py" ucap Iqbal.


Iqbal mengendarai mobil nya dengan kecepatan rendah, sehabis bangun pagi tadi Iqbal sudah mengirim chet ke Zahra kalau dia akan menjemput Zahra pagi ini.


Mobil milik Iqbal tiba di halaman rumah Zahra, Iqbal megutuki jantungnya yang dari tadi berdetak dengan kuat. Iqbal melihat penampilan nya di kaca spion.


Iqbal menekan bel tak lama kemudian Bibi membukakan pintu.


"Eh den Iqbal ayo silahkan masuk den" ucap Bibi.


Iqbal masuk mengikuti Bibi dari belakang. Adrian yang melihat Iqbal langsung mengajak nya duduk Adrian sudah tau kalau Iqbal akan menjemput Zahra, Adrian tidak keberatan karena Iqbal sudah menolong putri nya dan juga Iqbal adalah anak dari sahabat nya.


Tak lama kemudian Zahra menuruni tangan dan melihat Iqbal sedang duduk bersama Ayah nya. Zahra mendekati ke dua pria itu.


Iqbal yang melihat Zahra sudah siap langsung pamit pada Ayah Zahra.


Iqbal membukakan pintu untuk Zahra lalu ia memutari mobil duduk di kursi kemudi.


Iqbal menjalankan mobil nya, sesekali ia melihat gadis cantik yang duduk di samping nya.


"Zah" panggil Iqbal.


"Iya" Zahra melihat ke arah Iqbal.


"Kamu cantik" ucap Iqbal.


Zahra menjadi tersipu malu, dan hal itu membuat Iqbal menjadi gemas sendiri.


"Ntar malam aku jemput ya" ucap Iqbal.


Zahra hanya menganggu kan kepala nya sebagai jawaban.


Mobil memasuki gerbang kampus, Iqbal lalu membukakan pintu untuk Zahra hal itu membuat banyak pasang mata yang melihat mereka.


Tiara yang melihat Zahra bersama Iqbal langsung mendekat.


"Zah" panggil Tiara.


Zahra melihat ke arah sahabat nya lalu tersenyum. Tak lama kemudian Erik dan Aldo datang dan Erik langsung menggoda Tiara.


"Hay manis" ucap Erik pada Tiara.


Tiara yang melihat tingkah Erik memutar mola mata nya malas.


"Gak usah godain gue, gue gak suka sama loh" ucap Tiara ketus.


Erik yang melihat Tiara cuek pada nya menjadi tersenyum tipis, Tiara berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dia temui.


Zahra langsung mengajak Zahra ke kelas mereka karena sebentar lagi mata kuliah akan segera di mulai.


"Kak Iqbal, kita ke kelas duluan ya" ucap Zahra dengan lembut.


"Iya, ntar malam jangan lupa ya, aku udah ijin tadi sama Ayah kamu" ucap Iqbal tadi di rumah sebelum Zahra datang Iqbal meminta ijin untuk mengajak Zahra ke luar dan Adria mengijinkan nya.


"Iya Kak" ucap Zahra lalu pergi dari hadapan tiga pria tampan itu.


"Kejar men jangan sampai ke duluan yang lain" ucap Iqbal menepuk pundak Erik, karena dari tadi Iqbal melihat Erik memandang Tiara. Kata-kata dulu yang Erik ucap kan pada Iqbal kini berbalik lagi Iqbal yang mengatakan pada Erik.


Bersambung...


Like, Komen sama Vote ya....