Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Di kantor Zaki tiba-tiba meresahkan mual, Zaki beranjak cepat dari kursi kerjaan nya menuju ke kamar mandi yang ada di dalam ruangannya itu.


Di dalam sana Zaki memuntahkan semua isi perutnya, hal yang tak biasa terjadi pada Zaki pagi ini.


Zaki lalu mengambil air dan berkumur untuk menghilangkan rasa aneh di dalam mulutnya, Zaki lalu melihat wajahnya di depan cermin.


"Aku kenapa ya, kok tiba-tiba mual sih," ucap Zaki seorang diri.


Setelah merasa mual nya sudah mai hilang, Zaki pun keluar dari dalam kamar mandi. Di depan sana sekertaris baru Zaki sudah menunggu, sambil membawakan sebuah berkas di tangannya.


"Pak Zaki, sakit?" tanya Rian sekertaris baru Zaki.


"Saya gak papa kok Yan, cuma mual saja," ucap Zaki kembali duduk di kursi kerjanya.


"Apa bapak mau saya minta OB buat bikinin pak Zaki teh panas," tanya Rian lagi.


"Gak papa Yan, mual nya juga sudah hilang kok," ucap Zaki.


Rian pun memberikan berkas yang ia bawa itu, lalu Zaki memeriksa berkas itu dan menandatanganinya. Setelah itu Zaki kembali memberikan berkas itu pada sang sekertaris.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak Zaki, kalau ada hal penting bapak bisa panggil saya pak," ucap Rian.


"Iya Rian, terimakasih ya," ucap Zaki.


"Sama-sama pak," ucap Rian berlalu dari ruangan Zaki.


Setelah meminta sang istri untuk istirahat di rumah, Zaki sudah mencari sekertaris baru ya itu Rian. Zaki sengaja memili sekertaris barunya itu seorang pria, karena ia tidak mau kalau sekertaris nya itu seorang wanita.


Zaki kembali melanjutkan pekerjaannya yang bercecer di atas meja kerja, rasa mual yang tadi ia rasakan juga sudah mulai hilang, jadi ia bisa dengan semangat kembali melanjutkan pekerjaannya.


Zaki melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, baru menunjukan pukul 10 pagi.


Tiba-tiba Zaki menjadi ingat sang istri, tapi nanti Zaki akan menghubungi sang istri setelah makan jam makan siang.


☘☘☘☘


Selesai fighting baju pengantin, Erik dan Tiara pun pergi ke suatu tempat. Seperti janji Erik tadi, kalau ia akan mengajak Tiara ke salah sayu tempat.


"Kita pergi sekarang ya sayang," ucap Erik melihat Tiara yang duduk di samping nya.


"Iya kak," ucap Tiara.


Mobil yang di kendarai oleh Erik pun kembali keluar dari parkiran butik itu, tujuan mereka saat ini adalah Danau.


"Kak, Emon apa kabar, aku udah alma loh gak ketemu sama dia," ucap Tiara mengingat bocah kecil itu.


"Setiap hari dia nanyain kamu, katanya kapan kaka bawa kaka cantik tinggal di rumah," ucap Erik melihat Tiara sambil tersenyum.


"Kaka jawab apa dong?" tanya Tiara.


"Mama yang selalu menjawab pertanyaan Emon sayang," ucap Erik sambil tersenyum.


"Kenapa kaka gak jawab, kan Emon nanya sama kaka?" tanya Tiara lagi.


"Kalau pun di jawab sayang pertanyaannya gak akan ada habisnya," ucap Erik.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Erik memasuki area pinggiran Danau.


"Ayo sayang kita turun," ajak Erik.


"Wah ini sangat indah kaka," ucap Tiara beranjak turun bersama Erik.


Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Tiara dan Erik, Erik lalu mengajak Tiara untuk lebih dekat ke pinggiran Danau.


Tiara bisa melihat burung-burung yang berterbangan di atas danau, air danau yang sangat jernih, membuat pemandangan menjadi damai di lihat.


"Suka gak?" tanya Erik melihat gadis yang berdiri di sampingnya itu.


"Bagus banget kak, aku suka," jawab Tiara sambil tersenyum manis.


Membaut Erik tak memalingkan wajahnya dari sang calon istri, lalu Erik melihat ke arah tengah danau.


"Sayang liat deh itu," tunjuk Erik ke tengah-tengah danau.


"Wah, indah kak, burung-burungnya lagi rebutan apa itu?" tanya Tiara, tampa melepas pandangan dari sana.


"Itu mereka melihat ikan-ikan di dalam air sayang, karena airnya begitu jernih," ucap Erik melihat gadis itu.


"Aku mau foto ya kak," ucap Tiara mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tasnya.


"Sini biar kaka yang foto ya," ucap Erik.


Tiara pun memberikan ponsel miliknya pada Erik, dan Erik mulai memotret Tiara di sana, langit yang sangat cerah, membaut hasil jepret Erik sangat bagus.


"Ini bagus kak, kita selfie juga ya kak," ucap Tiara.


"Boleh, sini kaka yang pegang hp nya ya," ucap Erik, yang mendapat anggukan dari Tiara.


Erik dan Tiara pun mulai berselfie, keduanya berfoto dengan banyak gaya, dari gaya lucu sampai gaya romantis.


Tiara lalu melihat hasil foto mereka, sangat bagus.


"Kak fotonya bagus banget," ucap Tiara.


"Iya, eh yang ini nanti di kirim sama kaka ya, mau di ganti foto WA," ucap Erik.


"Iya kak," ucap Tiara.


Erik lalu mengajak Tiara ke salah satu penjual yang ada di pinggiran danau itu, di sana menjual beragam, dari es buah sampai kelapa muda juga ada.


"Sayang mau es buah gak?" tanya Erik.


"Kelapa muda aja kak, kayaknya lebih segar deh," ucap Tiara.


"Tunggu ya kaka beli dulu," ucap Erik.


Erik pun pergi membeli kelapa muda, sedangkan Tiara menunggu di salah satu bangku yang ada di pinggiran danau itu, danau itu hanya di datangi banyak pengunjung saat sore hari saja.