
Setelah menghabiskan makan siang mereka, kini Iqbal harus segera kembali ke kantor. Karena sebentar lagi akan ada meeting bersama dengan papinya Mario.
Saat ini mereka semua sudah berada di parkiran kampus.
"Sayang aku balik ke kantor ya" ucap Iqbal mengusap kepala Zahra yang di tutupi oleh hijab.
"Iya kak hati-hati ya" jawab Zahra yang mendapat anggukan kepala dari Iqbal
"Men gue balik ke kantor dulu ya" ucap Iqbal pada ke dua sahabatnya
"Yoi men, hati-hati loh" ucap Erik dan Aldo
"Ra, titip calon bini gue ya" ucap Iqbal pada Tiara
"Iya loh tenang aja, dari dulu gue selalu jagain Zahra ko" jawab Tiara dengan bangganya.
"Oke kalau gitu gue, pergi dulu ya" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari semuanya.
Iqbal kemudian masuk ke dalam mobilnya, lalu menjalankan mobilnya keluar dari area kampus. Sepeninggalan Iqbal, tinggallah mereka berempat yang tersisa.
"Habis ini lo berdua mau ke mana" tanya Aldo
"Kita langsung balik aja ya Ra" tanya Zahra
"Iya gue juga mau nemenin nyokap keluar" ucap Tiara
"Ya udah kalian hati-hati ya" ucap Erik
"Iya makasih ya" jawab Zahra
"Calon pacar hati-hati ya nyetirnya" ucap Erik kembali menggoda Tiara tapi tak di gubris oleh gadis itu.
"Kasian banget hidup loh men, selalu di tolak oleh cewek" ucap Aldo menjahili Erik
"Enak aja lu, cuma Tiara ya yang selalu nolak gue, kalau cewek lain mah, klepek-klepek ama gue" ucap Erik dengan bangganya.
"Cih, gitu aja bangga" Aldo berdecak kesal
Setelah itu Aldo dan Erik juga masuk ke dalam mobil masing-masing dan meninggalkan parkiran kampus.
*****
Mutiara sedang fokus mengetikkan pekerjaannya di dalam lap top yang ada di hadapannya, ia tak mendengar suara sang bos berdehem.
"Kau terlalu fokus mengetik sampai tak mendengar suara saya" ucap Zaki yang sudah berada di depan Mutiara
"Maaf pak saya gak dengar" ucap Mutiara gugup
Zaki hanya menganggu kan kepalanya, tapi kat melepas pandangannya dari mutiara.
"Kau berdandan" tanya Zaki
Mutiara mengernyit heran atas pertanyaan bosnya itu. Padahal ia selalu tampil seperti ini ke kantor, Lalu kenapa bos nya mengatakan ia berdandan.
"Tidak pak, penampilan saya selalu begini ke kantor" ucap Mutiara
"Antar kan berkas-berkas yang haru saya tanda tangani" ucap Zaki berlalu dari hadapan Mutiara
"Baik pak" ucap Mutiara biarpun bosnya itu sudah hilang di balik pintu ruangannya.
Setibanya di dalam ruangannya, Zaki melangkah duduk di kursi besarnya. Senyum tak lentur dari bibirnya mengingat bertapa bodohnya tadi ia berhadapan dengan sekretarisnya itu.
"Aku seperti abg yang sedang jatuh cinta saja" ucap Zaki dalam hati
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu, setelah mendapat sahutan dari dalam, Mutiara melangkah masuk ke dalam memberikan beberapa berkas yang akan di tandatangani oleh Zaki.
Mutiara berdiri di depan meja bosnya. untuk menunggu berkas-berkas itu.
Selesai menandatangani berkas nya, Mutiara hendak kembali ke meja kerjanya tapi langkahnya terhenti oleh panggilan Zaki.
"Ra,,," panggil Zaki
Mutiara berbalik dan melihat Zaki sudah berdiri dari duduknya.
"Ada apa pak" tanya Mutiara
"Ntar malam kamu ada waktu gak" tanya Zaki memberanikan dirinya.
"Memangnya kenapa pak" tanya Mutiara
"Jam 7 malam nanti aku jemput aku gak terima penolakan" ucap Zaki
"I..Iya pak" jawab Mutiara gugup, lalu ia kembali ke meja kerjanya dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
Bersambung...
Gyus, Like, Komen sama Vote nya jangan lupa ya. Terimakasih😊🙏🙏