Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Iqbal Ketiduran



Tepat pukul 3 sore Zaki dan para tim yang lain sampai kota tujuan, dan mereka berpisah saat di parkiran bandara.


Zaki yang melihat supir sang ayah sudah datang menjemput pun langsung mengajak Mutiara ikut dengannya.


"Den Zaki" sapa pak sopir.


"Pak tolong masukan barang kita ke bagasi ya" ucap Zaki dengan sopan, karena biar pak sopir bekerja untuk mereka, Zaki masi punya sopan santun karena pak sopir lebih tua darinya.


"Baik den" ucap pak sopir, memasukan koper milik Zaki dan Mutiara ke bagasi mobil.


"Masih pusing" tanya Zaki, karena dalam perjalanan pulang tadi Mutiara mengatakan pusing.


"Udah gak terlalu kok" jawab Mutiara.


"Sampai rumah istirahat ya, besok kalau belum sehat betul jangan maksa ke kantor" ucap Zaki tegas.


"Tapi kan ada banyak kerjaan yang harus di selesain" ucap Mutiara, apa lagi mereka meninggalkan kantor selama seminggu di luar kota.


"Kesehatan kamu lebih penting" ucap Zaki.


Mutiara pun hanya mendengar saja, karena percuma kalau ia berdebat dengan sang kekasih, tak akan pernah menang.


Mobil yang di naikin Zaki dan Mutiara memasuki pintu gerbang rumah Mutiara.


Ibu keluar menyambut kedatangan sang putri, apa lagi tadi pagi Mutiara menelpon kalau ia sedang tak enak badan, hal itu membuat ibu Mutiara kuatir.


"Assalamualaikum bu" ucap Zaki dan Mutiara dan langsung menyalami punggung tangan wanita paru baya itu.


"Waalayikumsalam, nak gimana keadaan kamu" tanya ibu dengan kuatir.


"Udah gak papa kok bu, tadi sebelum berangkat dari luar kota pak Zaki membawa Mutiara ke dokter" ucap Mutiara yang mendapat anggukan kepala dari Zaki.


"Terimakasih ya nak Zaki, sudah mau bawa anak ibu ke dokter" ucap wanita paru baya itu.


"Sama-sama bu" ucap Zaki tersenyum sopan.


"Sekarang kamu masuk ya, istirahat aku pamit pulang dulu" ucap Zaki.


"Iya makasih ya" ucap Mutiara.


"Iya sama-sama aku pamit ya, bu saya pamit pulang dulu" ucap Zaki kembali menyalami punggung tangan wanita paru baya itu.


"Iya nak Zaki" ucap Ibu Mutiara.


Setelah mobil yang di naikin Zaki menghilang dari pandangan ibu dan anak nya, keduanya pun masuk ke dalam rumah, Ibu membantu Mutiara membawakan barang milik sang putri masuk ke rumah.


"Kamu mandi dulu ya, habis itu makan terus minum obat, ibu sudah masakin sup ayam kampung kesukaan kamu" ucap ibu Mutiara.


"Iya bu, aku ke kamar dulu ya bu" ucap Mutiara.


"Iya sayang" jawab ibu.


Mutiara masuk ke dalam kamarnya, kamar yang selama seminggu ini tak ia tempati, Mutiara lalu memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, karena hari sudah semakin sore.


Zaki tiba di rumah dan langsung di sambut penuh rindu oleh sang bunda dan juga ayah.


"Nak bunda kangen banget sama kamu" ucap bunda memeluk sang putra.


"Zaki juga bun" ucap Zaki membalas pelukan wanita yang sudah melahirkannya ke dunia.


"Ayah" panggil Zaki dan langsung memeluk sang ayah.


"Gimana perkembangan di sana nak" tanya Ayah.


"Alhamdulillah ayah, semuanya lancar" ucap Zaki.


"Abang mandi dulu ya, gak lama lagi adik kamu sama suaminya pulang pasti adik kamu senang liat abang nya udah pulang" ucap bunda.


"Iya bun, ayah Zaki ke kamar dulu ya" ucap Zaki.


"Iya nak" jawab bunda dan ayah.


Zaki melangkah masuk ke dalam kamarnya, ia ingin segera membersihkan diri karena sudah merasa sangat gerah.


Mobil Iqbal baru saja memasuki garasi rumah sang mertua, Zahra dan Iqbal turun dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam.


"Assalamualaikum bunda, ayah" ucap Zahra dan Iqbal.


"Waalayikumsalam sayang, kalian udah pulang" jawab bunda.


"Iya bun, abang mana bun udah datang kan?" tanya Zahra.


"Udah abang kamu lagi mandi, baru aja sampai" ucap bunda.


"Zahra kangen banget sama abang" ucap Zahra.


"Ayah, bunda kita ke kamar dulu ya" ucap Iqbal.


"Iya nak" ucap ayah sama bunda.


Iqbal dan sang istri lalu masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan diri juga, karena haris sudah semakin sore.


Selesai membersihkan diri Zahra akan membantu sang bunda untuk menyiapkan makan malam untuk mereka, apa lagi sekarang abang Zaki sudah kembali dari luar kota.


"Mas, aku mandi dulu ya" ucap Zahra.


"Iya sayang" ucap Iqbal.


Zahra masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan membaringkan sejenak badannya di atas ranjang, sambil menunggu sang istri selesai mandi, Iqbal melihat pesan yang di kirim oleh sang sahabat.


Karena kecapean seharian di kantor, membuat Iqbal tertidur sambil menunggu sang istri selesai mandi, sehabis membalas pesan sahabatnya Iqbal tertidur sambil memegang ponsel.


Bersambung....


Jangan lupa Like, komen sama Vote ya....