
"SAH?"
"SAH"
Erik mengucapkan ijab kabul dengan lancar tampa hambatan, semua yang berada di ruangan itu mengucapkan syukur.
"Alhamdulillah ya mas, kak Erik dan Tiara udah sah menjadi pasangan suami dan istri," ucap Zahra tersenyum bahagia melihat sang sahabat.
"Iya sayang, mas juga senang liatnya," ucap Iqbal.
Tiara terlihat mencium punggung tangan sang suami. Lalu Erik mencium kening sang istri cukup lama.
"Selamat sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami dan istri," ucap pak penghulu.
Pak penghulu lalu memberikan buku nikah kedua pengantin baru itu, Erik dan Tiara menerima buku nikah mereka dan memperlihatkan pada semua tamu undangan.
"Kak,,,," panggil Emon.
Erik hanya tersenyum melihat sang adik, lalu Emon terlihat mendekati mereka dengan memutari para saksi nikah.
"Ada apa?" tanya Erik.
"Aku mau foto kak, ayo kita foto?" ajak Emon, membuat Erik dan Tiara tersenyum melihat bocah kecil itu.
"Ya sudah ayo, kamu gak sabaran banget sih," ucap Erik.
Emon berfoto dengan pasangan pengantin baru itu, mama Erik dan Mama Tiara tersenyum melihat itu, melihat keseruan mereka.
Erik dan Tiara lalu di minta untuk menemapti kursi pelaminan, mama Erik dan mama Tiara menuntun Tiara naik ke pelaminan. Dengan Erik yang berada di samping sang istri.
Raut bahagian terpanjar jelas dari raut wajah kedua pengantin baru itu, terlebih pada Tiara menyapa para tamu undangan dengan tersenyum manis.
Zaki terlihat mengajak sang istri untuk bergabung bersama keluarga yang lain, karena saat ini Mutiara sedang mengandung, jadi wanita hamil itu banyak mau, dari makanan sampai hal-hal yang lain.
"Kak Mutiara," panggil Zahra dengan senang.
"Dek, apa kabar? udah lama ya gak main ke rumah," ucap Mutiara memeluk adik ipanya itu.
"Iya kak, mas Iqbal lagi sibuk. Belum ada waktu main ke rumah," ucap Zahra setelah melepas pelukannya dari kaka iparnya.
Zaki dan Tiara duduk bersama Iqbal dan yang lain, sedangkan ayah dan bunda ikut bergabung dengan kedua orang tua Iqbal.
"Dek, ponakan kaka sehat?" tanya Zaki melihat perut buncit sanga adik.
"Alhamdulillah kak sehat," ucap Zahra mengelus perutnya dengan lembut.
"Gak lama lagi pasti Tiara juga bakalan hamil," ucap Aldo membuat Iqbal melihat sang sahabat.
"Cepat nikah bro, biar bisa cepat dapat anak dan jadi bapak," ucap Iqbal menepuk punggung sang sahabat.
"Iya loh-loh pada doain kita aja," ucap Aldo.
"Iya kak, semoga cepat nyusul ya," ucap Zahra juga.
Pesta berlanjut dengan meriah, Iqbal, Zahra, Aldo dan Suci pun pergi ke atas pelaminan, untuk memberikan selamat pada kedua calon pengantin baru itu.
"Ra, selamat ya udah jadi istri," ucap Zahra memeluk sang sahabat dengan erat.
"Aku doain semoga keluarga kalian cepat dapat momongan ya," ucap Zahra lagi.
"Amin, makasih ya Zah," ucap Tiara melepaskan pelukannya dengan Zahra.
"Jangan sedih, jadilah istri sholeha yang selalu berbakti pada suami dan orang tua," ucap Zahra sambil mengelus wajah sang sahabat.
"Pasti Zah," ucap Tiara kembali memeluk sang sahabat itu.
"Selamat ya men, semoga cepat dapat momongan," ucap Iqbal memeluk sang sahabat.
"Makasih bro, ini semua juga berkat dukungan kalian," ucap Erik membalas pelukan sang sahabat Iqbal.
"Jaga istri loh baik-baik, jangan sakitin dia ya, kalau loh macam-macam, loh berhadapan sama gue," ucap Iqbal sambil tersenyum mengejek.
"Loh kaka nya istri gue sekarang?" tanya Erik.
"Iya, dia udah gue anggap sebagai adik, karena dia sahabat baik istri gue," ucap Iqbal.
"Loh tenang aja, gue gak bakalan nyakitin bidadari gue kok," ucap Erik sambil tersenyum bangga.
"Kak Erik, jagain sahabat aku ya kak," ucap Zahra.
"Pasti Zah, perkataan nyonya Gunawan akan selalu di dengar," ucap Erik sambil tersenyum.
"Kak Erik bisa aja," ucap Zahra sambil tersenyum juga.
Bergantian dengan Aldo dan Suci yang memberikan selamat, Aldo memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"Salamat ya bro, gue ikut senang loh udah nikah," ucap Aldo.
"Makasih bro, loh cepat nyusul ya jangan lama-lama, nanti kita bisa ngajak anak-anak main bersama," ucap Erik.
"Pasti, loh doain kita aja," ucap Aldo.
"Pasti Bro," ucap Erik mengusap punggung sang sahabat.
"Kak Tiara selamat ya, Suci senang kaka udah sah menjadi seorang istri," ucap Suci memeluk Tiara.
"Makasih dek, kaka juga pengen liat kamu jadi seorang istri," ucap Tiara.
"Amin, doain aku ya kak," ucap Suci.
Selesai para sahabat yang memberikan selamat, kini bergantian para orang gua yang memberikan selamat.
Bunda dan Ayam mendoakan kebahagiaan buat kedua pengantin baru itu, terlihat juga mereka berfoto bersama.
Begitu pun dengan para sahabat Erik dan Tiara, Zaki terlihat sedang menemani sang istri makan di salah satu meja.
"Hay kak, enak gak kak?" tanya bocah kecil yang tiba-tiba duduk di dekat Zaki dan sang istri.
"Iya sayang, ini enak banget," ucap Mutiara.
Bocah kecil itu adalah Emon, Emon tak mendapat kursi kosong lagi, jadi ia duduk di kursi kosong dekat Zaki dan sang istri.