Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Pulang dari acara pernikahan Erik dan Tiara, Zahra dan Iqbal langsung beristirahat, mengingat sang istri saat ini tengah hamil dan Iqbal tidak mau Zahra sampai kenapa-napa.


"Sayang, apa kau tidak membutuhkan sesuatu," tanya Iqbal melihat sang istri yang akan bersiap berbaring.


"Tidak mas, aku juga masi kenyang," ucap Zahra.


"Kalau ada yang ingin kau minta, katakan lah jangan diam sayang," ucap Iqbal masi menatap sang istri.


"Tidak ada kok mas, nanti kalau aku pengen sesuatu, pasti aku minta kok mas," ucap Zahra sambil tersenyum.


"Ya sudah, ayo kita istirahat," ajak Iqbal.


"Pasangan suami dan istri itu pun beristirahat, Iqbal membawa sang istri dalam dekapannya, dan mencium kening sang istri cukup lama.


"Tidurlah, pasti kau capek," ucap Iqbal mengusap punggung istrinya itu.


"Iya mas," ucap Zahra.


Dan benar saja tak lama kemudian, suara dengkuran halus terdengar dari sang istri, membuat Iqbal tersenyum melihat wajah damai istrinya itu.


Iqbal lalu mengurai pelukannya dan beranjak dari baringnya, Iqbal tidak lupa membenahi selimut yang menutup sang istri.


Iqbal lalu berjalan ke arah sofa sambil membawa lap top miliknya. Ada pekerjaan yang harus Iqbal selesaikan malam ini juga.


Iqbal masi fokus dengan lap top yang ada di depannya, bunyi pesan terdengar dari ponsel milik Iqbal, Iqbal pun mengambil ponsel miliknya dan melihat pesan group WA yang di kirimkan oleh Erik sang sahabat.


"Gagal malam pertama deh," isi pesan dari Erik.


Iqbal melihat Aldo sang sahabat sedang mengetik, Iqbal pun menunggu kalau apa yang akan Aldo kirimkan.


Tingg...


"*Kenapa Bro, emang harus malam ini juga ya?" isi pesan dari Aldo.


"Lah, namanya juga malam pertama men, loh kalau belum nikah diam aja deh," ucap Erik tak lupa mengirim emot kesal.


"Hahahha,,, sabar bro, masi ada hari esok dan seterusnya," isi pesan Iqbal.


"Ketawain gue aja loh Bal," isi chet Erik kesal juga.


"Udahlah tidur aja, udah telat itu," isi chet Iqbal lagi.


"Gak bisa tidur dia Bal, karena gak malam pertama, hahahah," isi pesan Aldo lagi menertawakan sang sahabat.


"Rese tau gak loh berdua," isi pesan Erik*.


Iqbal tak membalas lagi isi pesan sang sahabat, Iqbal lalu keluar dari group chet dan menutup lap top miliknya.


Iqbal berjalan ke arah ranjang, dan ikut bergabung bersama sang istri yang sudah berada di alam mimpi.


Iqbal tidak lupa mematikan lampu yang cahayanya sangat terang, dan hanya menyisakan lampu tidur saja.


Tak berselang alam Iqbal juga sudah memasuki alam mimpi, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 12 malam.


☘☘☘☘


Tepat jam 1 dini hari, Mutiara merasakan lapar mendera, Mutiara melihat sang suami yang tertidur pules, mau membangunkan tapi tak tega.


Mutiara berjalan pelan ke arah dapur, tidak lupa menyalakan lampu dan melihat isi kulkas, Mutiara melihat ada sisa makanan tadi siang, tapi ia harus memanas kan nya terlebih dahulu.


"Lebih baik aku panaskan dulu saja, ini kan dari kulkas gak baik juga buat kandungan aku," ucap Mutiara seorang diri.


Mutiara mengeluarkan lauk dari kulkas, dan menghidupkan kompor, lalu mengambil panci penggorengan yang berukuran kecil.


Nasi sudah ada dalam pemanas, tinggal memanaskan lauknya saja.


"Sayang,,," panggil Zaki mendekati sang istri.


Mutiara melihat ke asal suara, Zaki berjalan mendekati sang istri sambil mengucek kedua matanya.


"Mas, kamu bangun juga ya?" tanya Mutiara.


"Iya sayang, habis mas liat kamu gak ada di samping mas," ucap Zaki.


Zaki dan Mutiara sudah merubah nama panggilan mereka, kalau abang terdengar seperti adek kaka, jadi Mutiara memanggil Zaki dengan sebutan Mas saja.


"Maaf ya mas udah buat cemas, aku tiba-tiba merasakan lapar, jadi aku liat di kulkas ada susah lauk aku panaskan deh," ucap Mutiara.


"Iya mas temanin kamu ya," ucap Zaki.


"Iya mas," ucap Mutiara.


Lauk pun selesai di panaskan, Mutiara meletakan lauknya di atas meja, lalu mengambil nasi dari dalam pemanas dan meletakan di atas meja juga.


"Mas, mau makan juga?" tanya Mutiara.


"Boleh deh sayang, mas mau nemanin kamu makan," ucap Zaki.


"Aku ambilkan piring dulu ya," ucap Mutiara.


Mutiara meletakan dua Pring di atas meja, satu untuk dirinya, dan satu untuk sang suami.


"Sini mas aku ambilkan," ucap Mutiara mengambil piring milik sang suami.


Mutiara mengisi nasi dan lauk ke dalam piring sang suami, lalu meletakkannya di depan sang suami dengan lembut, Mutiara juga mengambilkan makanan untuknya.


"Ini mas," ucap Mutiara.


"Makasih sayang ya, biar mas yang ambil minum buat kita," ucap Zaki beranjak dari duduknya.


Zaki mengambil dua gelas dan mengambil air juga buat mereka, lalu Zaki meletakan nya fi atas meja.


"Ayo sayang kita makan," ucap Zaki.


"Iya mas," ucap Mutiara.


Pasangan suami dan istri itu makan dengan riang sambil mengobrol, sesekali Zaki terlihat menyuapi sang istri dengan romantis.


"Kalau di suapin mas gini enak deh," ucap Mutiara.


"Dedek nya pengennya ayah nya yang suapin sayang," ucap Zaki sambil tersenyum.


"Benar sayang, kamu mau ayah yang suapin," ucap Mutiara mengusap perutnya dengan lembut.