
Seperti kata Zahra kemarin, kalau hari ini Tiara datang berkunjung ke rumah keluarga Gunawan.
Zahra sudah menunggu kedatangan sang sahabat sedari tadi, dan suara bel pintu berbunyi.
"Bi, biar aku saja yang buka, pasti itu Tiara" ucap Zahra beranjak menuju pintu utama.
Clekk...
"Assalamualaikum Zah" ucap Tiar adan langsung memeluk sang sahabat.
"Waalayikumsalam Ra" ucap Zahra balas memeluk sang sahabat.
"Aku kangen tau, udah lama gak ketemu kita" ucap Zahra.
"Sama Zah, loh gak ngajak gue masuk ni?" tanya Tiara sambil tersenyum.
"Heheh, maaf Ra, ayo kita masuk" ajak Zahra.
Tiara ikut masuk bersama Zahra, mami Sisil menyambut Tiara dengan ramah juga di ruang tengah.
"Tante" panggil Tiara.
"Sayang, sini duduk kok kamu jarang main sih ke sini" tanya mami Sisil.
"Lagi sibuk kuliah tan, maklum lah" ucap Tiara.
"Iya juga ya, pasti bagi waktunya susah" ucap mami Sisil.
"Yah begitu lah tan" ucap Tiara.
Mami Sisil, Zahra dan Tiara mengobrol di d ruang tengah, bibi datang membawakan cemilan dan juga teh untuk mereka bertiga.
"Ra, di minum dulu teh nya, ini ada cemilan juga" ucap mami Sisil.
"Makasih tan, udah ngerepotin aja" ucap Tiara.
"Santai aja kali Ra" ucap Zahra.
"Zah, gimana kabar ponakan gue?" tanya Tiara.
"Alhamdulillah Ra, sehat kok" jawab Zahra.
"Aku senang dengar nya Zah, mudah-mudahan kalian sehat selalu ya" ucap Tiara.
"Makasih ya Ra" ucap Zahra memeluk sang sahabat.
"Iya sama-sama" jawab Tiara, sambil tersenyum senang.
"Gue doain juga biar loh cepat di halalin sama kak Erik" ucap Zahra tersenyum jahil melihat sang sahabat.
"Iih kamu apaan sih" ucap Tiara malu-malu.
"Udah gak usah malu-malu gitu kali" ucap Zahra.
"Gak kok mi" ucap Zahra tersenyum melihat sang mami.
"Sayang kalian lanjut ngobrol ya mami mau ke kamar dulu" ucap mami Sisil.
"Oke mi" ucap Zahra.
"Ra, tante ke kamar dulu ya, kamu sama Zahra ya" ucap mami Sisil.
"Iya tante" ucap Tiara.
Mami Sisil beranjak dari sofa dan pergi ke kamar, dan kini tinggallah Zahra dan juga Tiara di ruang tengah.
"Ra, kita ngobrol di kamar aja yuk" ajak Zahra.
"Gak papa nih Zah" tanya Tiara.
"Udah gak papa kok, kan mas Iqbal gak ada lagi di kantor" ucap Zahra.
"Ya udah deh ayo" ajak Tiara juga.
Zahra dan Tiara pergi ke kamar yang ada di lantai atas, Zahra membukakan pintu untuk keduanya agar bisa masuk.
"Ngobrol di balkon yuk" ajak Zahra.
"Ayo" ajak Tiara juga.
Kedua sahabat itu duduk di kursi yanga ada di balkon kamar Zahra dan Iqbal, balkon yang menghadap taman belakang yang penuh dengan bunga yang bermekaran.
"Sejuk banget ya di sini" ucap Tiara.
"Iya Ra, apa lagi sambil melihat bunga-bunga yang bermekaran" ucap Zahra.
Zahra lalu melihat sang sahabat sambil tersenyum, lalu kembali melihat bunga-bunga di taman belakang.
"Gimana hubungannya sama kak Erik?" tanya Zahra, membaut Tiara melihat ke arah Zahra.
"Akhir minggu ini dia mau ngelamar aku Zah" ucap Tiara.
"Wah bagus dong, aku senang dengar nya" ucap Zahra tersenyum senang.
"Iya Zah, doain ya semoga lancar" ucap Tiara.
"Itu pasti Ra" ucap Zahra.
"Kak Erik nunjukin ke papa kalau dia bisa jagain aku, awalnya papa menentang tapi kak Erik gak mau nyerah dan akhirnya papa nerima kak Erik" ucap Tiara sambil tersenyum senang.
"Kak Erik memang laki-laki yang baik Ra, buktinya dia mau berjuang demi kamu" ucap Zahra.
"Ia Zah, aku juga gak nyangka kalau bakalan berjodoh dengan kak Erik" ucap Tiara sambil tersenyum melihat sang sahabat.
Keduanya mengobrol sampai jam makan siang tiba, Zahra lalu mengajak Tiara turun ke lantai bawa untuk makan siang, karena saat ini jam sudah menunjukan pukul 11 siang.