
Keluar dari tokoh perhiasan Iqbal kembali mengajak sang istri ke tokoh pakaian tidur khusus wanita, di sana semua model baju tidur wanita tersedia, dari yang **** sampai yang panjang.
"Mas ngapain kita ke sini" tanya Zahra.
"Beli baju tidur buat kamu lah sayang" ucap Iqbal menarik tangan sang istri ke dekat baju tidur yang terlihat terbuka.
"Mbak saya mau itu 3 ya beda model, warna nya maron, hitam sama army ya" ucap Iqbal pada karyawan tokoh.
"Baik mas, saya ambilkan dulu" ucap karyawan tokoh.
"Mas, kok beli baju kurang bahan gitu sih, mas kan tau aku pakai hijab" ucap Zahra.
"Kan cuma make nya di kamar aja sayang, cuma aku doang yang ngeliat suami kamu" ucap Iqbal sambil tersenyum geli melihat sang istri.
Zahra lupa kalau mereka saat ini yang sudah resmi menjadi pasangan halal, jadi tak ada salahnya ia berpakaian terbuka seperti itu di depan sang suami sendiri.
"Maaf ya mas" ucap Zahra memeluk lengan sang suami.
Karyawan toko melihat customer mereka yang sedang romantisan di depan mereka, hal itu membuat Zahra salah tingkah.
"Maaf ya mbak, istri saya sedang malu" ucap Iqbal.
"Tidak apa-apa mas, ini baju nya" ucap karyawan tokoh.
"Terima kasih mbak" ucap Zahra mengambil baju itu dari tangan sang karyawan toko.
"Sayang gak mau yang itu" tanya Iqbal menunjuk baju tidur yang super **** di salah satu patung.
"Gak ah, sama aja gak pake baju kalau yang itu" jawab Zahra menarik tangan sang suami menuju kasir.
"Iqbal" panggil seseorang dari arah belakang mereka.
Zahra dan Iqbal melihat ke asal suara, dan di sana berdiri seorang wanita cantik dengan pakaian **** miliknya sedang melihat ke arah pasangan pengantin baru itu.
"Hey kalian di sini juga ya, kebetulan ya kita ketemu" ucap wanita **** itu, yang tak lain adalah Viona.
"Kita mau ada di mana itu bukan urusan loh" ucap Iqbal datar.
"Mas gak boleh gitu" ucap Zahra.
"Udah ayo kita bayar bajunya sayang" ajak Iqbal berbalik meninggalkan Viona begitu saja, membuat Viona menatap Iqbal dan sang istri dengan benci.
"Sial, liatin aja gue akan bikin kalian berbisa, jangan panggil gue Viona kalau gak bisa bikin kalian pisah" ucap Viona dalam hati sambil tersenyum licik.
"Totalnya tiga ya mas, semuanya 930 ribu mas" ucap seorang kasir.
Iqbal mengeluarkan kartu berwarna hitam untuk membayar baju tidur sang istri, selesai melakukan pembayaran Iqbal kembali mengajak sang istri berkeliling area mall itu.
"Boleh" ucap Zahra.
"Pengen makan apa" tanya Iqbal.
"Kita makan di restoran jepang aja yuk, aku lagi pengen makan masakan jepang" ucap Zahra.
"Boleh, ayo" ajak Iqbal pada sang istri memasuki restoran jepang yang tak jauh dari mereka.
Iqbal memili duduk di kursi dekat jendela kaca, agar ia dan sang istri bisa menikmati pemandangan luar mall, Iqbal menarik kursi sang istri.
"Makasih mas" ucap Zahra.
"Sama-sama istriku" jawab Iqbal juga duduk di kursi depan sang istri.
Iqbal dan Zahra memanggil pelayan restoran dan menyebutkan pesanan merek, setelah pesanan selesai di catat pelayan itu pergi dari hadapan Iqbal dan Zahra.
"Mas, aku boleh nanya gak" tanya Zahra melihat sang suami.
"Apa sayang" tanya Iqbal membalas tatapan sang istri.
"Emm, wanita tadi itu yang manggil kamu di tokoh pakaian wanita siapa" tanya Zahra.
Zahra melihat sang suami tersenyum, lalu menggenggam tangan Zahra dengan sangat romantis.
"Wanita itu nama nya Viona, mantan aku waktu SMA dulu" ucap Iqbal.
"Ooh dia mantan kamu ya, pantas aja tadi dia liatin kamu segitunya banget" ucap Zahra.
"Istri aku gak lagi cemburu kan" tanya Iqbal.
"Gak kok, memangnya wajah aku terlihat sedang cemburu ya mas" tanya Zahra.
"Gak sih sayang, mas cuma bercanda kok" ucap Iqbal mengusap pipi sang istri dengan lembut.
Dan hal itu tak luput dari pandangan para pengunjung restoran, tapi Iqbal dan Zahra tidak ambil pusing karena mereka adalah pasangan halal, yang terpenting mereka tidak berbuat kelewatan batas.
"Aku juga bisa liat sih, kalau mas Iqbal gak suka sama wanita itu, tadi aja wajah mas Iqbal kaya gak suka di samparin sama dia" ucap Zahra dalam hati.
"Wanita itu cuma masa lalu aku sayang, sekarang masa depan aku adalah kamu" ucap Iqbal tersenyum manis melihat sang istri, Zahra juga bisa melihat ketulusan dari sang suami.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka, setelah itu Iqbal dan sang istri pun menikmati menu yang sudah tersaji di atas meja mereka.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....