
Deng...
Mutiara kaget melihat pria yang menarik tangan nya adalah pria yang menabrak nya di bandara tempo hari. Lama mereka saling tatap sampai di kaget kan oleh suara seseorang.
"Udah kali pelukan nya" ucap Tiwi menggoda sahabat nya
Mutiara dan Zaki dengan cepat saling melepas pelukan mereka.
"Makasih ya udah nolongin teman gue" ucap Tiwi
"Iya" jawab Zaki datar lalu melangkah meninggalkan ke dua gadis itu
"Iihh sombong banget" ucap Mutiara mencibir
"Tapi tadi pelukan kan." ucap Tiwi menjahili sahabat nya.
"Apaan sih, udah ah ayo masuk" ucap Mutiara.
Ke dua gadis itu melangkah memasuki gedung mall itu untuk menghilangkan rasa bosan.
******
Keesokkan harinya Mutiara sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor untuk melamar kerja, ia menuruni anak tangga tiba di lantai bawah ia langsung berjalan menuju ruang makan di sana sudah ada Bapa dan Ibu nya sedang menunggu nya.
"Bapak, Ibu" sapa Mutiara
Lalu ke tiga nya memulai sarapan.
"Nak kamu benar mau lamar kerja di perusahaan Pak Adrian" tanya Rustam pada putri nya
"Iya Pa" jawab Mutiara
Selesai sarapan Mutiara langsung pamit pada ke dua orang tuanya, lalu melangkah menuju garasi mobil nya.
Mutiara mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah, tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Mutiara memasuki area parkiran khusus karyawan. Mutiara lalu turun dari mobil berjalan menuju meja resepsionis.
"Permisi mbak saya mau tanya ruangan Bu Tika di lantai berapa ya" tanya Mutiara
"Di lantai 4 mbak, Bu Tika sudah menunggu mbak di atas" ucap resepsionis itu ramah
"Iya makasih ya mbak" ucap Mutiara lalu berjalan menuju lift.
Mutiara tiba di lantai 4 dan langsung menuju ruangan mbak Tika.
Tokk..Tokk..Tokk
"Masuk" ucap suara dari dalam ruangan
"Permisi Bu Tika saya Mutiara"
"Silahkan duduk mbak Mutiara" ucap Bu Tika dengan ramah
Sekian lama mereka berbincang-bincang akhirnya Mutiara di tempatkan menjadi sekertaris direktur baru di perusahaan itu.
"Mari mbak saya antar bertemu pak direktur" ucap Bu Tika
Mutiara lalu berjalan mengikuti Bu Tika dari belakang, kedua nya berjalan menuju lift karena ruangan direktur ada di lantai 10, saat melewati para karyawan yang lain Mutiara mendengar para wanita membicarakan pak direktur yang baru ini masih jomblo dan tampan, Mutiara tak menghiraukan para karyawan yang asik bergosip itu terus berjalan menuju lift.
Tika dan Mutiara tiba di lantai 10 ruangan sang direktur, Tika langsung mengetuk pintu ruangan itu dan tak lama mendapat sahutan dari dalam.
Terlihat seorang pria tampan yang sedang berkutu dengan lap top yang ada di atas mejanya.
"Permisi Pak, ini sekertaris baru Bapak" ucap Bu Tika
Zaki langsung mengangkat kepalanya untuk melihat sekertaris baru nya dan..
Dengg...
Zaki memandang wanita yang sedang berdiri di samping Tika tampa berkedip, begitu pun dengan Mutiara. Sampai kedua nya di kaget kan oleh suara Bu Tika.
"Pak, Bapak kenapa" tanya Bu Tika bingung melihat atasan nya
"Tidak apa-apa kamu boleh kembali ke ruangan mu Tika" ucap Zaki
"Baik pak saya permisi dulu" ucap Tika
Tinggallah Zaki dan Mutiara yang ada di ruangan itu, lama ke duanya saling diam, tiba-tiba Zaki mulai bersuara.
"Siapa nama kamu" tanya Zaki
"Tolong buatkan saya kopi" ucap Zaki dengan datar
Mutiara yang mendengar perintah atasan nya melongo.
"Apa di suruh buat kopi, yang benar saja" ucap Mutiara dalam hati.
"Kamu dengar saya gak sih" ucap Zaki mengagetkan Mutiara
"Baik pak" ucap Mutiara lalu berbalik sambil medumal tak jelas
Zaki tersenyum tipis melihat bibir sekertaris baru nya itu medumal tak jelas.
5 menit kemudian Mutiara kembali ke ruangan atasan nya untuk mengantar kan kopi untuk Zaki.
"Ini kopi nya pak" ucap Mutiara
Zaki langsung mengambil alih kopi yang ada di tangan sekertaris nya itu. Zaki langsung meminum nya.
"Uumm, enak juga kopi buatan sekertaris baru" ucap Zaki dalam hatinya.
Mutiara masi setia berdiri di depan meja Zaki tampa tau harus berbuat apa, Zaki yang melihat Mutiara yang seperti kebingungan langsung menyuruh nya untuk menempati meja sekertaris yang di siapkan untuk nya.
Jam makan siang tiba...
Zaki menelpon Mutiara mengunakan telpon kantor. Mutiara yang mendengar telpon di atas meja nya berberdering langsung mengangkatnya.
"Ke ruangan saya" ucap Zaki datar dan langsung menutup telpon nya
Mutiara mengetuk pintu ruangan Zaki tak lama terdengar suara sahutan dari dalam. Mutiara masuk dan mendekati meja kerja Zaki.
"Ada yang bisa saya bantu pak" ucap Mutiara dengan lembut
"Tolong kamu pesankan makan siang untuk saya" ucap Zaki sibuk dengan laptop nya tampa melihat Mutiara
"Baik pak" ucap Mutiara lalu pamit undur diri
Setelah tiba di meja kerjanya Mutiara langsung menjalankan tugas nya untuk memesan makanan online untuk sang atasan.
Tak lama kemudian seorang kurir datang mengantarkan pesanan makanan Mutiara, setelah membayar pesanan itu Mutiara langsung mengantarkan nya pada atasan nya.
"Bak ini pesanan makan siang bapak" ucap Mutiara
"Kamu taru saja di atas meja itu" ucap Zaki menunjuk meja kaca dekat sofa
Mutiara lalu meletakan makanan atasan nya lalu pamit kembali ke mejanya.
Mutiara melihat jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukan jam makan siang ia lalu bergegas berjalan menuju kantin. Tiba di kantin mutiara langsung memesan menu makan siangnya, ia lalu duduk di salah satu meja kosong dekat jendela. Tak jauh dari meja yang di duduki oleh Mutiara ia melihat 3 wanita yang sedang membicarakan direktur mereka.
"Gila pak Zaki ganteng banget" ucap wanita berambut sebahu
"Iya tadi gue liat dia pas nyampe kantor rapi banget" ucap wanita yang satunya
"Kalian berdua liat aja gue akan dapatin pak Zaki" ucap wanita yang berpakaian sangat **** sambil tersenyum licik.
Mutiara dengan cepat menghabiskan makan siang nya lalu kembali ke lantai 10 dimana meja kerjanya berada.
Tiba di meja kerjanya Mutiara di kaget kan oleh suara milik Zaki.
"Siapkan berkas-berkas untuk meeting bersama perusahaan Gunawan Group" ucap Zaki datar
"Baik pak" ucap Mutiara
Tiba-tiba datanglah seorang wanita **** yang sedang memegang sebuah map. Tanpa menyapa Mutiara wanita itu langsung masuk ke ruangan Zaki.
"Permisi pak ada berkas yang harus bapak tandatangani" ucap wanita itu manja dan jangan lupa ke dua kancing kemeja milik nya sengaja di buka untuk memperlihat kan ke dua belahan *********** yang besar.
Hal itu membuat Zaki menatap nya dengan tajam, ia tidak suka melihat wanita yang berpakaian **** apalagi tujuan wanita itu untuk menggoda nya.
"Apa kau tidak punya etika masuk ruangan saya tampa mengetuk pintu" ucap Zaki marah
"Maaf pak" ucap wanita
"Kau keluar sekarang, berikan berkas itu pada sekertaris saya di depan" ucap Zaki mengusir wanita itu
Berkas itu bisa saja di berikan pada Mutiara tapi karena ingin menggoda sang atasan wanita itu memili mengantarkan nya sendiri.