
2 Bulan Kemudian....
Tiara menuruni tangga menuju lantai bawa, di mana kedua orang tuanya sedang mengobrol, Tiara duduk di dekat sang mama.
"Sayang" panggil papa Tiara.
"Iya pa" jawab Tiara.
"Papa pernah melihat Erik lalu di jalan bersama dengan temannya, kalau gak salah Erik sedang membagikan sesuatu" ucap papa Tiara.
"Iya pa, Erik sering membagikan buku-buku pada anak-anak jalanan" ucap Tiara.
"Hati nya nak Erik baik ya nak" puji mama Tiara.
"Iya ma" jawab Tiara sambil tersenyum.
"Tiara juga beberapa kali bantuin kak Erik buat bagi-bagi lagi pada anak-anak jalanan itu" ucap Tiara.
"Papa sih sudah yakin kalau anaknya itu baik" ucap papa Tiara, membuat mama Tiara dan Tiara saling pandang.
"Terus kenapa waktu jemput Tiara jalan waktu itu papa bikin nak Erik takut pa" tanya mama Tiara.
"Papa cuma mau ngetes apa di berani hadap papa atau gak" ucap papa Tiara.
"Tapi nak Erik berani kan pa" tanya mama Tiara lagi.
"Iya orang nya pemberani, dan papa bisa liat keseriusan dia mendekati anak kita ma" ucap papa Tiara.
"Mama juga liat orangnya baik kok" ucap mama Tiara.
Sedangkan Tiara hanya diam saja mendengar obrolan kedua orang tuanya, karena ia juga merasa kalau Erik serius mendekatinya selama ini, apa lagi sampai bela-belain datang ke rumah.
☘☘☘☘
Zaki memasuki gerbang rumah sang kekasih, terlihat Mutiara sudah menunggu di teras rumah. Zaki keluar dari mobil dan langsung mendekati Mutiara.
"Assalamualaikum" ucap Zaki memberi salam.
"Waalayikumsalam" jawab Mutiara.
"Silahkan duduk bang" ucap Mutiara.
"Makasih ya" ucap Zaki.
"Aku buatin minum dulu ya bang" ucap Mutiara, yang mendapat anggukan kepala dari Zaki.
Tak lama kemudian bapak Mutiara keluar karena Mutiara mengatakan kalau di luar ada abang Zaki.
"Nak Zaki, ayo masuk kita ngobrol di dalam" ajak bapak Mutiara.
"Gak papa di sini saja" ucap Zaki dengan sopan.
Bapak Mutiara tersenyum melihat pria tampan itu, bapak pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana juga.
"Bapak, bang ini kopi nya" ucap Mutiara.
"Makasih ya nak" ucap bapak.
"Iya pak" ucap Mutiara lalu duduk di dekat bapaknya.
"Silahkan nak Zaki di minum kopi buatan anak bapak" ucap bapak Mutiara sambil melirik sang putri.
Sedangkan Zaki hanya tersenyum melihat wajah malu-malu Mutiara.
"Bang ayah sama bunda sehat?" tanya Mutiara.
"Waalayikumsalam,, salam aku juga ya bang" ucap Mutiara.
"Iya nanti abang sampaikan" ucap Zaki kembali meminum kopi buatan sang kekasih.
Rasa kopi buatan Mutiara selalu sama seperti buatan kopi di kantor, tak ada yang beda.
Tak lama kemudian ibu pulang habis pengajian, ibu melihat ada tamu yang sedang mengobrol bersama putri dan sang suami.
"Wah ada tamu to" ucap Ibu.
"Iya bu" ucap Zaki menyalami tangan wanita paru baya itu, lalu di ganti dengan Mutiara.
"Ibu udah pulang?" tanya bapak.
"Iya pak" jawab Ibu.
Ibu lalu pamit ke dalam, untuk Menganti baju gamisnya. Tak lama kemudian bapak juga ikut masuk, membiarkan pasangan itu mengobrol berdua di teras rumah.
"Kopi nya rasanya sama" ucap Zaki.
"Makasih bang" ucap Mutiara.
Kedua nya pun mengobrol, sesekali Mutiara tertawa mendengar cerita Zaki yang terdengar lucu bagi Mutiara.
☘☘☘☘
Di sisi lain Zahra sedang membuatkan kopi untuk sang suami, Zahra sudah tak mual-mual lagi karena saat ini usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke dua.
"Mas ini kopinya" ucap Zahra.
"Makasih ya sayang" ucap Iqbal.
"Iya mas sama-sama" ucap Zahra lalu duduk di dekat sang suami.
"Mas lagi apa" tanya Zahra.
"Ini mas lagi ngecek email yang di kirim Dimas sayang" ucap Iqbal melihat sang istri sebentar.
"Mas gimana rencana mas, sama kak Erik dan kak Aldo?" tanya Zahra.
"Alhamdulillah sayang semuanya lancar, Erik sudah dapat rumah buat anak-anak" ucap Iqbal.
"Bagus dong mas" ucap Zahra.
"Iya sayang dan sekarang Haikal udah kerja di kantor" ucap Iqbal.
"Alhamdulillah ya mas" ucap Zahra.
"Iya sayang" ucap Iqbal.
"Dan kamu Tau gak sayang sekarang Erik sama Tiara udah semakin dekat" ucap Iqbal.
"Iya mas aku juga setuju kalau Tiara sama kak Erik, kak Erik orangnya baik" ucap Zahra.
"Iya sayang, semoga Aldo juga dapat gadis yang baik" ucap Iqbal mengingat sahabatnya yang satu itu.
"Amin" ucap Zahra.
Iqbal meminum habis kopinya, lalu menyudahi mengecek email, dan bersantai bersama sang istri, sesekali Iqbal mencium perut sang istri dari atas gamis yang di kenakan oleh Zahra.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....