Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Iqbal dan Zahra menyambut kedatangan Tiara dan juga Erik, juga Emon yang gak mau ketinggalan.


"Hey, ikut juga nih bocah?" tanya Iqbal sambil tersenyum melihat Emon.


"Iya dong kak Iqbal, kemanapun kaka cantik di bawa kak Erik, Emon pasti ikut kak," ucap bocah kecil itu.


"Wih, keren jadi bodyguard nih?" tanya Iqbal.


"Iya dong kak, Emon," ucap Emon dengan percaya dirinya.


Sedangkan Erik dan Tiara tersenyum melihat bocah kecil itu, Emon selalu membuat semuanya tersenyum.


Iqbal dan Zahra lalu mengajak tamu mereka masuk, dengan di bantu sang suami, Zahra berjalan pelan ke arah ruang tamu.


"Perutnya kak Zahra semakin besar ya kak, kapan sama kaka cantik besar gitu, aku pengen banget mau nyium deh," ucap Emon berceloteh.


"Di kira balon, kalau di pompa langsung besar apa dek," ucap Erik membaut semua yang duduk di situ tertawa mendengar perkataan Erik.


"Ya kan aku cuma nanya doang kak," ucap Emon.


Tiara mengusap kepala bocah kecil itu dengan sayang, membaut Erik yang duduk di dekat Tiara cemberut melihat hal itu, sudah di duga kalau dia pasti di kacangin kalau sang adik ikut.


"Mon, kayaknya kak Erik cemburu nih sama kamu, tuh buktinya aja dia lagi cemberut," ucap Iqbal menunjuk sang sahabat.


"Hehehe,,, kak Erik emang gitu kak, selalu cemburu sama aku, padahal kan kaka cantik tidurnya sama kak Erik bukan sama aku," ucap Emon sambil tersenyum.


"Iya kamu benar juga," ucap Iqbal.


"Mas, udah dong kasian kak Erik," ucap Zahra mengingatkan sang istri.


"Iya sayang," ucap Iqbal.


"Gimana jadi gak nih ngomong soal bisnis," ucap Erik.


"Jadi dong, ke rumah kerja aja yuk, sayang gak papa kan mas tinggal ke ruangan kerja," ucap Iqbal melihat sang istri.


"Gak papa kok mas, kan ada Tiara sama Emon di sini," ucap Zahra.


"Ya udah mas sama Erik ke ruang kerja ya," ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari sang istri.


Setelah Iqbal dan Erik pergi ke ruangan kerja Iqbal, Zahra dan Tiar pun mengobrol keseruan mereka.


"Alhamdulillah ya Ra, udah hamil," ucap Zahra sambil tersenyum senang.


"Iya Zah, aku juga gak nyangka secepat ini, tapi aku bersyukur banget," ucap Tiara.


Sedangkan Emon diam saja mendengar obrolan kedua kaka cantik nya itu, tampa menyambung bocah kecil itu hanya menjadi pendengar setia.


"Suci apa kabar ya Ra, udah lama loh gak cetan sama aku," ucap Zahra.


"Iya Ra, aku juga udah lama gak dengar kabar dari Suci," ucap Tiara juga.


"Tapi aku dengar dari mas Erik, katanya dia ikut kak Aldo ke Kalimantan, kak Aldo memimpin anak perusahaan di sana," ucap Tiara.


"Pantes aja kita jarang banget ketemu sekarang, apa lagi di sana jaringan kan gak bagus," ucap Zahra.


"Iya Ra," ucap Zahra juga.


Asik mengobrol, tiba-tiba Emon menghilang dari samping Tiara, membaut kedua wanita itu tak mengetahuinya ke mana bocah kecil itu perginya.


Emon melihat papi Mario sedang asik menonton bola di rumah TV, rupanya bocah kecil itu ikut bergabung dengan papi Mario.


"Om, bolanya seru ya, aku juga sering nonton loh sama papa di rumah," ucap Emon tiba-tiba.


"Ya ampun nak, kamu ngagetin om aja tau," ucap papi Mario.


"Maaf om, habis om nonton nya tegang banget sih," ucap Emon.


"Kamu suka bole juga?" tanya papi Mario.


"Suka banget om, aku mala suka sama CR 7 om," ucap Emon dengan antusias.


"Wah kalau gitu kita sama dong, om juga suka liat CR 7 main bola," ucap papi Mario.


"Kalau papa suka nya sama Messi om, ya Emon bilang gak suruh tuh," ucap Emon.


"Iya gak seru kalau Messi," ucap papi Mario juga.


"Gak tau tuh sama papa om," ucap Emon sambil menonton.


Zahra dan Tiara mendengar suara Emon dari ruang TV, pertanda kalau bocah kecil itu sedang menonton bola bar sama papi Mario.


"Ra, tuh suara Emon dari ruang TV, lagi nonton sama papi," ucap Zahra.


"Iya Ra, biarkan saja mereka," ucap Tiara.


Kedua wanita hamil itu kembali mengobrol, membiarkan para suami berbicara tentang bisnis si ruangan kerja Iqbal, sedangkan mereka bernostalgia tentang masa muda dan masa kuliah dulu.


Sesekali suara tawa terdengar dari keduanya, membaut Emon yang sedang menonton bola bersama papi Mario mendengar suara tawa Zahra dan Tiara.


"Sayang, Emon mana kok gak ada?" tanya Iqbal yang baru saja tiba bersama Erik.


"Loh udah habis ngomong kerjaan mas?" tanya Zahra melihat sang suami.


"Udah sayang, kan udah dari tadi," ucap Iqbal.


"Berarti udah dari tadi dong kita ngomong Ra," ucap Zahra sambil tersenyum.


"Iya Zah, gak kerasa ya," ucap Tiara juga.


"Emon mana sayang?" tanya Erik pada sang istri.


"Lagi nonton sama papi Mario mas, tuh dengar lagi rame," ucap Tiara.


"Ooh, lagi nonton bola mereka," ucap Iqbal.


Mereka pun kembali mengobrol, membiarkan Emon yang sedang asik menonton bola bersama papi Mario, sesekali suara teriakan terdengar dari keduanya. Karena sang idola berhasil mencetak gol.