Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
Istri Aku Cantik



Mobil yang di kendarai oleh Zaki memasuki lobby kantor, Mutiara yang duduk di dekat Zaki melihat ke arah luar jendela mobil. Di mana para karyawan sudah banyak berlalu lalang.


Zaki yang mengerti perasaan sang kekasih pun mencoba untuk menenangkan Mutiara.


"Jangan pikirin apa kata orang, mereka hanya iri saja dengan kita" ucap Zaki.


Mutiara melihat ke arah Zaki sambil tersenyum, ia benar-benar merasa bersyukur karena memiliki Zaki yang sangat baik dan perhatian padanya.


"Ayo kita turun" ajak Zaki, Zaki sangat ingin membukakan pintu untuk Mutiara, tapi ia urungkan karena nanti Mutiara akan merasa tak nyaman di lihat oleh karyawan lain.


Zaki dan Mutiara turun dari dalam mobil, benar saja semua mata karyawan melihat ke arah mereka, bahkan ada terang-terangan menggunjing Mutiara yang datang ke kantor semobil dengan bos nya.


"Liat tuh si Mutiara, pasti mau godain si bos dengan kepolosannya" ucap salah satu karyawan wanita.


"Iya, pasti cari kesempatan tuh" ucap karyawan yang satunya lagi.


Mutiara yang berjalan di belakang Zaki merasa panas kuping nya, karena mendengar perkataan para karyawan lain.


Zaki yang melihat sang kekasih hanya menunduk pun langsung saja menarik tangga mutiara mendekat padanya, membuat Mutiara menjadi kaget karena saat ini ia sangat dekat dengan Zaki di depan para karyawan kantor.


"Sekali lagi saya dengar kalian membicarakan pacar saya, kalian aku berurusan dengan saya" ucap Zaki dengan marah.


"Hah pacar?" ucap para karyawan kaget.


Begitu pun dengan Mutiara yang tak kala kaget nya mendengar pengakuan dari Zaki, Zaki langsung menarik tangan sang kekasih masuk ke dalam lift. Mutiara masi terlihat shok sampai mereka berada di dalam lift.


"Mala bengong lagi" ucap Zaki mencubit hidung gadis itu.


"Ish sakit tau" ucap Mutiara memegang hidungnya.


"Hahaha,, maaf maaf abis kamu bengong aja sih" ucap Zaki sambil tersenyum.


"Kenapa kamu bilang gitu di depan karyawan" tanya Mutiara.


"Bilang apa?" tanya Zaki pura-pura gak tau.


"Itu bilang kalau aku pacar kamu" ucap Mutiara.


Zaki tersenyum melihat gadisnya itu, membuat Mutiara menjadi kesal karena tak mendapatkan jawaban dari Zaki.


"Kan benar kamu memang pacar aku" ucap Zaki.


Mutiara hanya diam, karena apa yang di katakan oleh Zaki memang benar, lift terbuka Zaki dan Mutiara keluar dari lift Zaki langsung ke ruangannya setelah pamit pada Mutiara sedangkan Mutiara ke meja kerjanya yang ada di depan ruangan Zaki.


☘☘☘☘


Zahra sedang menyusun beberapa potong bajunya ke dalam lemari yang ada di kamar sang suami, yang sekarang sudah menjadi kamar mereka.


"Sayang" panggil Iqbal, membuat pergerakan sang istri terhenti.


"Iya kak ada apa" tanya Zahra melihat sang suami.


"Baju kamu nanti biar bibi aja yang masukin lemari, nanti kamu capek lagi" ucap Iqbal.


Zahra tersenyum melihat sang suami yang sedang duduk di sisi ranjang mereka.


"Gak papa, kan bajunya juga tinggal dikit kok" ucap Zahra.


Drett..


Ponsel milik Iqbal berbunyi, pertanda sebuah panggilan masuk, Iqbal melihat si penelpon adalah Dimas sekretarisnya.


"Hallo Dim, ada apa" tanya Iqbal setelah sambungan telpon terhubung.


"......"


"Nanti siang aku mampir ke kantor" ucap Iqbal.


"......"


"Iya" jawab Iqbal lalu sambungan telpon terputus.


"Siapa kak" tanya Zahra.


"Dimas sayang, minta aku ke kantor sebentar ada laporan penting yang harus di tandatangani" ucap Iqbal.


"Sayang" panggil Iqbal lagi.


"Iya kak" ucap Zahra.


"Kaya nya gak cocok deh aku di panggil kaka, aku kan bukan kaka kamu sayang aku suami kamu sekarang" ucap Iqbal protes.


Membuat Zahra tertawa dengan protes sang suami yang gak mau di panggil kaka.


"Terus mau di panggil apa dong" tanya Zahra mendekati sang suami, karena ia sudah selesai menyusun baju dalam lemari.


"Mas, atau sayang lebih cocok" ucap Iqbal sambil tersenyum.


"Iya deh, aku manggil mas sama sayang" ucap Zahra.


"Gitu dong kan biar terdengar romantis" ucap Iqbal.


Iqbal meminta sang istri untuk duduk di sampingnya, Zahra pun hanya menurut saja apa kata sang suami.


"Nanti siang pergi sama mas ya" ucap Iqbal.


"Ke kantor" tanya Zahra.


"Iya sekalian kita jalan-jalan" ucap Iqbal.


"Boleh" ucap Zahra.


Iqbal melihat wajah sang istri dengan intens, membuat Zahra menjadi salah tingkah jadinya di pandangi tak biasa oleh sang suami.


"Kok liatin aku gitu" tanya Zahra.


"Istri aku cantik" ucap Iqbal, mengangkat tangannya mengusap wajah sang istri dengan pelan.


"Makasih" ucap Zahra memberanikan melihat sang suami.


Zahra mengerti apa maksud dari tatapan sang istri pun hanya mengangguk saja, karena itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang Istri.


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....