
Bunda, ayah dan yang lain melihat masakan yang sudah tertata rapi di atas meja, ada banyak menu yang di masak oleh.
"Sayang kamu masak semua ini" tanya bunda.
"Iya bunda" jawab Zahra.
"Tapi Zahra gak sendiri kok bun, ada mas Iqbal yang bantuin Zahra" ucap Zahra sambil tersenyum.
"Seru gak bantuin istri masak?" tanya abang Zaki.
"Seru banget bang" jawab Iqbal sambil tersenyum.
"Sudah ayo kita makan, masi panas nih masakannya" ucap ayah.
Semaunya mulai makan, bunda menyiapkan menu makanan sang ayah, sedangkan Zahra juga menyiapkan makanan sang suami, dan Mutiara mengambil menu makanan untuk Zaki.
"Sayang sayurnya enak, sama seperti masakan bunda kamu" ucap ayah.
"Makasih ayah" ucap Zahra.
"Iya sayang, bihun ya enak" ucap bunda.
"Makanan kamu enak dek, aku aja kalau masak gak seenak ini" ucap Mutiara.
"Makasih kak" ucap Zahra.
Zahra tersenyum melihat sang suami, sedangkan Iqbal hanya mengacungkan jempol ke arah sang istri.
"Ayah mau tambah lagi?" tanya bunda.
"Iya bunda, sayur aja dikit" ucap ayah.
Bunda mengambil sayur untuk ayah, kemudian bunda kembali melanjutkan makannya.
☘☘☘☘
"Mi, Andria udah keluar dari rumah sakit loh" ucap papi Mario.
"Kalau gitu kita ke rumah mereka aja pi" ucap mami Sisil.
"Iya ya mi, kalau gitu ayo kita siap-siap sekalian liat Zahra sama Iqbal" ucap papi Mario.
Pasangan suami dan istri itupun bersiap-siap untuk segera pergi ke rumah orang tua Zahra.
"Mi, cepat dong kita harus mampir beli buah dulu ya" ucap papi Mario.
"Iya pi, sabar dong mami lagi pake lipstick nih" ucap mami Sisil.
"Ngapain pake lipstick sih mi, cuma ke rumah besan juga" ucap papi Mario.
"Iih, papi gak bisa dong bibir mami kan pucat banget" ucap mami Sisil.
"Terserah mami deh, papa tunggu di mobil ya" ucap papi Mario.
"Iya papi duluan aja, di sini papi cerewet" ucap mami Sisil masi berdandan.
Papi Mario keluar dari kamar sambil menggelengkan kepala, melihat tingkah sang istri.
Papi Mario pergi ke luar rumah dan langsung masuk me dalam mobil, menunggu sang istri di sana, kalau soal dandan mami Sisil udah paling lama, jadi bersiap-siap ajak karatan nunggunya.
Setelah melihat penampilannya sudah rapi, mami Sisil lalu keluar dari kamar. Tidak lupa juga mami Sisil membawa tas nya.
Mami Sisil masuk ke dalam mobil, membuat papi Mario melihat ke arah sang istri.
"Maaf ya pi nunggu lama" ucap mami Sisil sambil tersenyum.
"Mami tuh kalau dandan bisa cepat gak sih, papi udah nunggu dari tadi juga" ucap papi Mario.
"Iya-iya maaf sayang" ucap mami Sisil.
Papi Mario pun menjalankan mobilnya keluar dari pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.
☘☘☘☘
Zahra, Iqbal, bunda dan ayah kini sedang duduk di ruang tengah, sedangkan Zaki mengantar Mutiara pulang ke rumah gadis itu.
"Ayah, Zahra minta ayah jaga kesehatan ya, Zahra gak mau ayah sakit" ucap Zahra.
"Iya nak, ayah akan istirahat di rumah, biar abang kamu yang memimpin kantor" ucap ayah.
"Zahra senang dengar nya ayah" ucap Zahra sambil tersenyum.
Mobil papi Mario memasuki gerbang rumah Zahra, semua orang yang berada di dalam rumah mendengar suara mobil yang dagang.
"Siapa ya, abang kan baru aja pamit" ucap bunda.
"Mungkin papi sama mami bun, tadi kata papi mereka mau ke sini mau liat keadaan ayah" ucap Iqbal.
"Assalamualaikum" ucap mami Sisil dan papi Mario dari arah depan.
"Wa'alaikumsalam," ucap semau yang ada di dalam rumah.
"Rio, ayo masuk" ajak ayah Adrian.
"Makasih ya Ian" ucap Mario duduk bergabung bersama bunda, ayah dan Iqbal juga Zahra di ruang tengah.
"Ini buah" ucap mami Sisil.
"Makasih ya Sil" ucap bunda.
"Iya sama-sama Sara" ucap mami Sisil pada bunda.
"Ian, gimana keadaan kamu, udah baikan kan" tanya papi Mario.
"Alhamdulillah,, udah lebih baikan kok" ucap ayah Adrian.
"Aku senang dengar nya Ian" ucap papi Mario.
"Sayang, gimana keadaan kandungan kamu" tanya mami Sisil.
"Alhamdulillah, Mi akhir-akhir ini gak ada keluhan kok" ucap Zahra.
"Alhamdulillah" ucap mami Sisil.
"Zaki kemana Yan, kok gak keliatan?" tanya papi Mario.
"Lagi nganter calon istri nya pi, tadi kak Mutiara jemput ayah sama bunda di rumah sakit" ucap Iqbal.
Semaunya mengobrol di sana, sesekali papi Mario menceritakan persahabatan mereka, daria awal bertemu sampai sekarang ini.
Bersambung...