
Mobil yang fi kendarai oleh Iqbal memasuki halaman rumah sang mertua, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Iqbal langsung pulang karena ia sangat merindukan sang istri.
Iqbal keluar dari dalam mobil dengan senyum bahagia karena akan segera bertemu sang istri, setelah seharian ini berada di kantor Iqbal juga melihat mobil abang Zaki dan Ayah belum ada di garasi.
"Assalamualaikum,,," ucap Iqbal masuk ke dalam rumah.
"Waalayikumsalam, mas udah pulang" tanya Zahra menyambut sang suami, tak lupa Zahra mencium punggung tangan sang suami.
"Iya sayang habis mas kangen sama istri mas" ucap Iqbal.
"Bunda" sapa Iqbal melihat sang bunda keluar dari dapur.
"Nak sudah pulang?" tanya bunda.
"Iya bun, kangen banget sama istri" ucap Iqbal sambil tersenyum.
"Kalian ini ya" ucap bunda sambil tersenyum.
Kemudian Iqbal dan Zahra pamit ke kamar, karena Iqbal akan segera membersihkan diri, dan hari juga sudah mulai sore.
"Mas mandi dulu ya sayang" ucap Iqbal setelah keduanya sudah tiba di kamar.
"Iya mas, aku siapin baju ganti ya" ucap Zahra yang mendapat anggukan dari sang suami.
Iqbal masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Zahra menyiapkan pakaian yang akan di kenakan sang suami saat habis mandi.
Zahra melihat-lihat kaos oblong sang suami, pandangan Zahra jatuh pada kaos berwarna maroon dan celana pendek hitam, Zahra meletakan baju ganti Iqbal di atas ranjang.
☘☘☘☘
Terlihat Erik dan Aldo sedang membagikan buku-buku pada para anak jalanan itu, Erik meminta semua anak-anak itu untuk berkumpul di depan ia dan Aldo, lalu mereka mulai membagikan.
"Makasih ya berkat buku yang kaka kasih kami jadi bisa sedikit-sedikit membaca" ucap salah satu anak laki-laki.
"Iya sama-sama belajar yang rajin ya, buat yang udah tau baca, ajarin ade-ade nya ya" ucap Erik.
"Iya kak" ucap anak-anak itu.
"Ini teman kaka juga punya sesuatu buat kalian" ucap Erik.
Aldo pun membagikan pakaian yang sudah jarang ia kenakan yang hanya tersimpan di dalam lemari, dan anak-anak itu bersorak senang karena mendapat baju yang basi terlihat bagus-bagis.
"Gak papa ya ini bukan baju baru, adek-adek" ucap Aldo.
"Gak papa kak, malahan kita sangat bersyukur bisa dapat baju yang masi bagus-bagus gini" ucap salah satu anak laki-laki.
Aldo dan Erik saling pandang lalu tersenyum, karena cuma ada baju pria jadi beberapa anak perempuan gak kebagian.
"Asikk, makasih ya kak" ucap anak-anak perempuan.
"Ini kaka udah beliin makan siang buat kalian, berbagi ya jangan rebutan" ucap Erik.
Semuanya bersorak senang karena mendapat banyak rezeki dari dari kak Erik dan kak Aldo, Aldo dan Erik melihat itu pun juga menjadi senang.
Tak jauh dari Erik dan Aldo sedang berbagi pada anak-anak jalan, terlihat sebuah mobil yang terparkir di seberang jalan, dari dalam mobil itu seorang pria paru baya melihat apa yang di lakukan Erik dan Aldo.
Pria itu tersenyum lalu kembali menjalankan mobilnya, meninggalkan Erik dan Aldo juga anak-anak jalanan itu.
☘☘☘☘
Sehabis mengantarkan sang kekasih, Zaki langsung pulang ke rumah, saat mobil Zaki memasuki garasi bertepatan dengan mobil sang ayah juga yang baru sampai.
"Yah, baru sampai juga" tanya Zaki keluar dari mobil.
"Iya nak, ayo kita masuk" ajak ayah.
"Assalamualaikum" ucap Ayah dan Zaki.
"Waalayikumsalah yah, nak" ucap bunda.
Zaki menyalami tangan sang bunda, lalu Zaki pamit pergi ke kamarnya, sedangkan Ayah dan bunda duduk di ruang keluarga mengobrol sejenak.
Tak lama kemudian Zahra dan Iqbal turun dari kamar, dan melihat ayah dan bunda sedang mengobrol di ruang keluarga, pasangan suami dan istri itu pun ikut bergabung di sana.
"Ayah baru pulang" tanya Zahra.
"Iya sayang" ucap ayah sambil tersenyum.
"Nak gimana kerjaan kamu?" tanya Ayah pada sang menantu.
"Alhamdulillah yah, lancar" ucap Iqbal.
Mereka larut dalam obrolan, sesekali Ayah dan Iqbal membicarakan perihal pekerjaan, karena perusahaan mereka juga berkerja sama.
Sedangkan abang Zaki di dalam kamarnya menghempaskan tubu kekarnya di atas ranjang miliknya, Zaki melihat langit-langit kamarnya.
Saki mengambil ponsel miliknya, dan melihat wajah sang kekasih yang ia jadikan wallpaper foto di mana saat mereka pergi keluar kota lalu.
"Secepatnya aku ajan melamar kamu" ucap Zaki dalam hati.
Saat ini Zaki memang sedang mempersiapkan semuanya, karena ia ingin secepatnya meng halal kan sang kekasih, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
Bersambung....