
Vani sedang menemani sang sahabat di kamar Mutiara, saat ini Mutiara sudah selesai di rias oleh oleh penata rias, Mutiara terlihat begitu cantik dengan mengunakan kebaya puti tulang.
"Ra, loh cantik gue yakin nih pak Zaki gak bakalan berkedip kalau ngeliat calon istrinya yang cantik ini" ucap Vani sambil tersenyum.
"Vani, kamu tuh ya kalau muji aku suka kebangetan deh" ucap Mutiara sambil tersenyum.
"Benar Ra, kamu gak percaya ya? kita liat aja nanti" ucap Vani sambil tersenyum.
Kedua sahabat itu tertawa, karena sesekali Vani menjahili sang sahabat, agar Mutiara tertawa terus.
Obrolan kedua gadis itu terhenti saat pintu kamar terbuka, masuklah ibu Mutiara sambil sambil tersenyum bahagia.
"Ibu" ucap Mutiara.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, kamu haru menghormati suami kamu ya, jadilah istri yang soleha" ucap ibu Mutiara.
"Iya ibu, ibu jangan sedih gitu dong" ucap Mutiara.
"Ibu gak sedih kok nak, ibu bahagia karena putri ibu sekarang akan menikah" ucap ibu Mutiara sambil tersenyum.
"Adu kok pada melow gini sih, kan aku jadi baperan tau" ucap Vani.
Mutiara dan ibu tersenyum melihat Vani, tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamar Mutiara, memberi tau kalau calon pengantin pria sudah tiba.
"Bu, neng Mutiara calon suami sudah tiba, di minta untuk segera turun ke lantai bawa" ucap seseorang yang mengetuk pintu.
"Ayo sayang, kita keluar calon suami kamu udah datang" ucap ibu Mutiara.
Ibu dan Vani membawa Mutiara keluar dari kamar, dan benar saja Zaki dan keluarganya baru saja tiba, terlihat di sana juga ada kedua orang tua Iqbal yang tiba bersama keluarga sang calon suami.
Zaki melihat sang istri yang barus saja datang bersama Vani dan ibu Mutiara.
Mutiara menunduk malu karena banyaknya para tamu undangan yang sudah hadir di sana, sedangkan Zaki menatap tak berkedip menatap sang calon istri yang berjalan ke arahnya.
"Di minta untuk kedua mempelai pengantin, untuk duduk di tempat akad yangs udah si siapkan" ucap pak penghulu.
Zaki dan Mutiara pun duduk di depan pak penghulu, yang akan menikahkan keduanya saat ini adalah ayah dari calon mempelai wanita langsung. Karena Mutiara adalah putri satu-satunya.
Terlihat Zahra dan Iqbal duduk di dekat kedua orang tua Iqbal, mereka mengenakan seragam yang senada.
"Sayang kamu gak papa?" tanya Iqbal.
"Gak papa kok mas" ucap Zahra.
Sedangkan di depan sana, pak penghulu sudah memulai acara akad nikah, dan bapak Mutiara juga sudah bersiap akan menikahkan kedua calon pengantin itu.
Sampai kata "SAH" memenuhi ruangan itu, Zaki mengucapkan ijab kobul dengan lancar tampa ada hambatan, semaunya berdoa dan sekarang Mutiara dan Zaki sudah resmi menjadi pasangan sumi dan istri.
Mutiara mencium punggung tangan sang suami, lalu Zaki mencium kening sang istri cukup lama.
"Selamat sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami dan istri" ucap pak penghulu.
"Terimakasih pak" ucap Mutiara dan Zaki.
"Amin, terimakasih pak" ucap Zaki.
Ibu Mutiara tersenyum sambil meniti kan air mata, melihat kebahagiaan sang putri saat ini. Mereka hanya bisa berdoa semoga Mutiara dan Zaki menjadi keluarga Sakina.
"Bu Ruhma" panggi bunda.
"Bunda" panggil ibu Mutiara.
"Sekarang kita udah jadi besan, udah menjadi saudara" ucap bunda.
"Iya bunda" ucap ibu Mutiara memeluk sang besan.
"Terimakasih sudah mau menerima putri saya bunda" ucap ibu Mutiara.
"Iya, sudah jangan bersedih ini hari kebahagiaan anak-anak kita bu" ucap bunda.
"Iya bunda" ucap ibu Mutiara.
Para tamu undangan mengucap kan selamat buat pengantin baru itu, Vani juga terlihat membawa sesuatu baut sang sahabat.
"Ra, selamat ya, doa terbaik aku selalu buat kalian" ucap Vani.
"Makasih ya Van" ucap Mutiara.
"Iya sayang, sama-sama" ucap Vani.
"Kado buat loh, buat entar malam" ucap Vani mengedipkan sebelah matanya.
"Makasih ya Van" ucap Zaki.
"Iya bang sama-sama" ucap Vani, lalu di gantikan oleh Iqbal dan Zahra yang memberi selamat.
"Abang, kak Mutiara selamat ya" ucap Zahra memeluk abang dan juga kaka iparnya.
"Iya dek makasih ya" ucap Zaki dan Mutiara.
"Sama-sama abang" ucap Zahra.
"Bang, kak Mutiara, selamat ya buat kalian, semoga menjadi keluarga yang sumawa" ucap Iqbal.
"Iya Bal, makasih ya" ucap Zaki.
"Makasih ya dek" ucap Mutiara.
"Iya sama-sama kak, bang" ucap Iqbal.
Setelah itu di gantian oleh, kedua orang tua Mutiara adan kedua orang tua Zaki yang memberikan selamat pada pengantin baru itu.
Bersambung...