
Bunda melihat cemas pada sang putri yang terlihat pucat, bunda pun langsung mendekat ke arah Zahra.
"Sayang, wajah kamu pucat banget, kita ke dokter ya" ucap bunda.
"Aku gak papa kok bun, cuma pusing sama mual aja" ucap Zahra.
Bunda melihat sang menantu, bunda orang tua dan sudah berpengalaman jadi bunda tau apa yang terjadi pada sang putri saat ini.
"Sayang semoga dugaan bunda gak salah, kalau kamu saat ini sedang ngidam" ucap bunda tersenyum.
Membuat Iqbal dan Zahra saling pandang, dan Zahra juga baru ingat kalau dia bulan ini belum dapat tamu bulanan, itu tandanya ia hamil.
"Maksud bunda istri aku hamil?" tanya Iqbal tak percaya.
"Inya Allah nak, baru dugaan bunda" ucap bunda.
"Bunda" panggil ayah yang baru saja masuk.
"Ayah, ayah udah siap" tanya bunda melihat sang suami sudah rapi dengan jas kantor.
"Iya bun, Zahra kenapa bun" tanya ayah.
"Pusing sama mual-mual ayah" ucap bunda.
"Ke dokter ya sayang sama suami kamu" ucap Ayah.
"Iya sayang biar kita bisa periksa" ucap Iqbal juga.
"Tapi kan kamu harus ke kantor mas" ucap Zahra.
"Gak papa nanti biar aku telpon papi, pasti papi ngerti kok" ucap Iqbal.
"Iya mas" jawab Zahra.
Bunda sama ayah keluar dan bejalan menuju ruang makan, terlihat Zaki sudah menunggu mereka di sana.
"Bunda, ayah, adek sama suaminya mana?" tanya Zaki.
"Di kamar nak, adek kamu lagi pusing dan mual-mual" ucap ayah.
"Ha, terus udah gak papa bun" tanya Zaki.
"Udah gak papa kok abang, adek kami lagi ngidam aja" ucap bunda.
"Apa bun, aku mau punya ponakan dan bunda sama ayah mau punya cucu" ucap Zaki.
"Inya Allah abang, nanti siang nak Iqbal akan membawa adek kamu periksa" ucap bunda.
"Amin, mudah-mudahan ya bunda, ayah" ucap Zaki yang mendapat anggukan dari kedua orang tuanya.
Di dalam kamar Iqbal sedang menemani sang istri, sesekali Iqbal memijit pelan sang istri.
"Mas aku mau, sarapan" ucap Zahra.
"Tunggu di sini aja yah, biar mas yang ambilin sayang kamu masi pusing" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari sang istri.
Iqbal keluar kamar dan langsung berjalan ke arah ruang makan, bunda, ayah dan abang Zaki menyapa Iqbal dengan ramah.
"Bun, aku mau ambil sarapan buat Zahra" ucap Iqbal.
Bunda menyiapkan sarapan buat sang putri, lalu memberikan kembali pada Iqbal, Iqbal kembali membawa masuk sarapan buat sang istri.
"Sayang ini sarapannya" ucap Iqbal.
"Kita makan berdua ya mas" ucap Zahra dengan raut wajah senang.
"Iya mas yang suapin ya" ucap Iqbal.
"Iya mas" ucap Zahra.
Aaa,,, Zahra membuka lebar mulutnya dan Iqbal menyuapi sang istri, lalu Iqbal menyiapkan nasi goreng ke mulutnya.
"Enak ya mas makan sepiring berdua" ucap Zahra.
"Iya sayang, apa lagi makan sama istri tercinta" ucap Iqbal.
"Coba aku yang suapin mas" ucap Zahra.
"Boleh" ucap Iqbal memberikan sendok pada sang istri.
Iqbal membuka mulutnya dan Zahra menyuapin sang suami, membuat kedua pasangan suami istri itu terlihat begitu romantis.
Iqbal mengelap bekas nasi di sudut bibir sang istri, lalu mengambil air puti yang ada di meja nakas.
"Minum dulu sayang" ucap Iqbal.
"Makasih ya mas" ucap Zahra.
Iqbal keluar kamar dan mengantar piring yang sudah kosong itu, Iqbal melihat hanya ada bunda di sana, sedangkan abang Zaki dan ayah sudah berangkat ke kantor setengah jam yang lalu.
"Nak, kamu mau sarapan" tanya Bunda.
"Aku udah sarapan sama Zahra di kamar bu, Zahra minta aku makan bersamanya" ucap Iqbal.
"Istri kamu udah gak papa kan nak" tanya bunda.
"Udah gak papa kok bun, ini kita udah mau siap-siap ke rumah sakit" ucap Iqbal.
Bunda hanya tersenyum dan mengangguk kepala, Iqbal kembali lagi ke kamar dan membantu sang istri bersiap-siap.
"Sayang kalau aku beneran hamil, terus kuliah aku gimana" tanya Zahra.
"Nanti kita pikirin ya" ucap Iqbal.
"Ayo aku bantu" ucap Iqbal.
Iqbal sudah memikirkan, tentang kuliah sang istri nanti, yang terpenting sekarang mereka ke rumah sakit dulu buat memeriksa kehamilan sang istri.
Selesai membatu sang istri siap-siap, Iqbal pun bersiap-siap juga, hari ini Iqbal tak ke kantor karena akan menemani sang istri ke rumah sakit, sejujur nya Iqbal sangat berharap kalau saat ini sang istri beneran hamil buah cinta mereka.
Selesai bersiap-siap Iqbal dan Zahra keluar dari kamar dan pamit pada bunda, yang sedang menyapu di ruang tamu.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...