
Bunda dan ayah Adrian menyambut kedatangan besan mereka, setelah mendengar kabar baik dari sang putra, papi Mario dan mami Sisil langsung datang ke kediaman rumah sang menantu malam ini.
"Silahkan duduk, Rio, Sil" ucap ayah Adrian.
"Terimakasih Yan" ucap Mario.
"Bun tolong panggilkan Iqbal sama Zahra ya bilang papi sama mami mereka sudah datang" ucap Ayah.
"Iya ayah" bunda langsung pergi ke kamar anak dan menantunya.
Tookk..
Tokk...
Tak lama kemudian Iqbal membukakan pintu dan melihat sang bunda sedang berdiri di sana.
"Nak, ajak istri kamu di bawa ada papi sama mami kalian" ucap bunda.
"Papi sama mami udah datang bun?" hanya Iqbal.
"Iya nak" ucap bunda.
Iqbal pun langsung mengajak sang istri turun ke lantai bawa, sambil membantu jalan sang istri mereka pun tiba di lantai bawa.
"Sayang" peluk mama Sisil pada sang menantu.
"Mami sama papi senang dengar kabar baik dari kalian" ucap mami Sisil, dan semua yang ada di situ tersenyum.
Tak lama kemudian Zaki juga keluar dari kamarnya dan ikut bergabung dengan mereka di ruang tamu, Zaki yang mengetahui sang adik sedang hamil pun tak kalah senang nya, karena sebentar lagi ia mau punya ponakan dan akan menjadi uncle.
"Ki, kapan nyusul adek kamu?" tanya papi Mario.
"Inya Allah om secepatnya" ucap Zaki tersenyum.
"Amin" ucap semua yang ada di situ.
"Sayang kamu masi sering mual?" tanya mami Sisil.
"Cuma tadi pagi aja mi" jawab Zahra.
"Memang begit kalau awal kehamilan sayang" ucap mami Sisil, kerena mereka lebih berpengalaman.
Bunda datang dan mengajak mereka semua untuk makan malam, karena kebetulan sekarang udah jam makan malam.
Mereka pergi ke ruang makan, di sana semua hidangan sudah tertata rapi di atas meja, tinggal menunggu untuk segera di santap.
☘☘☘☘
Di sisi lain, seorang pria sedang melihat pantulan dirinya di depan kaca, pria itu bercerita sendiri di depan cermin.
"Mantap,, waktunya berangkat" ucap pria iyaa yang tak lain adalah Erik.
Erik akan pergi menjemput Tiara seperti ajakannya tadi siang di kampus, Erik keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawa.
"Kaka, kaka mau ke mana?" tanya bocah kecil umur 5 tahun.
Erik berjongkok dan melihat sang adik yang masi berumur 5 tahun itu, Erik kira ia adalah anak tunggal gak taunya mama nya hamil lagi di saat umur erik sudah 23 tahun, tapi Erik senang mempunyai adik selucu Emon.
"Aku ikut dong kak, jadi aku biasa doain kaka dengan jarak dekat" ucap Emon.
"Aduh gak bisa dek, ini itu kencan pertama kaka" ucap Erik.
"Terus gimana dong aku kan pengen ikut" ucap Emon kecil.
"Gini deh nanti kaka bawain kamu es krim, tapi jangan bilang-bilang mama ya" ucap Erik sambil berbisik.
"Tapi ini kan dah malam kak, aku gak bisa makan es krim" ucap Emon kecil.
"Nanti kita simpan di kulkas buat besok oke" ucap Erik.
"Oke deh, tapi kaka harus janji ya lain kali ngajak Emon" ucap Emon.
"Oke siap, tos dulu dong" ucap Erik dan kedua adiknya ber tos.
Erik lalu keluar dari kediamannya, masuk kedalam mobil dan menuju rumah sang gadis Tiara.
30 menit kemudian mobil Erik tiba di depan rumah Tiara setelah pak satpam membukakan pintu gerbang. Erik Turin dari mobil dan langsung menekan bel.
"Assalamualaikum bi, Tiara nya ada?" tanya Erik sopan.
"Ada mas, temannya neng Tiara ya?" tanya bibi.
"Iya bi, saya Erik" ucap Erik memperkenalkan diri.
"Mari silahkan masuk mas" ajak bibi.
Erik masuk dan di persilahkan duduk di ruang tamu, sedangkan bibi pergi ke kamat untuk memanggil Tiara.
Sambil menunggu Tiara datang, tiba-tiba pasangan suami dan istri datang menemui Erik, Erik di buat ketar ketir melihat kedua orang tua Tiara.
"Assalamualaikum om, tante" ucap Erik dan langsung menyalami punggung tangan kedua orang tua itu.
"Siapa nama kamu?" tanya papa Tiara.
"Nama saya Erik om" ucap Erik sopan.
"Kamu kerja atau masih kuliah?" tanya papa Tiara lagi.
"Belum kerja om, dan sebentar lagi mau wisuda om" ucap Erik.
"Kamu mau ngajak anak saya kemana" tanya papa Tiara.
"Hanya ingin makan malam saja om" ucap Erik.
"Saya mau ijin sama tante dan om buay ngajak Tiara keluar" ucap Erik.
"Saya ijin kan tapi kamu harus mengantar pulang anak saya tepat jam 9 malam, kalau kamu datang lewat jam 9 jangan harap kamu bisa ketemu anak saya lagi" ucap papa Tiara.
"Pa" tegur mama Tiara tapi tak di hiraukan oleh papa Tiara.
Tak lama kemudian Tiara datang dan keduanya langsung pamit pada mama dan papa Tiara.
Bersambung....