Zahra'Tul Syita

Zahra'Tul Syita
ZahraTul Syita



Zahra dan Iqbal saat ini sudah selesai bersiap-siap, Iqbal melihat sang istri yang terlihat tampil beda dengan gaun yang ia beli.


"Sayang, kamu begitu cantik" ucap Iqbal sambil tersenyum melihat sang istri.


"Terimakasih mas, mas juga tampan" ucap Zahra balas memuji sang suami.


"Makasih ya, ayo kita berangkat sekarang" aja Iqbal, lalu keduanya keluar dari kamar dan Turin ke lantai bawa.


"Iqbal dan Zahra melihat papi Mario dan mami Sisil sedang mengobrol di ruang tengah.


"Mi, pi" panggil Iqbal.


"Sayang makin udah siap?" tanya mami Sisil.


"Iya mi, pi. Aku sama Zahra berangkat sekarang ya" ucap Iqbal.


"Iya sayang kalian hati-hati ya, sayang awas loh istri kamu lagi hamil" ucap mami Sisil mengingatkan sang putra.


"Iya mami tenang aja ya, aku akan jagain istri aku kok" ucap Iqbal sambil tersenyum melihat sang mami.


"Ya udah kalian hati-hati ya" ucap mami Sisil lagi.


"Iya ma, kita berangkat dulu ya" ucap Iqbal.


"Iya sayang" ucap mami Sisil dan papi Mario hanya mengangguk kepala.


"Ayo sayang" ajak Iqbal.


Iqbal dan Zahra lalu keluar dari dalam rumah, dan menuju garasi di mana mobil Iqbal terparkir.


Iqbal membukakan pintu untuk sang istri, lalu Iqbal masuk dan duduk di kursi kemudi.


"Sudah siap?" hanya Iqbal.


"Udah mas" jawab Zahra.


Iqbal pun menjalankan mobilnya keluar dari garasi, pak satpam membukakan pintu untuk mobil Iqbal keluar.


"Sayang nanti bang Zaki sama kak Mutiara juga datang loh ke acara yang sama" ucap Iqbal sesekali melihat sang istri.


"Iya mas, tadi Tiara juga cet aku katanya di ajak kak Erik ke acara juga" ucap Zahra.


30 menit kemudian mobil yang di kendarai oleh Iqbal memasuki lobby hotel, setelah Iqbal memakirkan, Iqbal lalu turun dari dalam mobil dan membuka pintu untuk sang istri.


"Makasih ya mas" ucap Zahra.


"Iya sayang, ayo" ajak Iqbal menyerahkan lengannya untuk di gandeng sang istri.


Iqbal dan Zahra masuk ke dalam ballroom hotel, terlihat suasana sudah malai ramai, para tamu juga sudah banyak yang mulai berdatangan.


"Pak Iqbal" panggil salah seorang pria.


"Hey pak Bram" sapa Iqbal juga.


"Senang bisa bertemu pak Iqbal di sini" ucap pak Bram.


"Terimakasih pak Bram" ucap Iqbal.


Iqbal dan Zahra mendekati sang pemilik acara, Iqbal memberi selama pada mereka. Begitu pun dengan Zahra sang istri.


Saat asik mengobrol, tiba-tiba pasangan suami dan istri datang menghampiri pemilik acara.


Membaut Zahra dan Iqbal melihat ke arah pasangan itu bergantian, begitu pun dengan seorang wanita di sana.


"Iqbal, Zahra" panggil sang wanita yang ternyata adalah Viona datang bersama sang suami.


"Kalian di sini juga"?" tanya Viona.


"Iya mbak" jawab Zahra sambil tersenyum.


Sedangkan Iqbal hanya diam saja, mendengar sang istri dan Viona mengobrol dengan sangat akrab.


Lama mengobrol, Iqbal mengajak sang istri untuk mengambil minum, karena ia sudah merasakan haus.


"Mbak Viona kami permisi dulu ya" ucap Zahra.


"Iya, Zah" ucap Viona.


Zahra dan Iqbal lalu pergi mengambil minum, karena Zahra juga merasakan haus, Iqbal menawarkan makanan untuk sang istri tapi Zahra memili mengambil kue saja.


"Zahra" panggil seseorang.


Iqbal dan Zahra melihat ke arah suara, Tiara dan Erik berjalan ke arah mereka, senyum terbit di bibir manis Zahra melihat sang sahabat juga datang.


"Ra," panggil Zahra juga.


"Ya Allah bumi cantik banget" ucap Tiara memeluk sang sahabat.


"Makasih Ra, kamu juga cantik" ucap Zahra.


"Bro, Aldo mana gak datang?" tanya Iqbal melihat Erik.


Erik hanya mengangkat kedua bahunya, pertanda kalau ia juga gak tau tentang keberadaan sahabatnya itu.


"Kita duduk di meja kosong itu aja yuk" ajak Erik, yang mendapat anggukan dari Iqbal, Zahra dan Tiara.


Iqbal menuntun sang istri untuk duduk dengan pelan ke salah satu kursi, Zahra masi membawa kue yang di ambil di meja tadi.


"Ra, makan kue enak loh" tawar Zahra.


"Makasih Zah, tapi gue lagi diet" ucap Tiara sambil tersenyum melihat sang sahabat.


"Iya yang bentar lagi mau jadi pengantin" ucap Zahra menyindir sang sahabat, sedangkan Tiara hanya tersenyum melihat Zahra.


"Bercanda kali" ucap Tiara mengambil potongan kue yang ada di piring Zahra.


"Enak nih kue nya" ucap Tiara.


Loh sih gak percaya gue bilangin" ucap Zahra sambil memakan kuenya.


Sedangkan Iqbal dan Erik sedang asik mengobrol, membiarkan Zahra dan Tiara yang sedang asik mengobrol juga.