
3 hari lagi acara akad nikah Zaki dan Mutiara, saat ini kedua calon pengantin itu sedang di sibukkan dengan acar sakral mereka nanti.
Saat ini Zaki dan Mutiara baru saja balik dari butik kebaya, Mutiara baru saja mencoba kebaya yang akan di gunakan di acara pernikahan mereka nanti.
Zaki melihat senyum indah di bibi Gadis yang akan segera menjadi istrinya itu, Mutiara akui kalau saat ini ia sangat bahagia.
"Sayang" panggil Zaki.
"Iya bang" jawab Mutiara melihat ke arah Zaki.
"Makasih ya kamu udah mau nerima aku" ucap Zaki.
"Iya bang, ini semau sudah menjadi takdir Allah" ucap Mutiara sambil tersenyum.
"Aku sangat bersyukur karena Allah sudah mempertemukan aku dengan wanita soleha seperti kamu" ucap Zaki.
"Aku juga bang" ucap Zaki.
"Kita ke kantor lagi ya" ucap Zaki.
"Iya bang" jawab Mutiara.
Mobil yang di kendarai oleh Zaki memasuki lobby kantor, semua karyawan kantor sudah tau kalau Mutiara dan Zaki akan segera menikah tiga hari lagi.
"Ayo silahkan turun" ajak Zaki.
"Makasih ya bang" ucap Mutiara turun dari dalam mobil.
Zaki dan Mutiara berjalan di lobby menuju lift, banyak karyawan yang berkas pasan dengan mereka menyapa hormat.
Mutiara yang sangat baik dengan semua orang pun membalas sapaan para karyawan lain, membaut Zaki benar-benar tidak salah pilih calon istri.
Ting...
Setibanya di lantai atas, Zaki dan Mutiara keluar dari dalam lift, Mutiara akan melanjutkan pekerjaan nya, begitu pun dengan Zaki.
"Sayang, aku ke ruangan dulu ya" ucap Zaki.
"Iya bang, aku juga mau lanjut kerjaan tadi aku tinggal" ucap Mutiara.
"Semangat ya" ucap Zaki.
"Iya abang juga ya" ucap Mutiara.
"Iya, ya udah aku masuk ya" ucap Zaki.
"Iya bang" jawab Mutiara.
Zaki pun masuk ke dalam ruangannya, sedangkan Mutiara kembali ke meja kerjanya, untuk memeriksa pekerjaannya yang ia tinggal tadi siang.
☘☘☘☘
Iqbal sedang menandatangani beberapa berkas yang ada di atas meja kerjanya, pria tampan itu sedang fokus dengan kerjaannya. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka.
"Assalamualaikum mas" ucap Zahra masuk ke dalam ruangan sang suami.
"Waalayikumsalam sayang, kok gak bilang mas mau dateng" ucap Iqbal.
"Aku mau kasih kejutan buat mas" ucap Zahra.
"Sayang ke sini sama siapa?" tanya Iqbal.
"Sama mami Mas, mami lagi ke ruangan papi" ucap Zahra.
Iqbal menuntun sang istri duduk si sofa, membiarkan pekerjaannya di atas meja begitu saja.
"Gak papa mas mau nyambut istri mas" ucap Iqbal.
"Aku gak mau mas ninggalin kerjaan, ayo kerja lagi mas" ucap Zahra.
"10 menit aja ya, mas kangen sama kamu sayang" ucap Iqbal manja.
"Ish manja" ucap Iqbal.
"Hhehe, benar sayang mas gak boong" ucap Iqbal.
"Eekhemm,," mami Sisil yang baru saja masuk berdehem.
"Nempel terus kamu" ucap mami Sisil masuk ke ruangan sang putra.
"Iya dong ma, aku kangen sama istri aku" ucap Iqbal tak menghiraukan sang mami.
"Mami kok di sini, bukanya mau ke ruangan papi ya" tanya Iqbal.
"Iya bentar lagi papi kamu mau ke sini" ucap mami Sisil.
Dan benar saja tak lama kemudian papi Mario masuk ke ruangan sang putra, sambil membawa satu berkas.
"Nak, tolong nanti kamu tandatangani berkas itu ya" ucap papi Mario.
"Iya pi, berkas nya gak buru-buru kan pi?" tanya Iqbal.
"Gak kok, itu untuk rapat besok siang" ucap papi Mario.
"Iya pi" ucap Iqbal.
"Mi, ayo kita pergi sekarang" ajak papi Mario.
Membuat Zahra dan Iqbal melihat ke arah kedua orang tua mereka.
"Papi sama mami mau ke mana?" tanya Iqbal.
"Mau ke butik teman mama sayang, mau ambil pesanan baju kita buat acaranya abang kalian" ucap mami Sisil.
"Papi, sama mami hati-hati ya" ucap Iqbal.
"Iya sayang, iya nak" ucap mami Sisil dan papi Mario.
"Sayang mami sama papi pergi ya" ucap mami Sisil pada Zahra.
"Iya mi, hati-hati ya" ucap Zahra.
Mami Sisil dan papi Mario keluar dari ruangan Iqbal, sedangkan iqbal dan Zahra kembali mengobrol. Iqbal melupakan pekerjaan nya yang masih menumpuk di atas meja kerjanya.
"Mas, lanjutin lagi kerjaannya ya" ucap Zahra.
"Tapi kamu temanin mas di sana ya" ucap Iqbal.
"Iya terserah mas aja" ucap Zahra.
Iqbal berdiri dan mengambil satu kursi dan meletakan di dekat kursi kerjanya, lalu Iqbal menuntun sang istri untuk duduk di kursi kerja Iqbal.
"Kok aku di sini mas?" tanya Zahra.
"Gak papa sayang, biar kamu gak bosan" ucap Iqbal.
Iqbal pun memulai kerjanya kembali dengan di temani sang istri.
Bersambung...